Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Penciuman tidak peka lagi, pertanda akan cepat mati

Penciuman tidak peka lagi, pertanda akan cepat mati

KoPi, Ada kabar yang mengkhawatirkan, para peneliti menemukan bahwa hilangnya kepekaan indra penciuman bisa menjadi peringatan bahwa seseorang akan meninggal dunia lebih awal.

Penemuan tersebut berdasarkan penelitian jangka panjang terhadap 3,000 orang dewasa yang berumur 57 dan 85 oleh University of Chicago.

Para peneliti meminta para orang dewasa tersebut untuk mengidentifikasi bau seperti bau permen, ikan, jeruk, bunga dan kulit. Dan 39 persen orang yang indra penciumannya yang buruk meninggal dunia selang 5 tahun.

Namun, hilangnya kepekaan indra penciuman juga bisa menjadi pertanda bahwa seseorang dalam flu berat, dari pada pertanda kematian dini.

Pemimpin penelitian tersbeut Profesor Jayant Pinto, menjelaskan bahwa hilangnya kepekaan penciuman ‘hanya’ pertanda peringatan bahwa ada sistem dalam tubuh yang sudah rusak.

“Penemuan kami bisa berguna dalam tes kesehatan, sebuah cara yang tidak mahal untuk menentukan apakah pasien memiliki resiko penyakit yang banyak atau tidak,”ujarnya.


(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top