Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Peluncuran dan Diskusi Buku Menyelami Lautan Film

Peluncuran dan Diskusi Buku Menyelami Lautan Film

Sleman-KoPi| Mahasiswa konsentrasi studi Film Sinema mengadakan acara Peluncuran dan Diskusi Buku: Menyelami Lautan Film. Acara diselenggarakan Senin 5 Desember 2016, di Lobby Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY).

Acara ini menghadirkan Aloysius Bramantyo (Mahasiswa FISIP UAJY) sebagai moderator, Lucas Deni Setiawan (Dosen FISIP UAJY) sebagai pembicara pertama, Judith Brenda (Mahasiswa FISIP UAJY) sebagai pembicara kedua dan Fajar Junaedi, S.IP., M.Si. sebagai dosen pengampu konsentrasi studi tersebut.

“Sebenarnya, kami boleh mengkaji apa saja, namun Pak Lucas memberi pola yang mengerucut ke film. Oleh sebab itu kita akhirnya memilih untuk mengkaji film”, tutur Judith saat bercerita mengenai proses pembuatan buku.

Hal yang menarik dalam buku ini adalah adanya kajian mengenai film-film di era Orde Baru dan pasca Orde Baru. Misalnya pada bagian bab Remaja terdapat film Lupus yang di kaji. "Karakter Lupus pada orde baru nyleneh dan jahil, sedangkan pada sesudah orde baru, karakter Lupus menjadi santun dan religius. Hal ini menujukan bahwa setelah orde baru, Lembaga Sensor Indonesia lebih ketat dalam menyeleksi film-film," ujar Judith. Dalam buku ini juga dijelaskan mengenai trend masyarakat yang berubah seiring perkembangan zaman. Misalnya sebelum muncul film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), film dengan genre cinta kurang laris di pasaran. Setelah muncul film tersebut, masyarakat mulai minat dengan film genre cinta dan banyak bermunculan film seperti AADC.

Lucas berharap mahasiswa tidak hanya menerbitkan buku untuk tugas kuliah saja. Ia berharap mahasiswa terus berkarya sehingga karya-karyanya dapat dibukukan.

"Jika Anda menerbitkan buku, maka Anda tidak akan tenggelam oleh waktu. Anak cucu Anda bisa mengenal Anda dengan cara membaca karya-karya Anda," kata Lucas. Jun menambahkan, “Suatu saat ketika wisuda, mahasiswa tidak hanya memberikan skripsi saja namun juga sebuah buku." Kata Lucas. |Elsa|

back to top