Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Pemerintah Indonesia anggarkan $ 1.6 milyar untuk subsidi raskin

Pemerintah Indonesia anggarkan $ 1.6 milyar untuk subsidi raskin

Indonesia-KoPi, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memperbaiki program subsidi raskin dengan mencoba mengaplikasikan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) sebagai alat bagi masyarakat untuk dapat mengambil jatah raskin.

Safri Burhanuddin dari Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat pada hari Selasa lalu menyatakan bahwa dalam memperbaiki program raskin ini pemerintah hanya akan menjual beras bersubsidi ini kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah. “Raskin ini diadakan untuk membantu para keluarga yang tidak mampu. Beras ini tidak didistribusikan kepada keluarga dari kalangan menengah ke atas,” paparnya.


Tahun ini, pemerintah diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar 1.6 milyar dollar Amerika untuk membiayai program raskin. Jumlah ini akan membantu sekitar 15.5 juta keluarga penerima raskin. Mereka nantinya hanya perlu membayar Rp. 1,600 per kilogram berasnya.


Selain itu, pemerintah juga membenahi sistem distribusi raskin dengan menggunakan KPS sebagai syarat keluarga penerima raskin. KPS sendiri adalah kartu identitas yang dapat memungkinkan keluarga tidak mampu untuk mendapatkan program kesejahteraan sosial.


Terkait dengan kemungkinan perpindahan penduduk yang sering kali menghambat proses distribusi raskin, pemerintah juga telah berusaha untuk memperbaharui database mengenai informasi keluarga melalui pertemuan dewan daerah.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net



back to top