Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pembangunan Gaza tersendat, warga cemas

Pembangunan Gaza tersendat, warga cemas
Gaza-KoPi- Pembangunan kembali Gaza tersendat karena persaingan politik dan hambatan teknis. Beberapa lusin ton kantong semen yang disimpan dalam gudang merupakan satu-satunya bahan material yang baru bisa dipersiapkan. Pembanguna Gaza diperkirakan akan menghabiskan dana lebih dari $ 2.700.000.000.

Program ini diluncurkan dengan harapan yang tinggi pada sebuah konferensi internasional di Kairo pada 12 Oktober lalu. Akan tetapi program tersebut mengalami kendala karena perselisihan antara fraksi Palestina yang bersaing agar bisa mengontrol Gaza, Hamas dan Fatah. 

Puluhan ribu warga Gaza yang tinggal di tempat penampungan komunal atau reruntuhan rumah sangat bergantung pada pemerintah untuk segera membangun kembali kota mereka yang hancur. Tercatat bahwa sebelumnya perang antara Israel dan militan Hamas telah menghancurkan sekitar 100.000 rumah di jalur Gaza. 

"Kami sedang menunggu dan menunggu," kata Samer al-Khaisy, seorang warga Gaza yang tinggal bersama istri dan tiga anak perempuan dalam satu ruangan apartemen yang rusak dengan lubang di dinding yang ditutupi dengan lembaran plastik. 

Mendapatkan semen, baja, dan kerikil dari Israel ke Gaza merupakan tantangan besar karena blokade yang diberlakukan oleh Israel dan Mesir pada tahun 2007 setelah Hamas merebut wilayah dari Presiden Palestina yang didukung oleh Mahmud Abbas. 

Sejak Hamas menyerahkan kendali kepada pemerintah persatuan Palestina yang melaporkan kepada Abbas untuk memimpin rekonstruksi. 

Pada gilirannya, PBB merancang sebuah sistem dimana Israel secara bertahap akan mengurangi larangan menjual bahan bangunan ke Gaza. Dengan pemantau PBB, pengiriman ke Gaza dipastikan tidak dialihkan oleh Hamas untuk kepentingan militer. 

Sejauh ini, Israel hanya mengirimkan sekitar 400 ton semen dalam pengiriman tunggal. Hal tersebut  mendorong tuduhan bermotif politik-ulur dari Menteri Kabinet Palestina, Mamun Abu Shahla. Rintangan lain pembangunan Gaza adalah hubungan penuh antara Hamas dan Abbas dan perbedaan atas pembagian tanggung jawab. 

Hamas ingin menyimpan beberapa pejabat di kargo persimpangan perbatasan utama Israel-Gaza, tetapi pemerintah ingin mengirim tim sendiri di sana dengan alasan agar mempercepat impor.

Irfan Ridlowi

Sumber: foxnews.com

 

back to top