Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

'Penebusan Jiwa Suci' Najib Amrullah

'Penebusan Jiwa Suci' Najib Amrullah

Ciputat-KoPi| Perupa Najib Amrullah segera kembali memamerkan karya-karyanya di Galeri Rumah Puspo Budoyo  Jl. Elang Raya No 1, Kampung Sawah Ciputat. Pameran dibuka 20 Februari, pukul 19:WIB dan berlangsung hingga 23 Februari 2015.

Pameran tunggal ini menurut Najib Amrullah adalah kali ke sembilan setelah sebelumnya dilakukan di berbagai tempat. Dengan tema sosial-politik yang kuat, Najib memberi judul pamerannya "Penembusan Jiwa Suci."

Penebuan Jiwa Suci, bagi Najib merupakan bentuk refleksi atau pantulan dari kondisi sosial-politik Indonesia saat ini. Ini adalah sikap protes seniman terhadap perilaku menyimpang dari kaum politisi.

ilustrasi a).lukisan berjudul barong tarung tahun 2015 ukuran 135x270 cm.

"Tiba tiba aku terlintas sebuah adegan tarian  barong tarung dimana sang barong walaupun tampangnya merah menyeramkan tetapi filosofinya adalah sang pembela kebenaran pelindung dari segala kejahatan. Ya, situasi politik akhir- akhir ini begitu mirip dengan adegan barong tarung pembela kebenaran dan sang penegak hukum saling ringkus serta saling menjatuhkan satu sama lain, saling menggigit saling terjang, saling banting".

"Kita jadi semakin bingung, kebenaran tak selalu menang karena seolah kejahatan pandai memelintirkan diri seolah menjadi kebaikan, banyak maling yang berwujud orang bijak bahkan penegak hukum, dan banyak kebenaran yang diputar balik. Entah kapan kebenaran akan menang, tiada yang tahu. Tapi pasti Tuhan tidak pernah tidur."

Eksistensi seniman, menurut Najib yang sempat mendapat perhatian khusus Romo Sindhunata (Kompas), haruslah menjadi bagian yang intergral dalam konsep dan nilai sosial. Karya merupakan pertangungjawabannya dalam melihat situasi lingkungan yang dihadapinya.

"Saya tak terima cap bahwa seniman kecenderungan anti-sosial dan acuh terhadap lingkungan,dan apatis, yang betul adalah bahwa seniman mempunyai daya fikir yang lebih kritis dari kebanyakan orang, justru aku selalu tergelitik selalu ingin protes atas segala ketimpangan, aku anti kemunafikkan, anti korupsi, aku menguntuk para koruptor." Demikian Najib Amrullah mengatakan.| E Hermawan

back to top