Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pemda Sleman Pasif Menanggapi Raperda Madrasah Diniyah

Pemda Sleman Pasif Menanggapi Raperda Madrasah Diniyah

Winda Efanur FS , Haerul Mustakim


Sleman- KoPi- Usulan Raperda MDT oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) tidak berjalan mulus. Hal itu terbukti dengan alotnya proses diskusi diantara fraksi-fraksi anggota DPRD Sleman. Selama ini FKDT telah enam kali melakukan audiensi  dengan DPRD. Pihaknya juga dibantu oleh Kementrian Agama Sleman untuk lobi-lobi ke pusat Pemda.

Menurut ketua FKDT Sleman, Mardiansyah, draft awal yang diajukan tentang MDT, tetapi karena tarik menarik antar fraksi diganti menjadi tentang keagamaan. Hal itu untuk merespon  terhadap pluralitas agama di Kabupaten Sleman. Raperda sebaiknya mengakomodasi semua kepentingan pendidikan agama, bukan hanya agama Islam.

“Saat ini berkas udah masuk, katanya tinggal menunggu anggota dewan rapat dan segera bisa ketok palu. Memang ada fraksi tertentu yang kurang menyetujui, tapi itu kembali kepada hak bersuara masing-masing”, kata Mardiansyah.

Namun saat dikonfirmasi via telepon oleh Koranopini.com Sekretaris DPRD Kabupaten Sleman,pihak DPRD  belum berani berkomentar mengenai Raperda MDT ini dengan alasan Komisi D yang menanganinya belum terbentuk.

Tindak lanjut ajuan FKDT belum tentu kepastiannya menunggu DPRD Kabupten Sleman menyelesaikan kelengkapannya paska pemilihan DPRD baru.

Sementara itu, Humas Kabupaten Sleman mengaku belum mendapatkan informasinya.

"Berkasnya belum sampai di Pemda," terang Humas Pemda Sleman via telepon.

back to top