Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pembangunan Gaza tersendat, warga cemas

Pembangunan Gaza tersendat, warga cemas
Gaza-KoPi- Pembangunan kembali Gaza tersendat karena persaingan politik dan hambatan teknis. Beberapa lusin ton kantong semen yang disimpan dalam gudang merupakan satu-satunya bahan material yang baru bisa dipersiapkan. Pembanguna Gaza diperkirakan akan menghabiskan dana lebih dari $ 2.700.000.000.

Program ini diluncurkan dengan harapan yang tinggi pada sebuah konferensi internasional di Kairo pada 12 Oktober lalu. Akan tetapi program tersebut mengalami kendala karena perselisihan antara fraksi Palestina yang bersaing agar bisa mengontrol Gaza, Hamas dan Fatah. 

Puluhan ribu warga Gaza yang tinggal di tempat penampungan komunal atau reruntuhan rumah sangat bergantung pada pemerintah untuk segera membangun kembali kota mereka yang hancur. Tercatat bahwa sebelumnya perang antara Israel dan militan Hamas telah menghancurkan sekitar 100.000 rumah di jalur Gaza. 

"Kami sedang menunggu dan menunggu," kata Samer al-Khaisy, seorang warga Gaza yang tinggal bersama istri dan tiga anak perempuan dalam satu ruangan apartemen yang rusak dengan lubang di dinding yang ditutupi dengan lembaran plastik. 

Mendapatkan semen, baja, dan kerikil dari Israel ke Gaza merupakan tantangan besar karena blokade yang diberlakukan oleh Israel dan Mesir pada tahun 2007 setelah Hamas merebut wilayah dari Presiden Palestina yang didukung oleh Mahmud Abbas. 

Sejak Hamas menyerahkan kendali kepada pemerintah persatuan Palestina yang melaporkan kepada Abbas untuk memimpin rekonstruksi. 

Pada gilirannya, PBB merancang sebuah sistem dimana Israel secara bertahap akan mengurangi larangan menjual bahan bangunan ke Gaza. Dengan pemantau PBB, pengiriman ke Gaza dipastikan tidak dialihkan oleh Hamas untuk kepentingan militer. 

Sejauh ini, Israel hanya mengirimkan sekitar 400 ton semen dalam pengiriman tunggal. Hal tersebut  mendorong tuduhan bermotif politik-ulur dari Menteri Kabinet Palestina, Mamun Abu Shahla. Rintangan lain pembangunan Gaza adalah hubungan penuh antara Hamas dan Abbas dan perbedaan atas pembagian tanggung jawab. 

Hamas ingin menyimpan beberapa pejabat di kargo persimpangan perbatasan utama Israel-Gaza, tetapi pemerintah ingin mengirim tim sendiri di sana dengan alasan agar mempercepat impor.

Irfan Ridlowi

Sumber: foxnews.com

 

back to top