Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pembukaan Program Artist in Residence RedBase 2016

Pembukaan Program Artist in Residence RedBase 2016

Jogja-KoPi| REDBASE Foundation melalui program A.I.R (Artist in Residence) menyajikan hasil dari dua bulan residensi seniman dalam pameran berjudul “FRICTION” oleh seniman yang berasal dari Bandung, Abshar Platisza. Abshar merupakan salah satu dari 20 finalis Young Artist Award 2016 yang diselenggarakan oleh REDBASE Foundation.

Pameran ini berfokus pada beberapa album fotografi vernakular yang ditemukan oleh Abshar di sentra barang bekas di Yogyakarta dimana foto-foto tersebut berisi tentang kehidupan sehari-hari aktifitas masyarakat.

Stagnansi dari kegiatan didalam foto, yang berasal dari tahun 1970an hingga sekarang, menuntunnya untuk meneliti dan mempertanyakan mengenai friksi dari mereka yang hidup berdampingan dengan Kali Opak, melalui ekplorasi artistik yang baru.

Dalam waktu 2 bulan residensi di REDBASE Foundation, Abshar mengekplorasi dinamika artistik kota dengan mengunjungi ruang seni dan mempelajari teknik bio-art dari HONFanblab Art Collective, serta meneliti mengenai fotografi vernacular di Badan Arsip Nasional Yogyakarta.

Selain meneliti, lokasi dari REDBASE Foundation di desa Bangunharjo, Sewon, Bantul, telah menuntunnya untuk mengeksplorasi tradisi sekitar yang memperlihatkan kegiatan “stagnan” sehari-hari para petani – seperti menanam atau membajak sawah – sebuah friksi yang mempertanyakan waktu, realita dan ruang.

Abshar Platisza lahir di Bandung, Indonesia pada tahun 1992 dan baru saja lulus dari ITB (Bandung-Indonesia) Fakultas Seni Rupa, jurusan seni grafis. Dia telah memamerkan karyanya secara luas, di Indonesia dan Singapura, serta berpartisipasi dalam ARTJOG 2014. Dia adalah seorang finalis dari SPOT ART 2013, dan ia juga penerima penghargaan bergengsi, Panorama Indonesia Award, dari Galeri Nasional, Jakarta - Indonesia.

Proyek Mural Moki

Bersamaan dengan pameran program A.I.R, REDBASE Foundation juga mengadakan peluncuran proyek mural oleh seniman Yogyakarta, Prihatmoko Moki, karya-karya print dengan seri yang sama juga dipamerkan.

Proyek mural dan pameran ini mewakili salah satu program dalam mendukung dan memamerkan karya seniman muda dan emerging Indonesia yang memenangkan kompetisi Young Artist Award yang diselenggarakan oleh REDBASE Foundation tahun ini. Prihatmoko Moki merupakan salah seorang 20 finalis YAA.

“Yogyakarta saat ini berubah dengan sangat cepat, menjadi kota yang berkembang, tetapi tidak bersahabat dan ramah lagi untuk penduduknya.

Begitu banyak isu-isu yang bermasalah, seperti hotel yang dibangun dimana-mana menyebabkan menyusutnya cadangan air tanah, tidak ada lagi ruang publik kecuali pusat perbelanjaan, ramainya lalu lintas, dan banyak lagi. Cara hidup kita pun berubah menjadi karakter individual dan egois.

Sekarang ini pemerintah hanya tertarik dengan investasi dan perusahaan. Sangat banyak slogan dan protes mengenai hal ini, termasuk “Jogja Ora di Dol” (Jogja Tidak Dijual), “Jogja Asat” dan sebagainya.

Di seri mural ini saya menggambarkan tokoh para prajurit Kraton Jogja sebagai metafora bagi para penduduk kota ini, yang mengalami disorientasi dengan tidak adanya Raja mereka.”

Prihatmoko Moki lahir di Yogyakarta – Indonesia tahun 1982, lulus dari ISI Yogyakarta jurusan seni Grafis tahun 2009. Bersama dengan Malcolm Smith (AU) membentuk Krack! Studio di Yogyakarta, studio dan galeri yang berfokus pada printmaking pada tahun 2012. Tahun 2015 Moki mengikuti residensi di Megalo Print Studio di Canberra, Australia. Banyak pameran grup yang diikutinya baik nasional maupun internasional seperti di Australia dan Italia.

Pameran Program A.I.R. (Artist In Residence) Seniman: ABSHAR PLATISZA (Bandung)Pembukaan: Rabu, 29 Juni 2016, 5 pm Waktu Pameran: 29 Juni – 23 Juli 2016

back to top