Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

Pelaku mutilasi TKI di Hongkong “Harus di hukum mati!!”

news.sky.com news.sky.com

Hongkong-Kopi- Keluarga dari Sumarti Ningsih 25 tahun, TKI asal Indonesia yang dibunuh di Hong Kong menuntut bahwa pelaku pembunuhan harus di hukum mati.

Ayah dari Ningsih angkat bicara sehari setelah bankir berkebangsaan Inggris Rurik Jutting muncul di pengadilan atas dakwaan pembunuhan Sumarti dan satu perempuan Indonesia lainnya yang dikenal sebagai Jess Lorena di Hong Kong.

Tubuh Ningsih yang telah di mutilasi dan membusuk di temukan pada hari Sabtu di dalam sebuah koper di balkon apartemen kelas atas milik Jutting di sebelah selatan kota Tiongkok. 

Ningsih yang memiliki anak berumur lima tahun yang juga dikenal sebagai Alice ditemukan beberapa jam setelah polisi menggeledah apartemen tersebut dengan membawa dokumen pengadilan yang menyatakan bahwa Ningsih dibunuh pada tanggal 27 oktober. Ayah Ningsih mengatakan bahwa “Saya ingin pembunuh anak saya di hukum mati!!”.

Dia mengatakan bahwa keluarganya mengetahui kabar tersebut setelah teman dari korban memberitahu kabar tersebut. “Kami sangat terkejut ketika ditelpon kalau anak kami dibunuh. Apalagi setelah tahu bahwa tubuh anak kami di mutilasi dan sulit di identifikasi.”

Kaliman, ayah Ningsih mengatakan bahwa anaknya telah mentransfer sejumlah uang pada tanggal 22 Oktober tetapi dia tidak tahu kabar tentang anak perempuannya. Polisi mengatakan bahwa korban merupakan pekerja prostitusi, tetapi keluarga korban mengatakan Ningsih bekerja di salah satu restoran di Hong Kong.

Konsulat resmi Indonesia mengkonfirmasi bahwa keluarga korban telah diberitahu mengenai kematian mereka. Sam Aryadi wakil kepala konsulat mengatakan“Kepala konsultan sedang mengusahakan untuk segera mengirim kedua jenazah tersebut ke Indonesia.”    

Aryadi juga mengkonfirmasi bahwa kepolisian Hong Kong akan melakukan sebuah “rekonstruksi” terhadap pelaku pembunuhan pada hari Jumat mendatang.

Linatul Malihah

(Editor: Irfan Ridlowi)

Sumber: news.sky.com

back to top