Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Peluncuran dan Diskusi Buku Menyelami Lautan Film

Peluncuran dan Diskusi Buku Menyelami Lautan Film

Sleman-KoPi| Mahasiswa konsentrasi studi Film Sinema mengadakan acara Peluncuran dan Diskusi Buku: Menyelami Lautan Film. Acara diselenggarakan Senin 5 Desember 2016, di Lobby Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY).

Acara ini menghadirkan Aloysius Bramantyo (Mahasiswa FISIP UAJY) sebagai moderator, Lucas Deni Setiawan (Dosen FISIP UAJY) sebagai pembicara pertama, Judith Brenda (Mahasiswa FISIP UAJY) sebagai pembicara kedua dan Fajar Junaedi, S.IP., M.Si. sebagai dosen pengampu konsentrasi studi tersebut.

“Sebenarnya, kami boleh mengkaji apa saja, namun Pak Lucas memberi pola yang mengerucut ke film. Oleh sebab itu kita akhirnya memilih untuk mengkaji film”, tutur Judith saat bercerita mengenai proses pembuatan buku.

Hal yang menarik dalam buku ini adalah adanya kajian mengenai film-film di era Orde Baru dan pasca Orde Baru. Misalnya pada bagian bab Remaja terdapat film Lupus yang di kaji. "Karakter Lupus pada orde baru nyleneh dan jahil, sedangkan pada sesudah orde baru, karakter Lupus menjadi santun dan religius. Hal ini menujukan bahwa setelah orde baru, Lembaga Sensor Indonesia lebih ketat dalam menyeleksi film-film," ujar Judith. Dalam buku ini juga dijelaskan mengenai trend masyarakat yang berubah seiring perkembangan zaman. Misalnya sebelum muncul film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), film dengan genre cinta kurang laris di pasaran. Setelah muncul film tersebut, masyarakat mulai minat dengan film genre cinta dan banyak bermunculan film seperti AADC.

Lucas berharap mahasiswa tidak hanya menerbitkan buku untuk tugas kuliah saja. Ia berharap mahasiswa terus berkarya sehingga karya-karyanya dapat dibukukan.

"Jika Anda menerbitkan buku, maka Anda tidak akan tenggelam oleh waktu. Anak cucu Anda bisa mengenal Anda dengan cara membaca karya-karya Anda," kata Lucas. Jun menambahkan, “Suatu saat ketika wisuda, mahasiswa tidak hanya memberikan skripsi saja namun juga sebuah buku." Kata Lucas. |Elsa|

back to top