Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Para amatir tidak usah main Forex kalau tak ingin nestapa

Para amatir tidak usah main Forex kalau tak ingin nestapa

Amatir lebih baik jangan main Forex. Walau peminat trading forex ini besar, tidak semua bisa berhasil mendulang untung. “Dari trader yang main forex itu, yang bisa untung cuma 10%, yang tidak berhasil di forex 90%,” cetus Ayahama. Trader yang juga pegiat di forum Forex Peoples ini menambahkan, kebanyakan 90% trader yang tidak berhasil adalah trader pemula. (Tabloid Kontan, edisi 2-8 Juli 2012)

Jogjakarta-KoPi|Bisnis trading foreign exchange (Forex) semakin diminati masyarakat. Banyak kalangan amatir berbondong-bondong menjajal perdagangan ini. Tidak salah harapan masyarakat pasalnya Forex menawarkan keuntungan yang sangat besar.

Namun keuntungan itu berbanding lurus dengan resikonya. Hal inilah yang sering diabaikan oleh masyarakat. Masyarakat yang tergiur berjalan tanpa strategi akan mudah tergelincir dalam kebangkrutan.
Menurut  ekonom UGM, Dr. Mamduh Hanafi, MBA produk derivatif yang diperdagangkan di valuta asing Forex sangat beresiko. Cenderung pemain-pemain profesional yang bisa memantau fluktuasi harga akan untung dan bertahan.

“Ini produknya  abstrak. Misal untung sekian ini, dan rugi sekian ini. Tapi perdagangan seperti ini resikonya tinggi. Untuk investor biasa yang belum ahli bidangnya tidak perlu masuk ke situ. Kalau trading beneran bisa menjadi profesional. Dia yang profesional mengamati harga-harganya 24 jam. Inilah kehati-hatian, kalau tidak hati-hati bisa rugi besar.

Trading forex cenderung ekslusif. Pelaku yang kalah bersikap diam berkebalikan  dengan pelaku yang meraup untung besar akan memamerkan kemenangannya.

Kasus yang digambarkan Mamduh memang terbukti tejadi kepada salah satu pemain kelas amatir, sebut saja Leon. Leon menceritakan pengalaman pahitnya bermain Forex, Awalnya ia tertarik terjun ke bisnis absurd ini karena iming-iming keuntungan yang luar biasa. Ia memulai dengan deposit sekitar lima puluh juta rupiah.

Forex, seperti halnya bermain judi, keuntungan atau kerugian membuat penasaran apalagi yang tidak paham dan hanya nuruti hasrat. Leon pun menjadi bersemangat dan penasaran ketika mendapatkan keuntungan dan untuk itu ia terus mencoba meningkatkan keuntungan. Kemudian ia melibatkan banyak orang untuk berinvetasi kepadanya, tetapi tiba-tiba semua berbalik menjadi bencana. Leon bangkrut dan menanggung hutang ratusan juta rupiah.

Nasi sudah menjadi bubur, ia tak bisa mengubahnya menjadi nasi, maka kebangkrutannnya  tidak menjadi akhir dari penderitaannya, ia harus terus maju untuk setidaknya membayar hutang-hutangnya.

Leon bukanlah satu-satunya orang di negeri ini yang terpuruk karena tidak bisa melihat kondisinya kecuali sebagai orang yang terbius harapan keuntungan cepat, tanpa dibarengi dengan modal yang cukup baik uang atau pengetahuan yang cukup.

Dr. Mamduh Hanafi menyarankan lebih baik kalangan mahir yang terjun ke perdagangan ini. Untuk masyarakat biasa ibu rumah tangga dan petani resikonya tinggi. Bagi doktor ekonomi UGM ini dirinya tidak tertarik dengan forex. Dia lebih memilih berdagang di level konkret seperti properti , tanah atau emas.

Walaupun memiliki resiko tinggi di sisi lain forex juga berpeluang memberikan manfaat. Bagi Mamduh forex memberikan kemudahan liquiditas pasar. Namun dalam lingkup ekonomi makro forex tidak berpengaruh apa-apa apalagi untuk mempengaruhi nilai rupiah.

“Meroketnya kurs dollar terhadap rupiah hingga menembus angka Rp 13.000, tidak ada kaitannya dengan kurs dan ekonomi makro. Hal ini hanya berpengaruh pada aktivitas ekonomi fundamental Indonesia”, ujar Dr. Mamduh Hanafi. |

back to top