Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pencabutan subsidi TDL semakin beratkan masyarakat

Pencabutan subsidi TDL semakin beratkan masyarakat
Surabaya-KoPi| Rencana pemerintah pusat untuk menarik subsidi Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk pelanggan 450 watt dan 900 watt ditolak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur. Pasalnya, saat ini nilai tukar rupiah masih melemah sehingga dikhawatirkan akan semakin membebani masyarakat dan menambah angka kemiskinan.
 

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Agus Maimun, Rabu (9/9) mengatakan, rencana pemerintah menaikkan TDL pada tahun 2016 sangatlah tidak tepat. Apalagi saat ini kondisi ekonomi di Indonesia masih terpuruk, yang ditandai tingginya harga sembako dan kebutuhan lainnya. 

"Kondisi ini tentunya diakibatkan tingginya nilai tukar dolar terhadap rupiah. Harga kebutuhan ikut merangkak naik dan ini seharusnya perlu dipahami oleh pemerintah. Jangan justru membuat kebijakan tanpa melihat kondisi yang ada," katanya.

Menurut Agus, pembiayaan atau pengeluaran untuk masyarakat kecil harus diproteksi, karena masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pemerintah harus menindak tegas mereka yang menyalahgunakan subsidi, karena subsidi sudah jelas peruntukanya. Pemerintah memiliki data jelas masyarakat mana saja yang berhak memperoleh subsidi. 

"Yang disubsidi tersebut bukan listriknya, tetapi pelanggannya. Pemerintah harus memahami konsep awal subsidi, yaitu dipergunakan untuk masyarakat kecil," tutur Agus.

Agus menambahkan, pengguna daya 450 watt dan 900 watt tentunya dapat menghemat cadangan listrik negara, karena tidak boros listrik. Daya listrik di rumah mereka tidak akan mampu menggunakan alat elektronik yang menyedot banyak beban listrik. Hal itu berbeda dengan masyarakat menengah ke atas yang memiliki daya 1.300 watt ke atas. Mereka bisa lebih boros menggunakan listrik, karena tidak memiliki batasan.

back to top