Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pelajaran dari PAN adalah jangan konyol

Pelajaran dari PAN adalah jangan konyol

Secara mengejutkan, Partai Amanat Nasional (PAN) meloncat dari kubu Koalisi Merah Putih ke Koalisi Indonesia Hebat. Keputusan Ketua Umum Partai ini Zulkifli Hasan kemudian juga direstui oleh pendirinya Amin Rais (3/9).
Keputusan PAN ini secara permukaan memperlihatkan kegaduhan dan pelbagai reaksi dari tokoh-tokoh partai sekutunya dari awal, seperti menyebut berkhianat dan sebagainya.

Lebih gaduh lagi bila kita masuk dalam wilayah dunia maya yang sesungguhnya merupakan medan perang abadi dari pelbagai kepentingan politik antara kubu pro Prabowo dan Jokowi.

Hujatan dan cacian pun yang ditujukan kepan Amin Rais, Zulkifli Hasan dan PAN sendiri bertebaran di dinding-dinding facebook dan media sosial lain.

Realitas politik yang terjadi sekarang seperti fenomena meloncatnya PAN dari basis koalisi ke koalisi lainnya tentu sebenarnya menjadi pelajaran bagi masyarakat. Bahwa dalam politik tidak ada musuh dan kawan abadi -yang abadi hanyalah kepentingan. Baik kepentingan kekuasaan atau memang benar demi kepentingan bangsa.

Fenomena PAN tentu tidak sendiri, hal yang sama juga dilakukan oleh banyak elit politik secara personal maupun partai baik di masa lalu, kini dan yang akan datang.

Dengan demikian permusuhan nyaris abadi yang diperlihatkan para pendukung partai dan tokoh politik di media sosial maupun dunia nyata dengan demikian juga berarti kesia-siaan.

Untuk itu, sebaiknya masyarakat tidak perlu melakukan kekonyolan dengan menebar emosi saling gontok antar masyarakat yang memiliki kepentingan yang sama sebagai rakyat dan bangsa. Hanya demi mendukung buta seorang tokoh dan partai. Sebaiknya kita mengambil pelajaran itu agar tidak konyol.

Tentu saja, hal ini juga menjadi tanggung jawab partai dan elit politik untuk memberikan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat. Lebih jauh lagi memberikan jaminan agar masyarakat hidup dalam perdamaian dan sejahtera. Dan bila itu tidak dilakukan, artinya kita memang hidup di antara kekonyolan yang konsisten.

back to top