Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

PDIP bukan Partai PKI

PDIP bukan Partai PKI

Jogja-KoPi| Bambang Praswanto, Ketua DPD PDIP Yogyakarta, menegaskan PDI Perjuangan bukan bagian dan berafiliasi dengan PKI, Jumat (3/2). Bambang menjelasakan dalam Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga PDIP dijelaskan bahwa PDIP merupakan fusi dari 5 partai politik yang menjadi dasar lahirnya PDIP, yaitu Partai Nasional Indonesia, Partai Katolik, Partai Kristen Indonesia, Partai Orba, dan IPI.

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa azas yang dianut PDIP adalah azas Pancasila yang sesuai dengan UUD 45.

Isu yang dihembuskan bahwa PDIP  merupakan PKI menurutnya adalah sebuah sikap tanpa dasar yang ingin menjatuhkan PDIP.

"Isu yang dihembuskan kalau kami PKI tidak ada dasarnya sama sekali. Dalam Anggaran Dasar kita berazas Pancasila. Isu yg disampaikan sama sekali tidak berdasar, semua kader, pimpinan harus taat pada anggaran dasar dan rumah tangga. Jadi tidak mungkin kalau PKI. Isu ingin menjatuhkan PDIP," jelasnya.

Pancasila yang menjadi azas PDIP merupakan peningkatan cara berpikir dari manifesto komunis dan declaration of independent. Sedangkan manifesto komunis sendiri memiliki kelemahan dengan tidak adanya ketuhanan yang Maha ESA, dan declaration of independent memiliki kelemahan tidak secara tegas menegaskan adanya keadilan sosial.

Namun, Pancasila merupakan sublimasi antara keduanya yang ingin menghilangkan kelemahan tersebut.

Menurut Bambang, isu yang dilontarkan ini merupakan bentuk ketakutan orang-orang atas penerapan Pancasila secara benar.

"lni adalah upaya menjatuhkan PDIP. Mereka terancam kalau Pancasila diterapkan sebetul-betulnya, dibalik mereka adalah orang-orang yang anti dengan Pancasila. Dengan diterapkan nawacita mereka terancam", ujarnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top