Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pemda Sleman Pasif Menanggapi Raperda Madrasah Diniyah

Pemda Sleman Pasif Menanggapi Raperda Madrasah Diniyah

Winda Efanur FS , Haerul Mustakim


Sleman- KoPi- Usulan Raperda MDT oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) tidak berjalan mulus. Hal itu terbukti dengan alotnya proses diskusi diantara fraksi-fraksi anggota DPRD Sleman. Selama ini FKDT telah enam kali melakukan audiensi  dengan DPRD. Pihaknya juga dibantu oleh Kementrian Agama Sleman untuk lobi-lobi ke pusat Pemda.

Menurut ketua FKDT Sleman, Mardiansyah, draft awal yang diajukan tentang MDT, tetapi karena tarik menarik antar fraksi diganti menjadi tentang keagamaan. Hal itu untuk merespon  terhadap pluralitas agama di Kabupaten Sleman. Raperda sebaiknya mengakomodasi semua kepentingan pendidikan agama, bukan hanya agama Islam.

“Saat ini berkas udah masuk, katanya tinggal menunggu anggota dewan rapat dan segera bisa ketok palu. Memang ada fraksi tertentu yang kurang menyetujui, tapi itu kembali kepada hak bersuara masing-masing”, kata Mardiansyah.

Namun saat dikonfirmasi via telepon oleh Koranopini.com Sekretaris DPRD Kabupaten Sleman,pihak DPRD  belum berani berkomentar mengenai Raperda MDT ini dengan alasan Komisi D yang menanganinya belum terbentuk.

Tindak lanjut ajuan FKDT belum tentu kepastiannya menunggu DPRD Kabupten Sleman menyelesaikan kelengkapannya paska pemilihan DPRD baru.

Sementara itu, Humas Kabupaten Sleman mengaku belum mendapatkan informasinya.

"Berkasnya belum sampai di Pemda," terang Humas Pemda Sleman via telepon.

back to top