Menu
Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun Menderita

Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun…

Kupang-KoPi| Rakyat kor...

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan Mahasiswa HI UMY ke Tiongkok

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan…

Bantul-KoPi| Nur Indah ...

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Sehat

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Seh…

Jogja-KoPi| Depresu bis...

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa Untuk Anak Desa Gamplong

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa…

Jogja-KoPi| Unit Kegiat...

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banyak Investasi India di Jatim

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banya…

New Delhi-KoPi| Gubernu...

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kota Magelang

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kot…

Magelang-KoPi| Menyambu...

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi Dilema

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi…

Bantul-KoPi| Kemerdekaa...

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA KOMPENSASI BUKAN CSR

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA …

Kupang-KoPi| Gubernur N...

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gelar Workshop dan Pelatihan Make Up

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gela…

Jogja-KoPi| Mempunyai w...

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasan Bisnis Pada Calon Startup UGM

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasa…

Jogja-KoPi| Mantan CEO ...

Prev Next

Pasutri Kriminal berhasil diringkus Polres Sleman di Magelang

kriminal

Sleman-KoPi| Pasangan suami istri (Pasutri) pelaku kejahatan tindak pencurian dengan pemberatan (Curat) di Tempel,Sleman berhasil dibekuk unit reserse kriminal Polres Sleman.

Kedua pelaku, sang istri berinisial EN (40) dan suami berinisial SY(43) berdomisili Magelang melakukan pencurian tersebut pada 23 Desember 2017 di wilayah Polres Sleman. Empat hari kemudian, 27 Desember 2017, EN berhasil di tangkap di kediamannnya di Mungkid , Magelang. Sementara sang Suami, SY, masih buron

Kepolisian pun mengetahui bahwa kedua pelaku juga pernah melalukan tindak kejahatan yang sama namun diwilayah berbeda.

"EN ditangkap di Mungkid Magelang Jateng, dan ditahan Rutan Polres Sleman. Sementara SY masih dilakukan penyelidikan terkait keberadaannya. Ternyata ,kedua Pelaku merupakan residivis dalam perkara yang sama di daerah Bantul Yogyakarta,"ujar Kepala Satuan Unit Reserse Kriminal (Kasatreskrim)Polres Sleman, AKP Rony Aresetya di Kantor Polres Sleman, ditulis Jumat (5/1).

Rony menjelaskan berdasarkan keterangan pelaku, keduanya memilih lokasi eksekusi secara acak tanpa penentuan tempat. Lokasi pencurian yang diterima Polres ini berada di Gendol Sumberejo Tempel Sleman.

Sementara modus Pelaku masuk dengan cara merusak gembok pintu gerbang kemudian merusak kunci garasi sebelum masuk ke rumah korbane. peran masing masing pelaku, EN Masuk kedalam rumah dan mengambil barang-barang korban. SY merusak Kunci gembok dan kunci garasi,serta membantu EN.

"Aksi Pencurian tersebut diketahui korban setelah pulang dari berbelanja dan memarkir mobilnya ,tapi di halaman rumah korban sudah ada mobil Toyota Rush serta pintu gerbang dan pintu garasi terbuka yang sebelumnya sudah ditutup dan dikunci. Saat itu juga ada dua orang yang keluar dari rumah saat ditanya justru menyuruh korban memindahkan mobilnya karena menghalangi sambil mengancam akan menembak, namun mereka tidak membawa senjata sama sekali,"papar Rony

Rony menambahkan , Mobil Toyota Rush Nopol AA 8425 WB ini merupakan alat bantu aksi pencurian dan bukan mobil korban.Motif kejahatan ini, EN melakukannya dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari kejadian ini, kerugian yang diderita korban berupa, korban kehilangan 1 (Satu) buah HP Merk Infinik,uang tunai Rp 10.000.000.(sepuluh juta rupiah),30 gram perhiasan emas, serta 3(tiga) lembar surat deposito senilai Rp.30.000.000,(tiga puluh juta rupiah).

Para pelaku ini dikenai pasal 363 KUHP dan Pidana dengan ancaman penjara 7 Tahun.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top