Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Pementasan "Perampok" karya Rendra di TIM Jakarta

Ilus: DS Priyadi Ilus: DS Priyadi

Siaran Pers


Jakarta-KoPi- Burungmerak Press dan Pusat Kesenian Jakarta akan menggelar pertunjukan drama "Perampok" 29-30 Agustus 2014, pukul 19.30 WIB di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, yang akan disutradarai oleh Edi Haryono. Naskah ini terilhami karya The Robbers karya Friedrich Schiller (1759-1805), ditulis oleh Rendra dengan penyesuaian komposisi anggota Bengkel Teater yang waktu itu tengah giat berlatih di Ketanggungan Wetan Ng. VI/165 Yogyakarta sebagai pemeran-pemerannya.

Syahdan, Nyai Adipati Lumajang menggantikan posisi almarhum suaminya, Adipati Lumajang. Legowo, anak sulungnya dikirim oleh gurunya, Sunan Giri Prapen, ke Mataram untuk membantu Sultan Agung mempersatukan Jawa dan menyadarkan para Senopati dari pola hidup yang koruptif. Sedang adiknya, Sudrajat, diam-diam berusaha menggeser kedudukan Legowo sebagai Adipati Lumajang yang baru.

Usaha Sudrajat memfitnah kakaknya berhasil membuat ibunya sakit dan berujung meninggal. Ia membujuk Sumbogo supaya menyamar sebagai utusan Mataram dan mengabarkan kehidupan Legowo di Mataram yang bejad, gemar berjudi dan berfoya-foya, terlilit utang ratusan ribu ringgit, meniduri istri seorang Senopati dan akhirnya menikam Senopati itu ketika memergoki perbuatan bejadnya.

Sudrajat juga berusaha merebut pacar Legowo, Roro Kumolo. Tetapi gadis manis ini mengendus tipu muslihat jahatnya. Roro Kumolo menolak.

Fitnah Sudradjat membuat Legowo marah kepada ibunya. Legowo juga marah pada keadaan buruk yang dihadapinya. Ia memutuskan masuk ke dalam hutan dan mengumumkan dirinya menjadi perampok dengan nama baru Joko Geger.

Beberapa pendekar yang frustrasi terhadap keadaan pemerintahan yang korup itu menyatakan diri bergabung dengan Joko Geger. Banyak pula pengikut-pengikut baru yang membuat Jogo Geger makin disegani. Ia merampok harta dari rumah orang-orang yang korup dan mendermakan hasil korupsinya untuk membantu rakyat miskin serta membantu pesantren-pesantren yang mengikuti ajaran guru yang dihormatinya, Sunan Giri Prapen.

Bagaimana selanjutnya? Apakah Legowo membiarkan Sudrajat menduduki tahta Adipati Lumajang yang adalah hak warisnya? Apakah Legowo bisa ketemu lagi dengan Roro Kumolo? Dan bagaimana Sudrajat? Penulis drama ini, Rendra, akan makin terasa memukau dan menantang para aktor dan aktris untuk mengakhiri drama yang ambisius dan romantis khas Jawa ini. Jangan lupa juga pesan Sunan Giri Perapen yang mendukung Sultan Agung untuk mengusir kekuatan dagang Kulit Putih dari tanah Jawa.

PEMAIN: SUDRAJAT, putra kedua alm. Adipati Lumajang - Angin Kamajaya • NYAI ADIPATI LUMAJANG, janda Adipati Lumajang – Ken Zuraida • SENTANU, pendekar, teman Legowo – Sambu Margono • KOSAMBI, ahli strategi, teman Legowo – Muhammad Ibdal • LEGOWO, putra sulung almarhum Adipati Lumajang – Faiz Hasiroto • RASMOLO, pendekar, teman setia Legowo – Eko Aris Setyawan • GENDER, pendekar, teman Legowo – Joebert B. Mogot • SAMYUR, pengikut Legowo – Holis Mabrur • SUROSO, santri Sunan Giri Perapen – Zen Al-ansory • GOMBREH, pendekar, teman Legowo - Wahyudi • RORO KUMOLO, kekasih Legowo – Regina Gandes Mutiary • SUMBOGO, putra bupati Karang Abang – Iradat Ungkai Megah • MBOK WAGIRAH, abdi Adipati Lumajang – Lucy Zahari • RONDO DADAP, penduduk desa Sumber Agung – Dzatmiati Sari • HONGGO AWANG, pengawal dari Mataram – Awan Sanwani • UTUSAN PERAPEN, utusan Sunan Giri Perapen – Budi Priuk – PEMUSIK: • Sri Waluya • Kibar M. Pembela • Setiawan Hardyanto • Sutrisno S.sn • Arif Prastyo P • Rahardyan Febri  Y. • Risnandar • Sinyoinsani – ARTISTIK: Artistik Panggung, Pencatat Bloking – Budi Klontonk • Perancang & Pembuat Properti – Sambu Margono • Perancang Kostum – Sambu Margono • Penata Kostum – Lily Suardi • Artistik Make Up – Budi Klontonk • Artistik Latihan – Budi Priuk • Pelatih Pemain Metode Rendra – Ken Zuraida • Pelatih Gerak & Suplir – Pipien Putri • Komposer – Sri Waluyo • Penata Musik – Kibar Muhammad Pembela • Penata Lampu – Jose Rizal Manua • Stage Manager – Herman Sepu • Grafis – DS Priyadi • Naskah – Rendra • Sutradara – Edi Haryono

back to top