Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Pembangunan Gaza tersendat, warga cemas

Pembangunan Gaza tersendat, warga cemas
Gaza-KoPi- Pembangunan kembali Gaza tersendat karena persaingan politik dan hambatan teknis. Beberapa lusin ton kantong semen yang disimpan dalam gudang merupakan satu-satunya bahan material yang baru bisa dipersiapkan. Pembanguna Gaza diperkirakan akan menghabiskan dana lebih dari $ 2.700.000.000.

Program ini diluncurkan dengan harapan yang tinggi pada sebuah konferensi internasional di Kairo pada 12 Oktober lalu. Akan tetapi program tersebut mengalami kendala karena perselisihan antara fraksi Palestina yang bersaing agar bisa mengontrol Gaza, Hamas dan Fatah. 

Puluhan ribu warga Gaza yang tinggal di tempat penampungan komunal atau reruntuhan rumah sangat bergantung pada pemerintah untuk segera membangun kembali kota mereka yang hancur. Tercatat bahwa sebelumnya perang antara Israel dan militan Hamas telah menghancurkan sekitar 100.000 rumah di jalur Gaza. 

"Kami sedang menunggu dan menunggu," kata Samer al-Khaisy, seorang warga Gaza yang tinggal bersama istri dan tiga anak perempuan dalam satu ruangan apartemen yang rusak dengan lubang di dinding yang ditutupi dengan lembaran plastik. 

Mendapatkan semen, baja, dan kerikil dari Israel ke Gaza merupakan tantangan besar karena blokade yang diberlakukan oleh Israel dan Mesir pada tahun 2007 setelah Hamas merebut wilayah dari Presiden Palestina yang didukung oleh Mahmud Abbas. 

Sejak Hamas menyerahkan kendali kepada pemerintah persatuan Palestina yang melaporkan kepada Abbas untuk memimpin rekonstruksi. 

Pada gilirannya, PBB merancang sebuah sistem dimana Israel secara bertahap akan mengurangi larangan menjual bahan bangunan ke Gaza. Dengan pemantau PBB, pengiriman ke Gaza dipastikan tidak dialihkan oleh Hamas untuk kepentingan militer. 

Sejauh ini, Israel hanya mengirimkan sekitar 400 ton semen dalam pengiriman tunggal. Hal tersebut  mendorong tuduhan bermotif politik-ulur dari Menteri Kabinet Palestina, Mamun Abu Shahla. Rintangan lain pembangunan Gaza adalah hubungan penuh antara Hamas dan Abbas dan perbedaan atas pembagian tanggung jawab. 

Hamas ingin menyimpan beberapa pejabat di kargo persimpangan perbatasan utama Israel-Gaza, tetapi pemerintah ingin mengirim tim sendiri di sana dengan alasan agar mempercepat impor.

Irfan Ridlowi

Sumber: foxnews.com

 

back to top