Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pencabutan subsidi TDL semakin beratkan masyarakat

Pencabutan subsidi TDL semakin beratkan masyarakat
Surabaya-KoPi| Rencana pemerintah pusat untuk menarik subsidi Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk pelanggan 450 watt dan 900 watt ditolak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur. Pasalnya, saat ini nilai tukar rupiah masih melemah sehingga dikhawatirkan akan semakin membebani masyarakat dan menambah angka kemiskinan.
 

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Agus Maimun, Rabu (9/9) mengatakan, rencana pemerintah menaikkan TDL pada tahun 2016 sangatlah tidak tepat. Apalagi saat ini kondisi ekonomi di Indonesia masih terpuruk, yang ditandai tingginya harga sembako dan kebutuhan lainnya. 

"Kondisi ini tentunya diakibatkan tingginya nilai tukar dolar terhadap rupiah. Harga kebutuhan ikut merangkak naik dan ini seharusnya perlu dipahami oleh pemerintah. Jangan justru membuat kebijakan tanpa melihat kondisi yang ada," katanya.

Menurut Agus, pembiayaan atau pengeluaran untuk masyarakat kecil harus diproteksi, karena masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pemerintah harus menindak tegas mereka yang menyalahgunakan subsidi, karena subsidi sudah jelas peruntukanya. Pemerintah memiliki data jelas masyarakat mana saja yang berhak memperoleh subsidi. 

"Yang disubsidi tersebut bukan listriknya, tetapi pelanggannya. Pemerintah harus memahami konsep awal subsidi, yaitu dipergunakan untuk masyarakat kecil," tutur Agus.

Agus menambahkan, pengguna daya 450 watt dan 900 watt tentunya dapat menghemat cadangan listrik negara, karena tidak boros listrik. Daya listrik di rumah mereka tidak akan mampu menggunakan alat elektronik yang menyedot banyak beban listrik. Hal itu berbeda dengan masyarakat menengah ke atas yang memiliki daya 1.300 watt ke atas. Mereka bisa lebih boros menggunakan listrik, karena tidak memiliki batasan.

back to top