Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pemimpin Korut, Kim Jong-un akan tunda semua uji coba Nuklir dan Rudal.

Pyongyang-KoPi|Pemimpin Korea Utara(Korut) Kim Jong-un sendiri telah mengumumkan bahwa akan segera menangguhkan uji coba nuklir dan rudal di negaranya
 
Pengumuman yang datang pada Sabtu pagi (21/4), dilakukan ditengah situasi tegang di semenanjung Korea serta menjelang pertemuan penting antara Korut dan Korea selatan (Korsel). Hal tersebut diberitakan lewat media pemerintah Korea.
 
Berdasarkan keterangan Kantor Berita Resmi Pusat Korea( KCNA) ,mengatakan bahwa Pyongyang (ibukota Korut),  juga akan menutup tempat uji coba nuklir sebagai bagian dari upaya negara tersebut untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dan perdamaian regional.
 
"Pengembangan nuklir telah berjalan secara baik dan dalam rangka serta pengembangan sarana pengiriman juga dilakukan secara ilmiah dan telah diverifikasi pula penyelesaian senjata nuklir," tandas agensi berita tersebut,  mengutip Kim (pemimpin Korut) selama pertemuan Komite Sentral bersama partai yang berkuasa.
 
"Kami tidak lagi membutuhkan uji nuklir atau uji peluncuran rudal balistik jarak menengah dan antarbenua, dan karena ini pula, situs uji coba nuklir utara telah menyelesaikan misinya," lanjutnya.
 
Menurut pernyataan KCNA, Korea Utara juga berjanji untuk bergabung dengan upaya internasional  menghentikan semua tes nuklir dan berjanji untuk tidak pernah menggunakan senjata nuklir selama tidak ada ancaman terhadap negara tersebut.
 
Selanjutnya, Kim dijadwalkan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In di sebuah desa perbatasan pada tanggal 27 April dan juga Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada bulan-bulan berikutnya di pembicaraan tingkat tinggi terpisah.
 
Pertemuan antar-Korea minggu depan akan menjadi pertemuan pertama sejak 2007 dan akan menjadi pertemuan ketiga kalinya sejak berakhirnya Perang Korea pada tahun 1950-1953.
 
Sementara itu, pertemuan Kim dengan Trump akan menjadi sebuah penanda lanjut hasil dari bulan-bulan masa kebuntuan diplomatik antar kedua pemimpin itu. Selama masa tersebur, kedua pemimpin negara ini acap kali saling bertukar ancaman mengenai militer serta saling menghina antar satu sama lain
 
Tanggal untuk pertemuan sendiri belum ditetapkan oleh Amerika. Menurut komentar Trump pada Selasa lalu,  Gedung Putih masih menimbang lima lokasi potensial.
 
Pada Sabtu pagi tadi pasca pengumuman Kim, Trump pun segera berkomentar serta menyambut baik langkah Kim di akun twitternya. Berikut
 
"Korea Utara telah setuju untuk menunda semua uji coba nuklir dan menutup situs uji besar. Ini adalah kabar baik bagi Korea Utara dan dunia - kemajuan besar !Nantikan KTT kita," tulisnya.
 
Trump sebelumnya mengatakan KTT akan berlangsung sekitar bulan Mei atau awal Juni.
 
Sumber: Al Jazeera News
 
back to top