Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pemerintah didorong untuk melestarikan keris

sampel keris majapahit sampel keris majapahit

Jogjakarta-KoPi| Dosen Fakultas Teknik Fisika UGM, Prof. Sunarno mendorong pemerintah melakukan pelestarian keris. Beberapa program melalui peningkatan sosialisasi keris dan penelitian keris nusantara. Untuk penelitiankeris ini pemerintah menganggarkan langsung terhadap penelitian keris nusantara. Pasalnya setelah dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia oleh PBB, tingkat kepedulian masyarakat terhadap keris masih rendah.

Masyarakat awam masih salah kaprah menilai keris. Mereka sering terjebak keris sebagai benda pusaka yang memiliki ilmu magis.

"Mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghargai keris sebagai aset budaya nasional supaya orang itu mempertahankan keris," jelas Prof. Sunarno seusai sosialisasi keris di Puro Pakualaman pukul 18.00 WIB.

Prof. Sunarno menambahkan masyarakat Jawa yang masih kental budaya Jawa untuk tetap memelihara keris peninggalan leluhurnya.  Sementara terkait persoalan magis keris, itu bukan kendala pasalnya semua tergantung kepercayaan masing-masing.

"Tidak hanya di keris, kalo mau dimasukin (penunggu), di kursi pun juga bisa, bila tidak mampu memelihara jangan dilarung mending dibawa ke museum," imbuh Sunarno.

Keris merupakan aset budaya nasional. Peninggalan kerajaan-kerajaan terdahulu seperti keris Pajang, Singosari, Majapahit hingga Mataram Islam. Namun zaman keemasan keris pada masa zaman Kerajaan Majapahit. Saat ini keris berfungsi sebagai pelengkap busana Jawa. |Winda Efanur FS|

back to top