Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Pembuatan nata decoco sudah benar, karena pakai rujukan pakar

Pembuatan nata decoco sudah benar, karena pakai rujukan pakar

Sleman-KoPi|Selama sepekan terakhir masyarakat DIY digelisahkan dengan pemberitaan  media tentang nata de coco. Penggunaan pupuk ZA di pabrik milik DA untuk pembuatan nata de coco dianggap mercuni konsumen.

Penyegelan usaha nata decoco seketika  melumpuhkan produksi nata de coco yang telah berjalan puluhan tahun lamanya. Bahkan imbasnya telah merambah pengusaha nata di Jawa Timur, dan Jawa barat.

Salah satu pengusaha nata decoco asal Godean, Puryono marah dengan pemberitaan media yang kurang berimbang tentang natade coco. Menurut Puryono media terlalu mempelintir kasus nata decoco. Bagi Puryono seharusnya masyarakat dipahamkan terlebih dahulu tentang posisi pengusaha nata.

“Masyarakat selama ini salah kaprah, dalam nata decoco ada dua kelompok besar. Pertama kelompok tani nata, penghasil nata decoco. Kedua, pengusaha makanan dan minuman yang memanfatkan nata decoco (industri) ”, papar Puryono.

Peran petani nata decoco hanya menyediakan media bakteri acetobacter xilynum untuk membuat nata decoco. Sementara pengusaha industri melanjutkan pengemasan nata decoco sesuai pesanan merk perusahaan lain.
“Jadi tugas petani, hanya membiakan bakteri itu”

Untuk memberi penjelasan kepada masyarakat Puryono memaparkan proses pembuatan nata decoco dengan sistem hidroponik:

Bahan membuat media:

·    Air kelapa, untuk nutrisi
·    Gula, untuk karbon
·    Pupuk ZA, untuk meningkatkan kekuatan dan mempercepat pengembiakan bakteri
·    Asam cuka, mengkondisikan habitat bakteri

Menyiapkan media untuk pengembangbiakan bakteri:

§    air kelapa100 liter
§    Gula 0,4 %
§    ZA 0,4 %
§    Cuka 40 cc

Rumusan di diatas berdasarkan rujukan para pakar, buku dan hasil seminar loka karya. Sehingga penggunaan pupuk ZA dalam prosesnya bukanlah suatu yang menyalahi aturan. Pasalnya ambang batas penggunaan pupuk ZA 1%, sementara petani nata hanya menggunakan 0,4 %.

Meskipun berdasarkan rujukan yang ilmiah pihak BPOM DIY, praktisi pertanian dan dinas terkiat lainnya tetap menganjurkan untuk menggunakan foodgrad. |Winda Efanur FS |

back to top