Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pelaku klitih yang tewaskan remaja Yogyakarta tertangkap

Pelaku klitih yang tewaskan remaja Yogyakarta tertangkap

Jogja-KoPi| Tim Polresta Yogyakarta berhasil menangkap 5 kawanan pelaku klitih yang beraksi dan menewakan seorang korban di Balaikota Sabtu malam lalu (11/3), sementara dua orang lagi masih dalam proses pengejaran.

Kapolresta Yogyakarta Tommy Wibisono S.I.K menjelaskan pembunuanan tersebut bermotif kemarahan kareba korban mengumpat saat berpapasan dengan kawanan klitih. Sang eksekutor berinsial SR yang membonceng joki berinisial Ai mengendarai kendaraan motor KLX tidak terima dengan umpatan korban.

Mereka memutar kendaraan dan mengejar korban dan SR menyabetkan clurit ke tubuh korban yang berada di posisi memboceng.

"Dua kelompok berpapasan, satu kelompok (korban) mengumpat kata 'bajingan', pelaku tidak terima dan mengejar korban, satu sabetan korban pun tumbang, ketiga pelaku lainnya mengawal dan mengawasi sekitar," jelasnya saat press release di Polresta DIY,Selasa (14/1).

Tommy mengatakan kawanan ini memang sudah mempersiapkan senjata sejak awal. Senjata yang disiapkan berupa 4 buah senjata tajam berupa celurit dua buah,satu pedang dengan sarungnya,satu bilah pedang karat dan dua buah gear motor.

klthih2

Dengan bukti senjata yang dipersiapkan sejak awal ini menguatkan dugaan bahwa pelaku memang sudah berniat bertindak kriminal.

Menurut Tommy pelaku klithih melakukan aksi mereka secara acak dan tidak saling mengenal.

"Mereka berpapasan dan satu mengumpat dan satu mengekskusi namun mereka saling tidak mengenal, pelaku memang memilih korban secara acak," tambahnya.

Tiga dari lima pelaku berusia di bawah 18 tahun dan berstatus pelajar di Yogyakarta. Sang eksekutor sendiri masih berumur 17 tahun dan duduk di bangku SMA swasta. Sementara 4 lainnya bervariasi ada yang masih duduk di bangku SMA, SMP, dan pengangguran.

Kelima pelaku dan dua yang masih buron akan dikenai pasal dan sanksi yang sesuai dengan ketentuan pembunuhan dan penganiayaan yang mengarah hilangnya nyawa pasal 338 dan pasal 354 KUHP dan tetap akan diproses segera dalam waktu lima belas hari.

"Mereka akan segera diproses di pengadilan sesuai UU yang berlaku dan dalam waktu dekat yaitu 15 hari," pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top