Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Pemerintah Kota Yogyakarta membuka peluang diterima 90% di tingkat SMP dan SD

Pemerintah Kota Yogyakarta  membuka peluang diterima 90% di tingkat SMP dan SD
Jogja-KoPi|Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta ,Edi Suharsono sampaikan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2017 membuka peluang besar bagi calon siswa bertempat tinggal di Kota Yogyakarta yang akan mendaftar SD dan  SMP.
 
Edi menyebutkan calon siswa yang bertempat tinggal atau berzonasi di Kota Yogyakarta mempunyai peluang minimal 90% diterima di SMP atau SD Kota. Sementara untuk calon siswa yang bertempat tinggal dliuar kota mempunyai peluang lebih kecil.
 
"Untuk luar kota peluang diterima dengan persentase maksimal 10%,"katanya saat diwawancarai setelah jumpa pers di SMPN 5 Yogyakarta, Selasa (4/7).
Edi menjelaskan peluang penerimaan berdasarkan zonasi tersebut dikaji mengikuti aturan kuota atau jatah setiap sekolah. Sehingga penentuan kuota SMP di Kota Yogyakartan sendiri  mengikuti ketentuan zonasi calon siswa.
 
Ketentuan ini juga mengikuti peraturan baru permendikbud no 17 tahun 2017 yang memperioritaskan jarak tempat tinggal siswa sebagai pertimbangan penerimaan siswa baru. Dalam permendikbud tersebut juga disebutkan PPDB harus transparans dalan prosesnya.
 
Edi juga menambahkan untuk menciptakan PPDB yang tranparans, pihaknya juga mulai menerapkan PPDB berbasis Real Time Online(PPDB) pada tahun ini di semua sekolah di Kota Yogyakarta.
 
Selain SMP, pihaknya juga menerapkan sistem zonasi ini untuk warga Jogja yang ingin masuk SD dengan afirmasi penambahan usia 120 hari.
 
"Bagi warga jogja yang ingin masuk SD kita juga membuka peluang yang sama,dengan afirmasi penambahan usia 120 hari,"lanjutnya.
 
Meski sistem ini sudah diterapkan pada SMP namun pihaknya tidak bisa memberikan keterangan apakah aturan zonasi dan permendikbud juga diberlakukan pada tingkat SMA. Pasalnya PPDB untuk tingkat SMA di urus oleh dinas pendidikan dan olah raga (dikpora) Yogyakarta bukan dinas pendidikan kota Yogyakarta.| Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top