Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Pemerintah didorong untuk melestarikan keris

sampel keris majapahit sampel keris majapahit

Jogjakarta-KoPi| Dosen Fakultas Teknik Fisika UGM, Prof. Sunarno mendorong pemerintah melakukan pelestarian keris. Beberapa program melalui peningkatan sosialisasi keris dan penelitian keris nusantara. Untuk penelitiankeris ini pemerintah menganggarkan langsung terhadap penelitian keris nusantara. Pasalnya setelah dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia oleh PBB, tingkat kepedulian masyarakat terhadap keris masih rendah.

Masyarakat awam masih salah kaprah menilai keris. Mereka sering terjebak keris sebagai benda pusaka yang memiliki ilmu magis.

"Mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghargai keris sebagai aset budaya nasional supaya orang itu mempertahankan keris," jelas Prof. Sunarno seusai sosialisasi keris di Puro Pakualaman pukul 18.00 WIB.

Prof. Sunarno menambahkan masyarakat Jawa yang masih kental budaya Jawa untuk tetap memelihara keris peninggalan leluhurnya.  Sementara terkait persoalan magis keris, itu bukan kendala pasalnya semua tergantung kepercayaan masing-masing.

"Tidak hanya di keris, kalo mau dimasukin (penunggu), di kursi pun juga bisa, bila tidak mampu memelihara jangan dilarung mending dibawa ke museum," imbuh Sunarno.

Keris merupakan aset budaya nasional. Peninggalan kerajaan-kerajaan terdahulu seperti keris Pajang, Singosari, Majapahit hingga Mataram Islam. Namun zaman keemasan keris pada masa zaman Kerajaan Majapahit. Saat ini keris berfungsi sebagai pelengkap busana Jawa. |Winda Efanur FS|

back to top