Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Paska meninggalnya jaksa, Turki blokir medsos

Paska meninggalnya jaksa, Turki blokir medsos

 Ankara-KoPi| Turki memblokir akses Twitter, YouTube dan Facebook paska terbunuhnya seorang jaksa di Turki oleh militan sayap kiri.

Dilansir dari Hurriyet mulai Senin ini beberapa penyedia layanan internet menerapkan larangan tersebut. Larangan bertujuan untuk menutup beredarnya foto-foto sang jaksa yang mati terbunuh.

Keputusan pengadilan memerintahkan pemerintah untuk memblokir total 166 situs yang menerbitkan foto kontroversial jaksa, Mehmet Selim Kiraz yang disandera oleh sayap kiri Partai Revolusioner Pembebasan Rakyat.

Sekretaris Jenderal Internet Service Provider, Bulent Kent mengharapkasn Semua penyedia layanan segera menerapkan larangan tersebut.

Salah satu foto yang beredar di media sosial menunjukkan seorang militan memegang pistol ke kepala jaksa itu.

Dua militan dan jaksa tewas dalam gencatan senjata api, setelah pasukan polisi menyerbu gedung pengadilan dalam upaya untuk melepaskan sandera.

Kasus ini mungkin berkaitan dengan publikasi jaksa pada pekan lalu, tentang foto orang yang tertuduh aksi teror dan propaganda.|xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

back to top