Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pemerintah didorong untuk melestarikan keris

sampel keris majapahit sampel keris majapahit

Jogjakarta-KoPi| Dosen Fakultas Teknik Fisika UGM, Prof. Sunarno mendorong pemerintah melakukan pelestarian keris. Beberapa program melalui peningkatan sosialisasi keris dan penelitian keris nusantara. Untuk penelitiankeris ini pemerintah menganggarkan langsung terhadap penelitian keris nusantara. Pasalnya setelah dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia oleh PBB, tingkat kepedulian masyarakat terhadap keris masih rendah.

Masyarakat awam masih salah kaprah menilai keris. Mereka sering terjebak keris sebagai benda pusaka yang memiliki ilmu magis.

"Mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghargai keris sebagai aset budaya nasional supaya orang itu mempertahankan keris," jelas Prof. Sunarno seusai sosialisasi keris di Puro Pakualaman pukul 18.00 WIB.

Prof. Sunarno menambahkan masyarakat Jawa yang masih kental budaya Jawa untuk tetap memelihara keris peninggalan leluhurnya.  Sementara terkait persoalan magis keris, itu bukan kendala pasalnya semua tergantung kepercayaan masing-masing.

"Tidak hanya di keris, kalo mau dimasukin (penunggu), di kursi pun juga bisa, bila tidak mampu memelihara jangan dilarung mending dibawa ke museum," imbuh Sunarno.

Keris merupakan aset budaya nasional. Peninggalan kerajaan-kerajaan terdahulu seperti keris Pajang, Singosari, Majapahit hingga Mataram Islam. Namun zaman keemasan keris pada masa zaman Kerajaan Majapahit. Saat ini keris berfungsi sebagai pelengkap busana Jawa. |Winda Efanur FS|

back to top