Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pelaku mutilasi TKI di Hongkong “Harus di hukum mati!!”

news.sky.com news.sky.com

Hongkong-Kopi- Keluarga dari Sumarti Ningsih 25 tahun, TKI asal Indonesia yang dibunuh di Hong Kong menuntut bahwa pelaku pembunuhan harus di hukum mati.

Ayah dari Ningsih angkat bicara sehari setelah bankir berkebangsaan Inggris Rurik Jutting muncul di pengadilan atas dakwaan pembunuhan Sumarti dan satu perempuan Indonesia lainnya yang dikenal sebagai Jess Lorena di Hong Kong.

Tubuh Ningsih yang telah di mutilasi dan membusuk di temukan pada hari Sabtu di dalam sebuah koper di balkon apartemen kelas atas milik Jutting di sebelah selatan kota Tiongkok. 

Ningsih yang memiliki anak berumur lima tahun yang juga dikenal sebagai Alice ditemukan beberapa jam setelah polisi menggeledah apartemen tersebut dengan membawa dokumen pengadilan yang menyatakan bahwa Ningsih dibunuh pada tanggal 27 oktober. Ayah Ningsih mengatakan bahwa “Saya ingin pembunuh anak saya di hukum mati!!”.

Dia mengatakan bahwa keluarganya mengetahui kabar tersebut setelah teman dari korban memberitahu kabar tersebut. “Kami sangat terkejut ketika ditelpon kalau anak kami dibunuh. Apalagi setelah tahu bahwa tubuh anak kami di mutilasi dan sulit di identifikasi.”

Kaliman, ayah Ningsih mengatakan bahwa anaknya telah mentransfer sejumlah uang pada tanggal 22 Oktober tetapi dia tidak tahu kabar tentang anak perempuannya. Polisi mengatakan bahwa korban merupakan pekerja prostitusi, tetapi keluarga korban mengatakan Ningsih bekerja di salah satu restoran di Hong Kong.

Konsulat resmi Indonesia mengkonfirmasi bahwa keluarga korban telah diberitahu mengenai kematian mereka. Sam Aryadi wakil kepala konsulat mengatakan“Kepala konsultan sedang mengusahakan untuk segera mengirim kedua jenazah tersebut ke Indonesia.”    

Aryadi juga mengkonfirmasi bahwa kepolisian Hong Kong akan melakukan sebuah “rekonstruksi” terhadap pelaku pembunuhan pada hari Jumat mendatang.

Linatul Malihah

(Editor: Irfan Ridlowi)

Sumber: news.sky.com

back to top