Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Paska meninggalnya jaksa, Turki blokir medsos

Paska meninggalnya jaksa, Turki blokir medsos

 Ankara-KoPi| Turki memblokir akses Twitter, YouTube dan Facebook paska terbunuhnya seorang jaksa di Turki oleh militan sayap kiri.

Dilansir dari Hurriyet mulai Senin ini beberapa penyedia layanan internet menerapkan larangan tersebut. Larangan bertujuan untuk menutup beredarnya foto-foto sang jaksa yang mati terbunuh.

Keputusan pengadilan memerintahkan pemerintah untuk memblokir total 166 situs yang menerbitkan foto kontroversial jaksa, Mehmet Selim Kiraz yang disandera oleh sayap kiri Partai Revolusioner Pembebasan Rakyat.

Sekretaris Jenderal Internet Service Provider, Bulent Kent mengharapkasn Semua penyedia layanan segera menerapkan larangan tersebut.

Salah satu foto yang beredar di media sosial menunjukkan seorang militan memegang pistol ke kepala jaksa itu.

Dua militan dan jaksa tewas dalam gencatan senjata api, setelah pasukan polisi menyerbu gedung pengadilan dalam upaya untuk melepaskan sandera.

Kasus ini mungkin berkaitan dengan publikasi jaksa pada pekan lalu, tentang foto orang yang tertuduh aksi teror dan propaganda.|xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

back to top