Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pemerintah baru Irak, Ban Ki-moon senang

Pemerintah baru Irak, Ban Ki-moon senang

PBB-KoPi, Sekretaris Umum PBB Ban Ki-moon pada hari Senin menyambut dengan senang formasi pemerintah Irak yang baru, dengan mengatakan, “itu adalah langkah positif menuju politik yang stabil dan keamanan di negara tersebut.

“Sekretaris Umum PBB menyambut bahagia saat pemerintah inklusif  yang baru di Irak diumumkan dan mengucapkan selamat kepada Haider al-Abadi yang telah menjadi Perdana Menteri di Irak,” sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Ban.

“Di situasi yang menantang bagi Irak saat ini, keputusan Majelis Permusyawaratan Irak adalah langkah yang positif menuju politik yang stabil dan keamanan di Irak,” tambahnya.

Pada hari Senin, Parlemen Irak menyetujui kabinet baru dari al-Abadi dan programnya selam 4 tahun ke depan, namun ada portofilio yang belum diiisi nama karena masih ada perselisihan, yaitu menteri pertahanan dan menteri dalam negeri. Al-Abadi meminta waktu tambahan beberapa minggu untuk melengkapi kekurangan tersebut.

“Ban meminta semua pemimpin Irak untuk membangun kerja sama untuk meyakinkan bahwa sebuah keputusan yang dibuat tidak ada kelambatan dan menunggu pengangkatan menteri pertahanan dan menteri dalam negeri,” kata pernyataan yang dibuat oleh juru bicara Ban.


(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top