Menu
Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Australia 1972 cacat hukum

Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Austr…

Kupang-KoPi| Penulis Bu...

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tidur untuk pertanian

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tid…

Akademi Militer - Gubernu...

Gus Ipul berharap semua terbiasa baca shalawat

Gus Ipul berharap semua terbiasa ba…

  Surabaya-KoPi| Wa...

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Sleman-KoPi| Universita...

Teliti isu multikultur dalam film Indonesia

Teliti isu multikultur dalam film I…

Bantul-KoPi| Sejarah pe...

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Sektor UMKM

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Se…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan kedaulatan Laut Timor

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan k…

Kupang-KoPi|Pembela nel...

Kapolda DIY segera lakukan operasi pasar kontrol harga beras

Kapolda DIY segera lakukan operasi …

Sleman-KoPi|Kepala Pold...

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY digeser

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY d…

Sleman-KoPi|Polda DIY m...

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

Pengedar Sabu di Sleman berhasil di…

Sleman-KoPi| Satuan res...

Prev Next

Pelaku klitih rata-rata berusia sekitar 15 tahunan

klitihih

Jogja-KoPi|Kepolisian Sektor Wilayah Jetis (Polsek Jetis ) berhasil menangkap kawanan pelaku tindak pengeroyokan atau tergolong kasus kilith. Setelah diselidiki, kawanan yang beranggotakan total 6 orang pelaku ini ternyata masih dibawah umur.

"Identitas pelaku semuanya dibawah umur,rata-rata mereka berusia 14 dan 15 Tahun, paling tua satu orang usia 16 tahun," ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Jetis, Muzakki saat pers Release di kantor Polsek Jetis ,Jumat (22/12).

Kelima pelaku berhasil ditangkap sementara satu masih buron namun polisi sudah mengantongi identitas sang pelaku. Kelima pelaku yang berhasil ditangkap berinisial FSL, KVN, ARY, RF dan ALG. Semuanya berdomisili di Kota Yogyakarta dan semua masih duduk dibangku sekolah tingkat menengah pertama (SMP).

"Mereka semua berasal dari SMP yang berbeda-beda,ada yang masih kelas Satu, kelas Dua, dan baru ada masuk kelas tiga,"ucap Muzakki.

Polsek Jetis pun berhasil mengamankan dan menemukan dua senjata tajam jenis pedang masing-masing berukuran 50-70 cm yang sempat dibuang para pelaku.

Sementara kronologis singkatnya ,Kepala Polsek Jetis ,Haryanto menceritakan bahwa antara pelaku dan korban hanya berpapasan di tempat kejadian perkara di Jalan AM Sangaji pada kamis dinihari kemarin (21/12).

Pelapor sekaligus teman korban Abdul Rauf Abi Nur, menceritakan saat itu ia bersama korban Rizki Romadani serta satu lagi temannya sekaligus saksi,Tri Mulyono pulang ke rumah setelah bermain game di Daerah Monjali pada pukul 03.00 WIB.

Naas, saat melewati jalan AM Sangaji, tepatnya di perempatan jetis,Korban bersama pelapor, dan saksi berpapasan dengan kawanan pelaku. Disaat itulah, kawanan pelaku melakukan tindak pengeroyokan dengan cara menebas korban dengan sebilah senjata tajam jenis Pedang.

"Dari rombongan pelaku, mereka berteriak 'Woi' ,rombongan pelaku balik arah dan melakukan pembacokkan, motif tidak saling kenal dan kebetulan sama sama melintas. Korban dari arah utara ke selatan ,pelaku dari arah selatan ke utara,"tutur Haryanto.

Sabetan pedang mengenai pundak sebelah kanan korban. Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini, korban Rizki hanya menerima luka 5 jahitan di pundaknya.

Setelah mendapat laporan pada kamis itu, Polsek Jetis membawa korban ke RS Ludiro dan kebetulan Polisi juga berpapasan para pelaku yang sedang menjenguk teman mereka di RS Ludiro.

"Saat berpapasan dengan kami,ada penjenguk (pelaku) tiba-tiba panik dan berusaha lari,kami pun mengejar mereka. Ternyata berdasarkan keterangan korban yang ingat salah satu wajah pelaku, mereka ini ternyata pelakunya,Tiga orang kami tangkap hari itu,"jelasnya

Haryanto pun menetapkan kelima pelaku ini sebagai tersangka setelah berhasil menangkap 2 pelaku lainnya pada Jumat dinihari tadi. Satu lainnya masih buron. Mereka pun dijerat dengan kasus tindak pidana pengeroyokan, perkara pasal 170 KUHP.

Kapolsek pun mengimbuhkan meski para pelaku dibawah umur ,semuanya tetap akan diberikan hukuman berdasarkan perkara,hanya saja pemberian sanksi berbeda dibanding pelaku-pelaku yang sudah berusia dewasa.

Sementara itu Kasubag Humas Polresta Yogyakarta, Partuti menyesalkan kasus klitih pengeroyokan dengan pelaku dibawah umur terjadi. Pasalnya ia melihat peran orang tua sangat minim bagi para pelaku untuk mengintervensi tindak kejahatan anak.

Oleh karenanya ia menghimbau agar Orang tua dan Guru dapat mengatur lebih sifat anak serta aktif mengawasi mereka

"Peran Orang Tua dan Guru agar mengatur dan mengawasi anaknya. Buat sang anak lelah di kegiatan pagi hari agar malamnya digunakan waktu istirahat, bukan keluar-keluar pada dinihari," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top