Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Pelaku mutilasi TKI di Hongkong “Harus di hukum mati!!”

news.sky.com news.sky.com

Hongkong-Kopi- Keluarga dari Sumarti Ningsih 25 tahun, TKI asal Indonesia yang dibunuh di Hong Kong menuntut bahwa pelaku pembunuhan harus di hukum mati.

Ayah dari Ningsih angkat bicara sehari setelah bankir berkebangsaan Inggris Rurik Jutting muncul di pengadilan atas dakwaan pembunuhan Sumarti dan satu perempuan Indonesia lainnya yang dikenal sebagai Jess Lorena di Hong Kong.

Tubuh Ningsih yang telah di mutilasi dan membusuk di temukan pada hari Sabtu di dalam sebuah koper di balkon apartemen kelas atas milik Jutting di sebelah selatan kota Tiongkok. 

Ningsih yang memiliki anak berumur lima tahun yang juga dikenal sebagai Alice ditemukan beberapa jam setelah polisi menggeledah apartemen tersebut dengan membawa dokumen pengadilan yang menyatakan bahwa Ningsih dibunuh pada tanggal 27 oktober. Ayah Ningsih mengatakan bahwa “Saya ingin pembunuh anak saya di hukum mati!!”.

Dia mengatakan bahwa keluarganya mengetahui kabar tersebut setelah teman dari korban memberitahu kabar tersebut. “Kami sangat terkejut ketika ditelpon kalau anak kami dibunuh. Apalagi setelah tahu bahwa tubuh anak kami di mutilasi dan sulit di identifikasi.”

Kaliman, ayah Ningsih mengatakan bahwa anaknya telah mentransfer sejumlah uang pada tanggal 22 Oktober tetapi dia tidak tahu kabar tentang anak perempuannya. Polisi mengatakan bahwa korban merupakan pekerja prostitusi, tetapi keluarga korban mengatakan Ningsih bekerja di salah satu restoran di Hong Kong.

Konsulat resmi Indonesia mengkonfirmasi bahwa keluarga korban telah diberitahu mengenai kematian mereka. Sam Aryadi wakil kepala konsulat mengatakan“Kepala konsultan sedang mengusahakan untuk segera mengirim kedua jenazah tersebut ke Indonesia.”    

Aryadi juga mengkonfirmasi bahwa kepolisian Hong Kong akan melakukan sebuah “rekonstruksi” terhadap pelaku pembunuhan pada hari Jumat mendatang.

Linatul Malihah

(Editor: Irfan Ridlowi)

Sumber: news.sky.com

back to top