Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pelaku klitih yang tewaskan remaja Yogyakarta tertangkap

Pelaku klitih yang tewaskan remaja Yogyakarta tertangkap

Jogja-KoPi| Tim Polresta Yogyakarta berhasil menangkap 5 kawanan pelaku klitih yang beraksi dan menewakan seorang korban di Balaikota Sabtu malam lalu (11/3), sementara dua orang lagi masih dalam proses pengejaran.

Kapolresta Yogyakarta Tommy Wibisono S.I.K menjelaskan pembunuanan tersebut bermotif kemarahan kareba korban mengumpat saat berpapasan dengan kawanan klitih. Sang eksekutor berinsial SR yang membonceng joki berinisial Ai mengendarai kendaraan motor KLX tidak terima dengan umpatan korban.

Mereka memutar kendaraan dan mengejar korban dan SR menyabetkan clurit ke tubuh korban yang berada di posisi memboceng.

"Dua kelompok berpapasan, satu kelompok (korban) mengumpat kata 'bajingan', pelaku tidak terima dan mengejar korban, satu sabetan korban pun tumbang, ketiga pelaku lainnya mengawal dan mengawasi sekitar," jelasnya saat press release di Polresta DIY,Selasa (14/1).

Tommy mengatakan kawanan ini memang sudah mempersiapkan senjata sejak awal. Senjata yang disiapkan berupa 4 buah senjata tajam berupa celurit dua buah,satu pedang dengan sarungnya,satu bilah pedang karat dan dua buah gear motor.

klthih2

Dengan bukti senjata yang dipersiapkan sejak awal ini menguatkan dugaan bahwa pelaku memang sudah berniat bertindak kriminal.

Menurut Tommy pelaku klithih melakukan aksi mereka secara acak dan tidak saling mengenal.

"Mereka berpapasan dan satu mengumpat dan satu mengekskusi namun mereka saling tidak mengenal, pelaku memang memilih korban secara acak," tambahnya.

Tiga dari lima pelaku berusia di bawah 18 tahun dan berstatus pelajar di Yogyakarta. Sang eksekutor sendiri masih berumur 17 tahun dan duduk di bangku SMA swasta. Sementara 4 lainnya bervariasi ada yang masih duduk di bangku SMA, SMP, dan pengangguran.

Kelima pelaku dan dua yang masih buron akan dikenai pasal dan sanksi yang sesuai dengan ketentuan pembunuhan dan penganiayaan yang mengarah hilangnya nyawa pasal 338 dan pasal 354 KUHP dan tetap akan diproses segera dalam waktu lima belas hari.

"Mereka akan segera diproses di pengadilan sesuai UU yang berlaku dan dalam waktu dekat yaitu 15 hari," pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top