Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pembangunan Gaza tersendat, warga cemas

Pembangunan Gaza tersendat, warga cemas
Gaza-KoPi- Pembangunan kembali Gaza tersendat karena persaingan politik dan hambatan teknis. Beberapa lusin ton kantong semen yang disimpan dalam gudang merupakan satu-satunya bahan material yang baru bisa dipersiapkan. Pembanguna Gaza diperkirakan akan menghabiskan dana lebih dari $ 2.700.000.000.

Program ini diluncurkan dengan harapan yang tinggi pada sebuah konferensi internasional di Kairo pada 12 Oktober lalu. Akan tetapi program tersebut mengalami kendala karena perselisihan antara fraksi Palestina yang bersaing agar bisa mengontrol Gaza, Hamas dan Fatah. 

Puluhan ribu warga Gaza yang tinggal di tempat penampungan komunal atau reruntuhan rumah sangat bergantung pada pemerintah untuk segera membangun kembali kota mereka yang hancur. Tercatat bahwa sebelumnya perang antara Israel dan militan Hamas telah menghancurkan sekitar 100.000 rumah di jalur Gaza. 

"Kami sedang menunggu dan menunggu," kata Samer al-Khaisy, seorang warga Gaza yang tinggal bersama istri dan tiga anak perempuan dalam satu ruangan apartemen yang rusak dengan lubang di dinding yang ditutupi dengan lembaran plastik. 

Mendapatkan semen, baja, dan kerikil dari Israel ke Gaza merupakan tantangan besar karena blokade yang diberlakukan oleh Israel dan Mesir pada tahun 2007 setelah Hamas merebut wilayah dari Presiden Palestina yang didukung oleh Mahmud Abbas. 

Sejak Hamas menyerahkan kendali kepada pemerintah persatuan Palestina yang melaporkan kepada Abbas untuk memimpin rekonstruksi. 

Pada gilirannya, PBB merancang sebuah sistem dimana Israel secara bertahap akan mengurangi larangan menjual bahan bangunan ke Gaza. Dengan pemantau PBB, pengiriman ke Gaza dipastikan tidak dialihkan oleh Hamas untuk kepentingan militer. 

Sejauh ini, Israel hanya mengirimkan sekitar 400 ton semen dalam pengiriman tunggal. Hal tersebut  mendorong tuduhan bermotif politik-ulur dari Menteri Kabinet Palestina, Mamun Abu Shahla. Rintangan lain pembangunan Gaza adalah hubungan penuh antara Hamas dan Abbas dan perbedaan atas pembagian tanggung jawab. 

Hamas ingin menyimpan beberapa pejabat di kargo persimpangan perbatasan utama Israel-Gaza, tetapi pemerintah ingin mengirim tim sendiri di sana dengan alasan agar mempercepat impor.

Irfan Ridlowi

Sumber: foxnews.com

 

back to top