Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pemda DIY segera bentuk Lembaga Pengelola Kawasan Malioboro

Pemda DIY segera bentuk Lembaga Pengelola Kawasan Malioboro

Jogja-KoPi| Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta segera membentuk Lembaga setingkat provinsi sebagai pengelola kawasan Malioboro.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan(Bappeda) DIY Taviv Agus Rayanto. Taviv pun melihat kawasan Malioboro dimasa mendatang akan menjadi pusat perekonomian dan pariwisata DIY.Namun demikian pembangunan ekonomi serta pariwisata berlangsung lambat.

"Selama ini saya lihat pembangunan di wilayah Malioboro melambat ,dan tidak pernah selesai karena diurusi oleh dua pemerintah. Maka dibutuhkan suatu lembaga setingkat provinsi yang fokus mengurusi dan mensinergikan pembangunan di kawasan ini," ujar Taviv di Kompleks Kantor Gubenur DIY,Senin (7/8).


Oleh karenanya,ia menjelaskan pembentukan lembaga ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan kemajuan di kawasan Malioboro.ia menambahkan lembaga tersebut dibuat untuk bertugas membuat perencanaan masa depan, mensinergikan dan mendorong percepatan pembangunan.

Sementara lembaga ini direncanakan akan berbentuk seperti Sekretaris bersama (Sekber) pengelolaan sampah Kartomantul yang sudah ada saat ini. Anggotanya terdiri dari perwakilan berbagai macam SKPD kota Yogyakarta dan Pemda DIY.

Taviv mengatakan konsep perencanaan pengembangan dan pembangunan di Kawasan Malioboro akan dibawahi Lembaga ini. Dan pelaksanaan dilapangan dilakukan oleh SKPD yang tergabung didalamnya.

"Isi SKPD nya seperti Dinas Pariwisata, Kebudayaan ,Satpol PP, UPT Malioboro dan Dinas PU,"Ucapnya.

Kedepan ,lembaga ini tidak hanya mengurusi Jalan Malioboro saja. Namun pembangunan dan pengaturan di daerah sekitar jalan Malioboro juga menjadi fokus perhatian.

Seperti pembangunan pedestrian disekitar stasiun tugu ,Kota baru, pengaturan perparkiran di sisi sisi Jalan Malioboro serta pengaturan lalu lintas di Jalan Bhayangkara dan Jalan Mataram di belakang jalan utama Malioboro.

"UPT Malioboro yang sudah ada kemungkinan tetap dipertahankan. Hanya tugasnya lebih ke teknis pengerjaan dilapangan,"tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Organisasi YB Jarot Budi Harjo mengatakan lembaga ini ditargetkan dibentuk pada akhir 2017. Dan pihaknya saat ini tengah menyusun tugas, wewenang,tanggung jawab serta komunikasi antar SKPD|Syidiq SyaifulArdli

back to top