Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pangkalan PBB di Mali diserang, 3 tewas, 12 terluka

AP AP

Mali -KoPi| Tiga orang, termasuk seorang tentara PBB tewas dan 14 terluka dalam serangan roket Ahad pagi, 8 Maret 2015 di sebuah pangkalan PBB di kota timur laut Mali dari Kidal, staf PBB. Oliver Salgado di Mali mengatakan. Setidaknya tercatat lebih dari 30 roket diluncurkan dan merusak pangkalan PBB.

Serangan itu terjadi sehari setelah seorang pria bertopeng bersenjata menghujani peluru di sebuah restoran dan bar di ibu kota Mali, Bamako. Kejadian itu menewaskan lima orang, termasuk seorang Prancis dan Belgia.

Sebuah kelompok yang dibentuk oleh pemimpin ekstremis Aljazair, Moktar Belmoktar yang ditakuti, mengaku bertanggung jawab atas serangan di ibukota Mali. Belmoktar mengatakan itu adalah serangan pembalasan "terhadap Kafir Barat yang telah menyinggung nabi kita" dan sebagai pembalasan atas pembunuhan seorang pemimpin kelompok Al Mourabitoun dalam operasi militer Perancis-Mali.

Klaim tanggung jawab oleh Al Mourabitoun, atau The Sentinel, dilakukan di situs berita Mauritania Al-Akhbar yang sering menerima pesan dari ekstrimis Mali. Al Mourabitoun adalah kelompok jihad Mali utara yang bersekutu dengan Al-Qaeda.

Mereka juga mengaku serangan Bamako itu juga respon terhadap pembunuhan Desember Ahmed el Tilemsi, anggota pendiri Gerakan militan untuk Persatuan dan Jihad di Afrika Barat yang menyatu dengan pasukan yang setia kepada Belmoktar untuk membentuk Mourabitoune.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Ahad di Kidal, tetapi kelompok ekstremis Islam Ansar Dine mengklaim serangan serupa terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Kidal pada bulan September 2014. Kidal terletak sekitar 930 km sebelah timur laut dari Bamako yang telah diselamatkan sporadis kekerasan di utara, setelah kubu ekstremis Islam yang dipimpin oleh afiliasi Afrika Utara Al Qaeda.

Ekstrimis Islam menguasai Mali utara pada tahun 2012 dengan tujuan memberlakukan hukum Syariah di negara ini. Belmoktar, diperkirakan telah mengungsi di Libya, memiliki reputasi sebagai orang paling berbahaya di Sahara. Loyalisnya memimpin serangan yang berani di fasilitas gas alam di Ain Amenas, Aljazair, pada Januari 2013, tak lama setelah Perancis melakukan intervensi di Mali. Serangan itu menewaskan puluhan karyawan asing dan Aljazair.

|FoxNews

back to top