Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Peneliti temukan bug pada iOS

Peneliti temukan bug pada iOS
KoPi - Produk iPhone 6 yang baru saja diluncurkan tentu membuat banyak orang menginginkannya. Namun, euforia peluncuran tersebut diikuti kabar tak sedap yang harus membuat para pengguna gadget Apple waspada. Para ahli keamanan cyber memperingatkan bahwa ada semacam bug yang terdapat pada sistem operasi yang dipakai produk-produk Apple. Bug tersebut membuat pengguna iPhone dan iPad rentan terhadap serangan cyber dari para hacker atau peretas.

Perusahaan jasa keamanan cyber FireEye Inc mempublikasikan temuan tersebut dalam blog mereka pada Senin (10/11). Mereka mengatakan bug tersebut memungkinkan para peretas untuk mengakses gadget pengguna dengan cara menyuruh mereka meng-install (memasang) aplikasi berbahaya. Perusahaan keamanan cyber tersebut menyatakan bahwa bug tersebut ada pada sistem operasi iOS 7.1.1, 7.1.2, 8.0, dan 8.1.1 beta.

Aplikasi berbahaya tersebut dapat menggantikan aplikasi asli dan terpercaya yang dipasang melalui Apple App Store, termasuk program e-mail dan banking. Karena sifatnya seperti menyamar, FireEye menyebut teknik serangan tersebut sebagai teknik “Masque Attack”. Serangan tersebut bisa digunakan untuk mencuri data-data sensitif, seperti e-mail dan banking. 

Tao Wei, seorang peneliti senior FireEye menyatakan kecacatan pada sistem operasi ini sangat mudah diekploitasi. Wei sudah mengabarkan mengenai cacat program tersebut pada pihak Apple sejak Juli lalu, dan perwakilan dari Apple mengatakan mereka sedang berusaha memperbaikinya.

Informasi mengenai bug ini sebenarnya sudah mulai menyebar sejak Oktober lalu dalam sebuah forum internet. Wei menyatakan FireEye memutuskan untuk mengabarkan temuan ini pada publik karena minggu lalu Palo Alto Networks Inc mengungkapkan cara untuk mengeksploitasi bug tersebut. Cara tersebut menggunakan peranti lunak berbahaya yang disebut sebagai WireLurker yang mampu menginfeksi komputer Mac dan sistem operasi iOS.

FireEye menyarankan agar pengguna iOS tidak memasang aplikasi dari sumber selain Apple App Store. Mereka juga menganjurkan untuk tidak sembarang mengklik “install’ atau “pasang” yang muncul pada jendela pop-up dari laman pihak ketiga.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

Sumber: Huffington Post

 

back to top