Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Pemerintah Indonesia anggarkan $ 1.6 milyar untuk subsidi raskin

Pemerintah Indonesia anggarkan $ 1.6 milyar untuk subsidi raskin

Indonesia-KoPi, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memperbaiki program subsidi raskin dengan mencoba mengaplikasikan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) sebagai alat bagi masyarakat untuk dapat mengambil jatah raskin.

Safri Burhanuddin dari Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat pada hari Selasa lalu menyatakan bahwa dalam memperbaiki program raskin ini pemerintah hanya akan menjual beras bersubsidi ini kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah. “Raskin ini diadakan untuk membantu para keluarga yang tidak mampu. Beras ini tidak didistribusikan kepada keluarga dari kalangan menengah ke atas,” paparnya.


Tahun ini, pemerintah diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar 1.6 milyar dollar Amerika untuk membiayai program raskin. Jumlah ini akan membantu sekitar 15.5 juta keluarga penerima raskin. Mereka nantinya hanya perlu membayar Rp. 1,600 per kilogram berasnya.


Selain itu, pemerintah juga membenahi sistem distribusi raskin dengan menggunakan KPS sebagai syarat keluarga penerima raskin. KPS sendiri adalah kartu identitas yang dapat memungkinkan keluarga tidak mampu untuk mendapatkan program kesejahteraan sosial.


Terkait dengan kemungkinan perpindahan penduduk yang sering kali menghambat proses distribusi raskin, pemerintah juga telah berusaha untuk memperbaharui database mengenai informasi keluarga melalui pertemuan dewan daerah.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net



back to top