Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Pelajaran dari PAN adalah jangan konyol

Pelajaran dari PAN adalah jangan konyol

Secara mengejutkan, Partai Amanat Nasional (PAN) meloncat dari kubu Koalisi Merah Putih ke Koalisi Indonesia Hebat. Keputusan Ketua Umum Partai ini Zulkifli Hasan kemudian juga direstui oleh pendirinya Amin Rais (3/9).
Keputusan PAN ini secara permukaan memperlihatkan kegaduhan dan pelbagai reaksi dari tokoh-tokoh partai sekutunya dari awal, seperti menyebut berkhianat dan sebagainya.

Lebih gaduh lagi bila kita masuk dalam wilayah dunia maya yang sesungguhnya merupakan medan perang abadi dari pelbagai kepentingan politik antara kubu pro Prabowo dan Jokowi.

Hujatan dan cacian pun yang ditujukan kepan Amin Rais, Zulkifli Hasan dan PAN sendiri bertebaran di dinding-dinding facebook dan media sosial lain.

Realitas politik yang terjadi sekarang seperti fenomena meloncatnya PAN dari basis koalisi ke koalisi lainnya tentu sebenarnya menjadi pelajaran bagi masyarakat. Bahwa dalam politik tidak ada musuh dan kawan abadi -yang abadi hanyalah kepentingan. Baik kepentingan kekuasaan atau memang benar demi kepentingan bangsa.

Fenomena PAN tentu tidak sendiri, hal yang sama juga dilakukan oleh banyak elit politik secara personal maupun partai baik di masa lalu, kini dan yang akan datang.

Dengan demikian permusuhan nyaris abadi yang diperlihatkan para pendukung partai dan tokoh politik di media sosial maupun dunia nyata dengan demikian juga berarti kesia-siaan.

Untuk itu, sebaiknya masyarakat tidak perlu melakukan kekonyolan dengan menebar emosi saling gontok antar masyarakat yang memiliki kepentingan yang sama sebagai rakyat dan bangsa. Hanya demi mendukung buta seorang tokoh dan partai. Sebaiknya kita mengambil pelajaran itu agar tidak konyol.

Tentu saja, hal ini juga menjadi tanggung jawab partai dan elit politik untuk memberikan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat. Lebih jauh lagi memberikan jaminan agar masyarakat hidup dalam perdamaian dan sejahtera. Dan bila itu tidak dilakukan, artinya kita memang hidup di antara kekonyolan yang konsisten.

back to top