Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Peneliti: Metode US Tingkatkan Profit Produsen Pempek

@Ria_Eliza @Ria_Eliza

YOGYAKARTA, 25 JULI 2017 – Penggunaan metode ultrasound (US) desinfeksi dalam upaya pengawetan pempek, dinilai menjadi metode terbaik dalam meningkatkan profit atau keuntungan dari produsen pempek di Indonesia. Selain itu, US desinfeksi adalah teknologi nontermal yang menjanjikan karena bersifat aman, tidak beracun dan ramah lingkungan. Dengan kata lain, penggunaan metode US dipastikan dapat mendukung pembangunan dan perekonomian masyarakat produsen pempek.

Hal itu diungkapkan oleh Peneliti Bidang Kimia Pangan dari Wiratama Institute, Stessy Gultom dalam siaran persnya, di Yogyakarta, Selasa (25/07/2017).

“Saat ini, metode US merupakan metode yang dianggap paling efektif dalam proses pengawetan pempek. Sehingga bisa meningkatkan profit produsen pempek,” kata dia.

Lebih jauh, jelas Stessy, kegunaan metode US adalah dapat memperpanjang masa berlaku makanan dan mempertahankan rasa, kandungan nutrisi serta karakter makanan. Terutama pada makanan yang sensitif terhadap panas. Sehingga metode US menjadi salah satu solusi dalam proses pengawetan makanan.

Gelombang Ultrasonik

Hasil riset sebelumnya, kata Stessy, menjelaskan bahwa gelombang ultrasonik power ini memiliki energi yang tinggi sehingga berpengaruh dalam reaktivitas kimia. Energi yang dihasilkan berbentuk gelombang yang memiliki tekanan sampai 1000 atm dan suhu mencapai 5000K, sehingga dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang menempel di makanan.

Selain itu, metode ultrasonik juga sangat efektif dalam metode pendinginan makanan karena dapat mempercepat terbentuknya inti bunga, sehingga mempercepat proses pendinginan yang dapat meningkatkan kualitas dari makanan beku.

“Metode ultrasonik dapat dimodifikasi dengan beberapa metode lain terutama proses pendinginan cepat, sehingga metode ini merupakan salah satu solusi dalam pengawetan makanan,” terangnya.

UMKM Kuliner

Ia menuturkan, seiring dengan meningkatnya jumlah UMKM di bidang kuliner tidak berbanding lurus dengan perkembangan teknologi pengawetan makanan di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu halangan dalam pemasaran produk. Dengan sistem penjualan produk berbasis online yang dapat menjangkau ke semua pelosok Indonesia, tidak didukung dengan fasilitas dari jasa kurir karena ada beberapa produk makanan yang sensitif terhadap temperatur sehingga tidak memungkinkan untuk dikirimkan dalam durasi waktu lebih dari dua hari.

Hal ini, lanjutnya, diperparah dengan keadaan geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau sehingga proses pengiriman ke beberapa pulau terutama pulau-pulau yang berada di bagian timur bisa lebih dari tiga hari. Keadaan inilah yang menjadi hambatan bagi beberapa produsen makanan untuk mengembangkan usahanya menjadi skala nasional atau bahkan internasional. Khususnya produk kuliner yang sensitif terhadap temperatur dan umur simpan (shelf-life) pendek, seperti pempek.

“Padahal, pempek sudah dikenal luas sebagai makanan khas Palembang dan merupakan salah satu favorit penduduk Indonesia. Namun sayangnya penjualan produk ini masih terkendala akibat proses pengawetannya,” papar Stessy lagi.

Proses Pengawetan

Ia menambahkan, proses pengawetan yang kerap kali dilakukan para produsen untuk menghambat dan menghentikan aktifitas mikroorganisme dalam pempek, adalah dengan penyinaran sinar UV dan metode vakum – pendinginan.

Sementara itu, metode US dapat diterapkan pada makanan pempek yang sensitif terhadap panas tanpa mengubah rasa dan tekstur serta dapat membunuh mikroorganisme yang menempel di makanan dengan cepat, sehingga umur simpan produk dapat diperpanjang.

“Jika makanan yang hendak dikirim ke daerah yang jauh tetap terjaga cita rasanya, tentu saja akan meningkatkan profit produsennya. Jadi metode US ini sangat tepat diterapkan pada pempek,” ungkap Stessy menambahkan.

Sedangkan metode penyinaran sinar UV yang diklaim dapat mengawetkan pempek hingga enam bulan lamanya, ternyata menurut Stessy, tidak efektif dilakukan. Karena metode ini memerlukan ruang besar yang harus disesuaikan dengan jumlah produksi dan waktu penyinaran yang lama serta harus menyeluruh.

back to top