Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pemerintah DIY berupaya ciptakan tata kelola pertambangan yang baik

Pemerintah DIY berupaya ciptakan tata kelola pertambangan yang baik

Jogja-KoPiPemerintah Provinsi DIY berupaya menciptakan tata kelola pertambangan yang baik di Yogyakarta dengan melakukan pengaturan perizinan, pembuatan sistem layanan informasi pertambangan terintegrasi, penetapan harga patokan mineral dan pengawasan serta pengendalian perizinan pertambangan oleh UPT di masing-masing kabupaten/kota.

Pengaturan perizinan pertambangan ini berbentuk izin pertambangan rakyat (IPR) untuk Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), dan izin usaha pertambangan (IUP) untuk Wilayah Usaha Pertambangan (WUP).

Izin Usaha Pertambangan sendiri berbentuk IUP Mineral, IUP Mineral Bukan Logam dan Batuan, dan IUP izin khusus untuk Izin Sementara Pengangkutan dan Penjualan, IUP Operasi Produksi Untuk Penjualan, IUP Operasi Produksi Khusus Pengangkutan dan Penjualan, IUP Operasi Produksi Khusus Pemurnian dan Pengolahan. Dengan wilayah pertambangan di luar wilayah cagar budaya.

“Tidak diperbolehkan terdapat tambang di wilayah cagar budaya,” jelas Edi Indrajaya, Kabid SDM DIY.

Sedangkan Pembuatan sistem layanan informasi pertambangan terintegrasi bertujuan untuk mendorong terwujudnya tata kelola pertambangan yang efektif, dengan adanya sistem pelaporan dan pengawasan yang dapat mencegah atau mendeteksi secara dini terjadinya tidak pidana korupsi.

Menurut Edi Indrajaya, salah satu kunci pengawasan pertambangan adalah aliran informasi berkait dengan perpindahan barang hasil tambang menuju pasar. Selain itu juga penerbitan ijin pertambangan harus disertai penetapan jalur angkut hasil tambang keluar area pertambangan, dan setiap jalur keluar pengangkutan dipasang CCTV yang terpantau melalui pusat monitoring di monitoring room.

Monitoring room berguna sebagai pusat pengawasan aktifitas pertambangan, sehingga pengguna dapat mengetahu kondisi riil di lapangan melalui CCTV berjaringan jarak jauh serta berfungsi sebagai pusat data informasi layanan dan pengawasan pertambangan. Layanan pemantauan untuk publik juga akan dilakukan dengan menggunakan teknologi streaming via internet yang memungkinkan publik ikut dalam mengawasi aktifitas pertambangan secara riil.

Kemudian, penetapan harga patokan mineral dilakukan berdasarkan UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Permen ESDM 17 Tahun 2010 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral dan Batubara.

Harga patokan mineral bukan logam dan batuan wajib digunakan sebagai acuan harga bagi pemegang IUP Operasi Produksi dalam penjualan mineral bukan logam dan batuan. Penetapan pajak dihitung berdasarkan harga mineral bukan logam dan batuan apabila lebih tinggi dari pada harga patokan, sedangkan harga patokan mineral bukan logam dan batuan apabila harga mineral bukan logam dan batuan lebih rendah atau sama dengan harga patokan.

Dalam upaya menciptakan tata kelola pertambangan yang baik, Pemda DIY membentuk 4 (empat) UPTD dengan tugas melaksanakan pengelolaan sarana prasarana, pengawasan dan pengendalian kegiatan ESDM sebagai bentuk pelaksanaan pengawasan dan pengendalian perizinan. |Frenda Yentin|Winda Efa Nur|

back to top