Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pelukis Indonesia pameran di Museum Van Gogh

Pelukis Indonesia pameran di Museum Van Gogh

Amsterdam-KoPi|Kelompok seni rupa internasional Fenix, akan melakukan pameran bersama di Museum Van Gogh di Amsterdam, Belanda, Jum'at 20 Februari 2015.

Fenix merupakan kelompok artis internasional multidisiplin yang beranggotakan seniman Indonesia, Benin, Jerman, dan Spanyol. Kelompok terdiri dari Koes Komo (Indonesia, pelukis, sketser), Joeri Verbiest ( pelukis, penyair), Danie Dansaou (pelukis), AmsterSam (fotgrafer), Roberto Carlos Gracia (spanyol, pematung), Danny van der Laan (musisi, pelukis). Nama Fenix sendiri diambil dari anak Koes Komo.

Koes Komo, pendiri Fenix menjelaskan bahwa pameran besok menampilkan karya-karya lukisan, drawing, fotografi, patung, dan film. Pameran ini dibuka dengan penampilan musik akustik dan poetry reading di Lovestein Castlle. Karya-karya Fenix sejauh ini merupakan karya-karya yang terinspirasi Vincent van Gogh.

Pameran di Museum Van Gogh ini menurut Komo adalah bagian rangkaian panjang dari pameran-pameran yang mereka tampilkan di Belgia dan Belanda sebelumnya.

"Fenix berpameran di taman-taman kota di seluruh Belanda, Belgia dan Gereja sebelum ini," terang Koes Komo.|Aliancah

Media

back to top