Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Peneliti temukan bug pada iOS

Peneliti temukan bug pada iOS
KoPi - Produk iPhone 6 yang baru saja diluncurkan tentu membuat banyak orang menginginkannya. Namun, euforia peluncuran tersebut diikuti kabar tak sedap yang harus membuat para pengguna gadget Apple waspada. Para ahli keamanan cyber memperingatkan bahwa ada semacam bug yang terdapat pada sistem operasi yang dipakai produk-produk Apple. Bug tersebut membuat pengguna iPhone dan iPad rentan terhadap serangan cyber dari para hacker atau peretas.

Perusahaan jasa keamanan cyber FireEye Inc mempublikasikan temuan tersebut dalam blog mereka pada Senin (10/11). Mereka mengatakan bug tersebut memungkinkan para peretas untuk mengakses gadget pengguna dengan cara menyuruh mereka meng-install (memasang) aplikasi berbahaya. Perusahaan keamanan cyber tersebut menyatakan bahwa bug tersebut ada pada sistem operasi iOS 7.1.1, 7.1.2, 8.0, dan 8.1.1 beta.

Aplikasi berbahaya tersebut dapat menggantikan aplikasi asli dan terpercaya yang dipasang melalui Apple App Store, termasuk program e-mail dan banking. Karena sifatnya seperti menyamar, FireEye menyebut teknik serangan tersebut sebagai teknik “Masque Attack”. Serangan tersebut bisa digunakan untuk mencuri data-data sensitif, seperti e-mail dan banking. 

Tao Wei, seorang peneliti senior FireEye menyatakan kecacatan pada sistem operasi ini sangat mudah diekploitasi. Wei sudah mengabarkan mengenai cacat program tersebut pada pihak Apple sejak Juli lalu, dan perwakilan dari Apple mengatakan mereka sedang berusaha memperbaikinya.

Informasi mengenai bug ini sebenarnya sudah mulai menyebar sejak Oktober lalu dalam sebuah forum internet. Wei menyatakan FireEye memutuskan untuk mengabarkan temuan ini pada publik karena minggu lalu Palo Alto Networks Inc mengungkapkan cara untuk mengeksploitasi bug tersebut. Cara tersebut menggunakan peranti lunak berbahaya yang disebut sebagai WireLurker yang mampu menginfeksi komputer Mac dan sistem operasi iOS.

FireEye menyarankan agar pengguna iOS tidak memasang aplikasi dari sumber selain Apple App Store. Mereka juga menganjurkan untuk tidak sembarang mengklik “install’ atau “pasang” yang muncul pada jendela pop-up dari laman pihak ketiga.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

Sumber: Huffington Post

 

back to top