Menu
Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Australia 1972 cacat hukum

Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Austr…

Kupang-KoPi| Penulis Bu...

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tidur untuk pertanian

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tid…

Akademi Militer - Gubernu...

Gus Ipul berharap semua terbiasa baca shalawat

Gus Ipul berharap semua terbiasa ba…

  Surabaya-KoPi| Wa...

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Sleman-KoPi| Universita...

Teliti isu multikultur dalam film Indonesia

Teliti isu multikultur dalam film I…

Bantul-KoPi| Sejarah pe...

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Sektor UMKM

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Se…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan kedaulatan Laut Timor

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan k…

Kupang-KoPi|Pembela nel...

Kapolda DIY segera lakukan operasi pasar kontrol harga beras

Kapolda DIY segera lakukan operasi …

Sleman-KoPi|Kepala Pold...

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY digeser

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY d…

Sleman-KoPi|Polda DIY m...

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

Pengedar Sabu di Sleman berhasil di…

Sleman-KoPi| Satuan res...

Prev Next

Pasutri Kriminal berhasil diringkus Polres Sleman di Magelang

kriminal

Sleman-KoPi| Pasangan suami istri (Pasutri) pelaku kejahatan tindak pencurian dengan pemberatan (Curat) di Tempel,Sleman berhasil dibekuk unit reserse kriminal Polres Sleman.

Kedua pelaku, sang istri berinisial EN (40) dan suami berinisial SY(43) berdomisili Magelang melakukan pencurian tersebut pada 23 Desember 2017 di wilayah Polres Sleman. Empat hari kemudian, 27 Desember 2017, EN berhasil di tangkap di kediamannnya di Mungkid , Magelang. Sementara sang Suami, SY, masih buron

Kepolisian pun mengetahui bahwa kedua pelaku juga pernah melalukan tindak kejahatan yang sama namun diwilayah berbeda.

"EN ditangkap di Mungkid Magelang Jateng, dan ditahan Rutan Polres Sleman. Sementara SY masih dilakukan penyelidikan terkait keberadaannya. Ternyata ,kedua Pelaku merupakan residivis dalam perkara yang sama di daerah Bantul Yogyakarta,"ujar Kepala Satuan Unit Reserse Kriminal (Kasatreskrim)Polres Sleman, AKP Rony Aresetya di Kantor Polres Sleman, ditulis Jumat (5/1).

Rony menjelaskan berdasarkan keterangan pelaku, keduanya memilih lokasi eksekusi secara acak tanpa penentuan tempat. Lokasi pencurian yang diterima Polres ini berada di Gendol Sumberejo Tempel Sleman.

Sementara modus Pelaku masuk dengan cara merusak gembok pintu gerbang kemudian merusak kunci garasi sebelum masuk ke rumah korbane. peran masing masing pelaku, EN Masuk kedalam rumah dan mengambil barang-barang korban. SY merusak Kunci gembok dan kunci garasi,serta membantu EN.

"Aksi Pencurian tersebut diketahui korban setelah pulang dari berbelanja dan memarkir mobilnya ,tapi di halaman rumah korban sudah ada mobil Toyota Rush serta pintu gerbang dan pintu garasi terbuka yang sebelumnya sudah ditutup dan dikunci. Saat itu juga ada dua orang yang keluar dari rumah saat ditanya justru menyuruh korban memindahkan mobilnya karena menghalangi sambil mengancam akan menembak, namun mereka tidak membawa senjata sama sekali,"papar Rony

Rony menambahkan , Mobil Toyota Rush Nopol AA 8425 WB ini merupakan alat bantu aksi pencurian dan bukan mobil korban.Motif kejahatan ini, EN melakukannya dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari kejadian ini, kerugian yang diderita korban berupa, korban kehilangan 1 (Satu) buah HP Merk Infinik,uang tunai Rp 10.000.000.(sepuluh juta rupiah),30 gram perhiasan emas, serta 3(tiga) lembar surat deposito senilai Rp.30.000.000,(tiga puluh juta rupiah).

Para pelaku ini dikenai pasal 363 KUHP dan Pidana dengan ancaman penjara 7 Tahun.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top