Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Pembukaan Program Artist in Residence RedBase 2016

Pembukaan Program Artist in Residence RedBase 2016

Jogja-KoPi| REDBASE Foundation melalui program A.I.R (Artist in Residence) menyajikan hasil dari dua bulan residensi seniman dalam pameran berjudul “FRICTION” oleh seniman yang berasal dari Bandung, Abshar Platisza. Abshar merupakan salah satu dari 20 finalis Young Artist Award 2016 yang diselenggarakan oleh REDBASE Foundation.

Pameran ini berfokus pada beberapa album fotografi vernakular yang ditemukan oleh Abshar di sentra barang bekas di Yogyakarta dimana foto-foto tersebut berisi tentang kehidupan sehari-hari aktifitas masyarakat.

Stagnansi dari kegiatan didalam foto, yang berasal dari tahun 1970an hingga sekarang, menuntunnya untuk meneliti dan mempertanyakan mengenai friksi dari mereka yang hidup berdampingan dengan Kali Opak, melalui ekplorasi artistik yang baru.

Dalam waktu 2 bulan residensi di REDBASE Foundation, Abshar mengekplorasi dinamika artistik kota dengan mengunjungi ruang seni dan mempelajari teknik bio-art dari HONFanblab Art Collective, serta meneliti mengenai fotografi vernacular di Badan Arsip Nasional Yogyakarta.

Selain meneliti, lokasi dari REDBASE Foundation di desa Bangunharjo, Sewon, Bantul, telah menuntunnya untuk mengeksplorasi tradisi sekitar yang memperlihatkan kegiatan “stagnan” sehari-hari para petani – seperti menanam atau membajak sawah – sebuah friksi yang mempertanyakan waktu, realita dan ruang.

Abshar Platisza lahir di Bandung, Indonesia pada tahun 1992 dan baru saja lulus dari ITB (Bandung-Indonesia) Fakultas Seni Rupa, jurusan seni grafis. Dia telah memamerkan karyanya secara luas, di Indonesia dan Singapura, serta berpartisipasi dalam ARTJOG 2014. Dia adalah seorang finalis dari SPOT ART 2013, dan ia juga penerima penghargaan bergengsi, Panorama Indonesia Award, dari Galeri Nasional, Jakarta - Indonesia.

Proyek Mural Moki

Bersamaan dengan pameran program A.I.R, REDBASE Foundation juga mengadakan peluncuran proyek mural oleh seniman Yogyakarta, Prihatmoko Moki, karya-karya print dengan seri yang sama juga dipamerkan.

Proyek mural dan pameran ini mewakili salah satu program dalam mendukung dan memamerkan karya seniman muda dan emerging Indonesia yang memenangkan kompetisi Young Artist Award yang diselenggarakan oleh REDBASE Foundation tahun ini. Prihatmoko Moki merupakan salah seorang 20 finalis YAA.

“Yogyakarta saat ini berubah dengan sangat cepat, menjadi kota yang berkembang, tetapi tidak bersahabat dan ramah lagi untuk penduduknya.

Begitu banyak isu-isu yang bermasalah, seperti hotel yang dibangun dimana-mana menyebabkan menyusutnya cadangan air tanah, tidak ada lagi ruang publik kecuali pusat perbelanjaan, ramainya lalu lintas, dan banyak lagi. Cara hidup kita pun berubah menjadi karakter individual dan egois.

Sekarang ini pemerintah hanya tertarik dengan investasi dan perusahaan. Sangat banyak slogan dan protes mengenai hal ini, termasuk “Jogja Ora di Dol” (Jogja Tidak Dijual), “Jogja Asat” dan sebagainya.

Di seri mural ini saya menggambarkan tokoh para prajurit Kraton Jogja sebagai metafora bagi para penduduk kota ini, yang mengalami disorientasi dengan tidak adanya Raja mereka.”

Prihatmoko Moki lahir di Yogyakarta – Indonesia tahun 1982, lulus dari ISI Yogyakarta jurusan seni Grafis tahun 2009. Bersama dengan Malcolm Smith (AU) membentuk Krack! Studio di Yogyakarta, studio dan galeri yang berfokus pada printmaking pada tahun 2012. Tahun 2015 Moki mengikuti residensi di Megalo Print Studio di Canberra, Australia. Banyak pameran grup yang diikutinya baik nasional maupun internasional seperti di Australia dan Italia.

Pameran Program A.I.R. (Artist In Residence) Seniman: ABSHAR PLATISZA (Bandung)Pembukaan: Rabu, 29 Juni 2016, 5 pm Waktu Pameran: 29 Juni – 23 Juli 2016

back to top