Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Panitia UN antisipasi kekurangan soal

Panitia UN antisipasi kekurangan soal

Yogyakarta-KoPi, UN tingkat SMA dan SMK di DIY akan diikuti 11.587 siswa, maka dari itu diperluhkan antisipasi kekurangan soal oleh panitia pelaksana

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dilaksanakan serentak senin, 14 April 2014. Pelaksanaan UN SMA sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) rencananya akan diikuti oleh 11.587 siswa, meliputi 5.262 siswa SMK, dan 6.325 siswa SMA.


Mengingat banyaknya peserta UN tersebut, terjadi kekhawatiran kekurangan naskah soal. Maka dari itu diperluhkan antisipasi supaya tidak terjadi kekurangan naskah soal di hari H pelaksanaan UN.


Menurut penuturan Rachmad, panitia UN DIY sewaktu ditemui koranopini.com, (11/04). Ia menuturkan bahwa naskah UN kali ini dikemas dalam bentuk tiga macam. Paket naskah pertama berisi 21 naskah soal, paket naskah kedua berisi 15 naskah soal, dan paket naskah ketiga berisi 10 naskah soal.


Untuk paket naskah pertama, diperuntukan untuk ruang ujian dengan berkapasitas 20 siswa, paket naskah kedua untuk ruang ujian dengan kapasitas 10 sampai dengan 15 siswa, dan untuk paket naskah ketiga untuk ruang ujian dengan kapasitas kurang dari 10 siswa.


Pengemasan naskah soal seperti itu ditujukan untuk mengantisipasi kekurangan soal, dan diharapkan terdapat sisa naskah soal di masing-masing ruang ujian. “Jadi intinya masing-masing ruang diharapkan terdapat soal cadangan," jelas Rachmad.


Kalaupun nantinya di salah satu ruang ujian terdapat kekurangan soal, maka bisa diambilkan di ruangan yang lain di sekolah yang sama. “Bila tidak ada (sisa naskah soal di sekolah yang mengalami kekurangan, red), maka bisa diambilkan di ruang sekolah lain yang terdekat dalam satu rayon,” tandasnya.


Reporter: Usman Hadi

back to top