Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Penciuman tidak peka lagi, pertanda akan cepat mati

Penciuman tidak peka lagi, pertanda akan cepat mati

KoPi, Ada kabar yang mengkhawatirkan, para peneliti menemukan bahwa hilangnya kepekaan indra penciuman bisa menjadi peringatan bahwa seseorang akan meninggal dunia lebih awal.

Penemuan tersebut berdasarkan penelitian jangka panjang terhadap 3,000 orang dewasa yang berumur 57 dan 85 oleh University of Chicago.

Para peneliti meminta para orang dewasa tersebut untuk mengidentifikasi bau seperti bau permen, ikan, jeruk, bunga dan kulit. Dan 39 persen orang yang indra penciumannya yang buruk meninggal dunia selang 5 tahun.

Namun, hilangnya kepekaan indra penciuman juga bisa menjadi pertanda bahwa seseorang dalam flu berat, dari pada pertanda kematian dini.

Pemimpin penelitian tersbeut Profesor Jayant Pinto, menjelaskan bahwa hilangnya kepekaan penciuman ‘hanya’ pertanda peringatan bahwa ada sistem dalam tubuh yang sudah rusak.

“Penemuan kami bisa berguna dalam tes kesehatan, sebuah cara yang tidak mahal untuk menentukan apakah pasien memiliki resiko penyakit yang banyak atau tidak,”ujarnya.


(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top