Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Pangkalan PBB di Mali diserang, 3 tewas, 12 terluka

AP AP

Mali -KoPi| Tiga orang, termasuk seorang tentara PBB tewas dan 14 terluka dalam serangan roket Ahad pagi, 8 Maret 2015 di sebuah pangkalan PBB di kota timur laut Mali dari Kidal, staf PBB. Oliver Salgado di Mali mengatakan. Setidaknya tercatat lebih dari 30 roket diluncurkan dan merusak pangkalan PBB.

Serangan itu terjadi sehari setelah seorang pria bertopeng bersenjata menghujani peluru di sebuah restoran dan bar di ibu kota Mali, Bamako. Kejadian itu menewaskan lima orang, termasuk seorang Prancis dan Belgia.

Sebuah kelompok yang dibentuk oleh pemimpin ekstremis Aljazair, Moktar Belmoktar yang ditakuti, mengaku bertanggung jawab atas serangan di ibukota Mali. Belmoktar mengatakan itu adalah serangan pembalasan "terhadap Kafir Barat yang telah menyinggung nabi kita" dan sebagai pembalasan atas pembunuhan seorang pemimpin kelompok Al Mourabitoun dalam operasi militer Perancis-Mali.

Klaim tanggung jawab oleh Al Mourabitoun, atau The Sentinel, dilakukan di situs berita Mauritania Al-Akhbar yang sering menerima pesan dari ekstrimis Mali. Al Mourabitoun adalah kelompok jihad Mali utara yang bersekutu dengan Al-Qaeda.

Mereka juga mengaku serangan Bamako itu juga respon terhadap pembunuhan Desember Ahmed el Tilemsi, anggota pendiri Gerakan militan untuk Persatuan dan Jihad di Afrika Barat yang menyatu dengan pasukan yang setia kepada Belmoktar untuk membentuk Mourabitoune.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Ahad di Kidal, tetapi kelompok ekstremis Islam Ansar Dine mengklaim serangan serupa terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Kidal pada bulan September 2014. Kidal terletak sekitar 930 km sebelah timur laut dari Bamako yang telah diselamatkan sporadis kekerasan di utara, setelah kubu ekstremis Islam yang dipimpin oleh afiliasi Afrika Utara Al Qaeda.

Ekstrimis Islam menguasai Mali utara pada tahun 2012 dengan tujuan memberlakukan hukum Syariah di negara ini. Belmoktar, diperkirakan telah mengungsi di Libya, memiliki reputasi sebagai orang paling berbahaya di Sahara. Loyalisnya memimpin serangan yang berani di fasilitas gas alam di Ain Amenas, Aljazair, pada Januari 2013, tak lama setelah Perancis melakukan intervensi di Mali. Serangan itu menewaskan puluhan karyawan asing dan Aljazair.

|FoxNews

back to top