Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pemda Sleman Pasif Menanggapi Raperda Madrasah Diniyah

Pemda Sleman Pasif Menanggapi Raperda Madrasah Diniyah

Winda Efanur FS , Haerul Mustakim


Sleman- KoPi- Usulan Raperda MDT oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) tidak berjalan mulus. Hal itu terbukti dengan alotnya proses diskusi diantara fraksi-fraksi anggota DPRD Sleman. Selama ini FKDT telah enam kali melakukan audiensi  dengan DPRD. Pihaknya juga dibantu oleh Kementrian Agama Sleman untuk lobi-lobi ke pusat Pemda.

Menurut ketua FKDT Sleman, Mardiansyah, draft awal yang diajukan tentang MDT, tetapi karena tarik menarik antar fraksi diganti menjadi tentang keagamaan. Hal itu untuk merespon  terhadap pluralitas agama di Kabupaten Sleman. Raperda sebaiknya mengakomodasi semua kepentingan pendidikan agama, bukan hanya agama Islam.

“Saat ini berkas udah masuk, katanya tinggal menunggu anggota dewan rapat dan segera bisa ketok palu. Memang ada fraksi tertentu yang kurang menyetujui, tapi itu kembali kepada hak bersuara masing-masing”, kata Mardiansyah.

Namun saat dikonfirmasi via telepon oleh Koranopini.com Sekretaris DPRD Kabupaten Sleman,pihak DPRD  belum berani berkomentar mengenai Raperda MDT ini dengan alasan Komisi D yang menanganinya belum terbentuk.

Tindak lanjut ajuan FKDT belum tentu kepastiannya menunggu DPRD Kabupten Sleman menyelesaikan kelengkapannya paska pemilihan DPRD baru.

Sementara itu, Humas Kabupaten Sleman mengaku belum mendapatkan informasinya.

"Berkasnya belum sampai di Pemda," terang Humas Pemda Sleman via telepon.

back to top