Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Pemerintah baru Irak, Ban Ki-moon senang

Pemerintah baru Irak, Ban Ki-moon senang

PBB-KoPi, Sekretaris Umum PBB Ban Ki-moon pada hari Senin menyambut dengan senang formasi pemerintah Irak yang baru, dengan mengatakan, “itu adalah langkah positif menuju politik yang stabil dan keamanan di negara tersebut.

“Sekretaris Umum PBB menyambut bahagia saat pemerintah inklusif  yang baru di Irak diumumkan dan mengucapkan selamat kepada Haider al-Abadi yang telah menjadi Perdana Menteri di Irak,” sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Ban.

“Di situasi yang menantang bagi Irak saat ini, keputusan Majelis Permusyawaratan Irak adalah langkah yang positif menuju politik yang stabil dan keamanan di Irak,” tambahnya.

Pada hari Senin, Parlemen Irak menyetujui kabinet baru dari al-Abadi dan programnya selam 4 tahun ke depan, namun ada portofilio yang belum diiisi nama karena masih ada perselisihan, yaitu menteri pertahanan dan menteri dalam negeri. Al-Abadi meminta waktu tambahan beberapa minggu untuk melengkapi kekurangan tersebut.

“Ban meminta semua pemimpin Irak untuk membangun kerja sama untuk meyakinkan bahwa sebuah keputusan yang dibuat tidak ada kelambatan dan menunggu pengangkatan menteri pertahanan dan menteri dalam negeri,” kata pernyataan yang dibuat oleh juru bicara Ban.


(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top