Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Penanaman Pohon Endemik untuk Turut Lestarikan Hutan

Penanaman Pohon Endemik untuk Turut Lestarikan Hutan

Jakarta, Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu, 29 Maret 2017. Melengkapi rangkaian kegiatan memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke-34, dan Hari Hutan Internasional 2017, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama-sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), melaksanakan penanaman pohon. Sebanyak 250 pohon ditanam di Ecology Park (Ecopark) Science Center-Botanical Garden (SC-BG) LIPI, Cibinong Bogor.

Penanaman dilakukan di blok region Jawa Bali sebanyak 200 batang dan 50 batang di blok Nusa Tenggara. Bibit tanaman di blok Nusa Tenggara berasal dari Cagar Alam (CA) Riung, Taman Wisata Alam Ruteng, CA Wolotadho, dan Hutan Lindung Wolomose. Jenis-jenis yang ditanam diantaranya adalah Kenari, Nyatoh, Kayu Kolaka, Kayu Ular, dan Rangas Putih.

Direktur Jenderal Pengendalian Derah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Dr. Hilman Nugroho, yang membacakan sambutan Menteri LHK (29/03/2017), menyampaikan bahwa penanaman bertujuan meningkatkan kesadaran dan budaya menanam, sekaligus mengkampanyekan arti pentingnya menanam dan memelihara pohon. “KLHK akan terusmenghimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menanam dan memelihara pohon minimal 25 batang seumur hidup”, ujar Hilman.

Hilman juga menegaskan bahwa keberhasilan penanaman pohon ditentukan oleh 6T, yaitu: Tepat perencanaan, Tepat pemilihan jenis, Tepat pembibitan, Tepat waktu penanaman, Tepat pemeliharaan dan Tepat pemanenan. “Tiga tahun pertama setelah penanaman merupakan waktu yang sangat penting bagi tanaman. Untuk itu diperlukan pemeliharaan intensif sampai tahun ketiga, dimana tanaman tersebut dapat tumbuh dengan sendirinya”, Hilman menambahkan.

Kegiatan penanaman dilaksanakan bersama Kepala LIPI, Wakil Kepala LIPI, Duta Besar Vietnam, Perwakilan Kedutaan besar negara sahabat, pejabat Eselon I dan Eselon II KLHK, pejabat Eselon I dan Eselon II LIPI, mewakili Bupati Bogor, Forkominda Kabupaten Bogor, dan seluruh jajaran KLHK. Pencanangan kegiatan penanaman juga dilaksanakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK, dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Kepala LIPI Prof. Iskandar Zulkarnain menyampaikan apresiasi kepada KLHK, yang telah mendukung penyediaan kawasan hutan untuk Kebun Raya, dalam bentuk Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) di beberapa daerah. Saat ini terdapat 32 kebun raya di Indonesia, lima diantaranya dikelola LIPI, 26 oleh pemerintah daerah, dan satu oleh perguruan tinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Lokasi Ecopark SC-BG LIPI Cibinong yang merupakan bagian dari hulu DAS Ciliwung, selain sebagai tempat wisata masyarakat, juga sebagai tempat pelestarian tanaman endemik dari kepunahan. “Ecopark sebagai wujud sinergitas konservasi sumber daya alam hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui pendidikan, penelitian, dan pemanfaatan jasa lingkungan”, ujar Iskandar.

Kawasan Ecopark SC-BG LIPI Cibinong seluas 34 Ha dibangun sejak tahun 2002, sebagai kawasan konservasi ex-situ untuk mengurangi laju degradasi keanekaragaman tumbuhan endemik. Luasan tersebut dibagi menjadi 7 (tujuh) ekoregion/blok, yaitu Sumatera, Jawa Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Pembagian ini berdasarkan asal usul tumbuhan yang dikoleksi, dan sampai saat ini sebanyak 10.000 pohon telah ditanam di Ecopark.

Kegiatan penanaman memerlukan dukungan semua pihak, secara sistimatis tapak demi tapak hingga akhirnya satu landscape besar akan menghijau karena tertanami seluruhnya.Melalui kerjasama seluruh stakeholder dan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, tujuan kegiatan penanaman akan tercapai lebih cepat dan tepat.


Contact Information 1:
Djati Wicaksono Hadi

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
0813756333330

back to top