Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Pemberian ASI oleh ibu yang berkarir

Pemberian ASI oleh ibu yang berkarir

Surabaya-KoPi, Sebagai cairan yang sangat dibutuhkan bayi, pemberian ASI tidak dapat dilepaskan dari bayi. Namun, perkembangan dunia kerja yang menjadikan perempuan, terutama ibu, tidak bisa lepas dari kantor membuat pemberian ASI kepada bayinya terhalang.

Menurut dokter spesialis anak RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) Kendangsari yang berlokasi di Jalan Raya Kendangsari 38 Surabaya, dr. Dini Adityarini, SpA hal tersebut bukanlah alasan yang menghambat pemberian ASI oleh ibu kepada bayinya.

“Sekarang, ibu yang bekerja tetap bisa memberikan ASI kepada bayinya. RSIA Kendangsari memberikan penyuluhan berupa cara-caranya.”

Salah satu caranya adalah memerah ASI yang kemudian dimasukkan ke dalam lemari pendingin.

“ASI yang dipompa terlebih dahulu dari ibu, kemudian disimpan di lemari pendingin. ASI disimpan di tempat yang beku, agar bakteri tidak dapat masuk.”

Dengan cara disimpan di lemari pendingin, ASI akan dapat bertahan lama dan dapat diberikan kepada bayi tanpa langsung dari dada sang ibu. Namun sebaiknya masa ASI yang telah disimpan di lemari pendingin tidaklah terlalu lama.

“Asi yang lebih dari 96 jam akan mengalami penurunan kandungan sel darah putih, namun masih lebih bagus daripada kualitas susu formula.”

Selain hal tersebut, faktor kebijakan pemerintah juga mempengaruhi kesempatan ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya. 

“Di Surabaya, ada peraturan dari Walikota yang menyatakan bahwa setiap institusi meberikan waktu kepada ibu agar selama kerja dapat memerah ASI-nya untuk kebutuhan bayi.”

Sang ibu-pun tidak perlu khawatir untuk mengantarkan ASI-nya kepada bayinya. Selain keluarga yang dinilai dapat membantu, saat ini juga muncul bisnis baru yang menawarkan jasa mengantarkan ASI kepada bayinya di rumah.

 

Reporter: Yogi Ishabib - Yudho NP

back to top