Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Pasar tradisional, biarlah bertahan

Pasar Tradisional Munjul. Jl. Cibubur 8. Kelurahan Cibubur, Ciracas.) Pasar Tradisional Munjul. Jl. Cibubur 8. Kelurahan Cibubur, Ciracas.)

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata pasar? Mungkin sebagian kita berpikir pasar tradisional itu identik dengan bau, kotor, becek, menjijikkan dan tempat yang ramai dengan pembeli. Dapat dikatakan demikian,namun kita menyadari di balik berbagai kekurangan, tetap harus menjaga eksistensi pasar yang memiliki peran penting sebagai roda perekonomian.

Hingga kini pasar masih menjadi tempat favorite bagi masyarakat kalangan menengah kebawah untuk melakukan transaksi sesuai dengan kebutuhan sehari-hari, serta ditandai dengan adanya transaksi secara langsung dan  proses tawar-menawar. Harga yang bisa di tawar inilah yang menjadi salah satu faktor pembeli memilih berbelanja di pasar tradisional.


Banyaknya serangga berterbangan hingga hinggapnya serangga pada dagangan dapat mempengaruhi kebersihan dagangan yang tidak terbugkus dengan rapat yang akan menyebabkan berkurangnya kualitas serta memberi dampak kesehatan pada konsumennya.

Tidak hanya itu, jalan yang becek dan banyaknya sampah berserakan menimbulkan bau yang tidak sedap. Ini dinilai kurang layak dan dapat menimbulkan rasa ketaknyamanan oleh pembeli bahkan penjual saat melakukan transaksi di pasar tradisional. Meskipun begitu, para pembeli menghiraukan ketaknyamanannya dan tetap memilih pasar tradisional guna melakukan transaksi.

Meskipun banyaknya serangga yang berterbangan, beceknya jalanan, tidak mempengaruhi pembeli yang berdatangan untuk membeli buah yang saya jual. Karena ya inilah konsekuensi belanja di pasar tradisional. Kalau mau yang bagus, bersih ya di pasar modern dengan harganya yang juga modern. Orang milih beli disini juga kan karena liat harganya yang miring." Ujar Rustam penjual buah.

Bagaimanapun juga pasar tradisional menggambarkan denyut nadi perekonomian rakyat. Di sana, masih banyak orang yang menggantungkan hidupnya, mulai dari para pedagang kecil, kuli panggul, pedagang asongan, tukang parkir, hingga pengemis.
     
“Namanya juga pasar tradisional, harga yang miring pasti banyak dagangan yang ga bagus. Ya sebagai pembeli juga harus pintar-pintar milih yang kualitasnya bagus tapi murah. Kadang tempat juga berpengaruh buat dikunjungin. Kalau tempatnya terlalu kotor juga buat ngelirik aja males, jadi mau ga mau cari tempat yang bersihan”. Kata Rosyidah sambil memilih dan memilah buah jeruk yang akan di belinya.

Dengan menerapkannya kebersihan dan kerapihan akan memberikan pengaruh yang lebih baik bagi para pengunjung. Selama ini pasar tradisional hanya di sesakkan oleh kebanyakan masayarakat kalangan menengah kebawah, maka jika diterapkannya kebersihan dan kerapihannya, masyarakat kalangan menengah ke atas pun tidak segan untuk mengunjungi pasar tradisional.

Di pasar semua kebutuhan tersedia. Mulai dari bahan-bahan makanan, beraneka macam daging dan ikan, buah-buahan, sayur-mayur, beras, telur, pakaian, tas, sepatu, serta barang-barang elektronik.

Di pasar tradisional ini kita juga tidak hanya menemukan penjual dan pembeli, bahkan penyedia jasa seperti penjual kantung plastik, penyedia jasa kuli angkut maupun pengemis turut serta meramaikan kondisi pasar. Tidak hanya itu, suara tangisan anak kecil yang meminta dibelikan mainan kesukaannya hingga suara para pengunjung yang sedang melakukan transaksi pun ikut meramaikan. Sehingga tidak heran jika pasar selalu ramai.

Pasar yang teletak di pinggir jalan utama selalu dipadati banyak pengunjung dari pukul 04.00 WIB hingga 17.00 WIB. Sekaligus banyaknya angkutan umum yang berhenti sembarangan juga menimbukan kemacetan yang tak terrelakan. Meskipun demikian, dengan bantuan polisi lalu lintas setiap paginya dari hari Senin sampai Jumat cukup membantu menguranginya kemacetan disekitar pasar. Jadi, kita tidak perlu khawatir untuk bermacat-macatan jika ingin ke pasar.

Baca juga: Pasar Parung, riwayatnya kini
Belanja di 31 pasar tradisional, dapat hadiah motor
Pasar tradisional, keindahan melegakan
GKR Hemas: mbok ya sayuran jangan dijual di supermarket

back to top