Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pemerintah harus segera larang impor rokok elektronik

Pemerintah harus segera larang impor rokok elektronik
Surabaya – KoPi | Kemunculan rokok elektrik di Amerika pada awalnya adalah sebuah obat. Fungsi rokok elektrik awalnya untuk mengatasi ketergantungan seseorang terhadap nikotin. Di Amerika sendiri, rokok jenis ini diatur oleh FDA (Food and Drug Administration). Namun dalam perkembangannya berbagai negara justru menyalahi kapasitas tujuan awal rokok elektrik tersebut.

Berdasarkan data WHO, pengguna rokok elektrik di Indonesia telah mencapai 10,1% dari total pengguna rokok. Pengguna rokok elektrik ini sendiri merupakan para perokok aktif atau para perokok former. Perokok former itu merupakan perokok yang sudah berhenti lama, lalu mencoba jenis rokok yang dianggapnya lebih aman.

Menurut Dr. Santi Martini, dr., M.Kes., dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, masih belum banyak penelitian mengenai rokok elektrik. Namun, zat nikotin yang terkandung di dalamnya menunjukkan bahwa alat tersebut berbahaya. Adanya flavor atau penambah rasa dalam rokok elektrik menciptakan ketagihan yang tinggi.

“Bahkan anak-anak saja tentunya akan gemar dengan adanya bermacam rasa. Mereka akan berpikir bahwa rokok elektrik ini permen atau rokok yang aman,” ujarnya.

Asap yang dikeluarkan dari rokok elektrik tidak seperti yang dikeluarkan rokok biasa. Namun, adanya proses penguapan dan pengeluaran asap juga berdampak pada sekelilingnya. “Rokok elektrik itu kan mengeluarkan asap dalam bentuk penguapan. Proses penguapan itu sendiri tentunya mengandung karbondioksida. Tetap saja itu berbahaya bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Santi.

Santi mendukung penuh adanya rencana pemerintah untuk melarang impor rokok elektrik. “Bahayanya jelas sudah ada kok, jadi lebih baik pemerintah segera memberi regulasi dan memberikan larangan impor,” ujarnya.

Menurutnya larangan impor tidak akan memberi dampak yang berarti bagi pengguna rokok elektrik. Di Indonesia sendiri pengguna rokok elektrik masuk dalam kategori baru, sehingga pendistribusiannya juga tergolong tidak menyeluruh. Karenanya pemerintah harus cepat memberlakukan larangan impor terhadap rokok elektronik untuk mencegah penyebarluasan rokok jenis ini. | Labibah

back to top