Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Pasar Kangen 2016: sensasi bagi kawula muda dan nostalgia bagi orang tua

Pasar Kangen 2016: sensasi bagi kawula muda dan nostalgia bagi orang tua

Jogja-KoPi| Pasar Kangen Jogja tahun ini memasuki tahun ke-9 pelaksanaannya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Pasar kangen Jogja kembali digelar di Taman Budaya Yogayakarta 19-27 Juli 2016. 

Ada 68 stand kuliner tradisi yang siap menyajikan sensasi bagi kawula muda dan nostalgia bagi orang tua. Selain itu bakal juga diramaikan 51 stand kerajinan dan barang lawasan yang bakal mengaduk-aduk memori dan kenangan masa-lalu tentang kota Jogja.

Kegiatan Pasar Kangen Jogja dilakukan untuk memberikan ruang kepada pelaku seni tradisi di Jogja. Untuk pelaksanaan tahun ini, pelaksanaannya nanti mencoba menitik beratkan untuk mengembalikan khitah Pasar Kangen Jogja yang memang  dilangsungkan untuk memberikan ruang kepada mereka yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisi.

“Kami melakukan seleksi ketat untuk pengisi stand kuliner, agar kuliner yang hadir memang yang benar-benar tradisi khas Jogja. Selama pelaksanaannya nanti penjaga standnya diwajibkan mengenakan pakaian tradisi juga, ini yang membedakan dengan tahun-tahun sebelumnya, “ ujar Ong Hariwahyu, ketua panitya Pasar Kangen Jogja.

Stand kuliner yang hadir dalam Pasar kangen nanti bakal menyajikan beragam dagangan mulia dari kuliner lawasan seperti thiwul, lopis ketan, wedang uwuh, cenil, sate gajih, sate kere, kipo, dan sejenisnya.

Produk kerajinan berbasis lawasan juga digelar seperti wayang kardus, topeng kayu, boneka disney, cincin akik, kaset lawasan, piringan hitam, poster dan majalah jadul, kaos motif lawasan dan koleksi buku-buku lawasan.

Berbeda dengan Pasar KangenJogja sebelumnya, tahun ini Pasar Kangen Jogja mengangkat tema: Pasar Aja Ilang Kumandhange. Tema ini sengaja dipilih untuk mengingatkan kembali kepada publik, bahwa pasar selain peristiwa ekonomi yang terjadi disana juga ada peristiwa sosial yang menjadi ruh sebuah pasar.

"Kumandhange Pasar itu terjadi karena dulu adanya trasaksi dengan dialog antara pembeli dan pedagang, proses tawar-menawaran dagangan. Disitu nilai-nilai kearifan lokal muncul, nilai-nilai kemanusiaan saling dipupuk bersama. Karakter pasar seperti inilah yang sekarang hilang ketika Pasar Tradisional mulai digusur oleh hadirnya Mall dan toko-toko berjejaring yang saat ini mulai merambah kedesa-desa," ungkap Ong Hariwahyu.

Selain hadirnya aneka kuluiner tradisi serta kerajinan, selama pelaksanaan Pasar Kangen Jogja juga bakal dimeriahkan 20 kelompok kesenian tradisional. Jenis kesenian tradisi yang bakal adalah keroncong, jathilan, reog, wayang orang, kethoprak, wayang kulit, ndolalak, angguk, dan kesenian tradisi lainnya. Ditempat ruang pameran TBY juga digelar Pameran Wayang Nusantara, yang menghadirkan 200 lukisan Wayang dari berbagai daerah di Indonesia.

Seluruh rangkaian acara Pasar Kangen Jogja digelar di halaman Taman Budaya Yogyakarta ini, terbuka untuk umum dan gratis. (*)

back to top