Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Pameran Wajah dan Cerita Borobudur

Pameran Wajah dan Cerita Borobudur

Jogja-KoPiBalai Konservasi Borobudur yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan pameran yang bertemakan wajah dan cerita Borobudur di Museum Benteng Vredeburg Yogayakarata, pada tanggal 27 sampai 29 Mei 2016.


Pameran ini merupakan sebuah bentuk intruksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kepada UPT Pendidikan untuk melakukan edukasi kepada para pengunjung.

Menurut Sri Sulasih, Pelayananan Masyarakat BKB, kegiatan edukasi minggu ke empat ini sasarannya adalah masyarakat umum dan mahasiswa, sehingga diadakan kegiatan-kegiatan yang dekat sasaran. Sedangkan, sebelumnya BKB telah melakukan sosialisasi pemeliharaan candi borobudur kepada anak TK dan SD melalui dongeng maupun lomba menggambar.

“Dalam pameran ini akan dijelaskan mengenai edukasi tentang kondisi Borobudur, dari waktu penemuan hingga pemugaran yang kedua, juga sosialisasi mengenai arsip-arsip dokumentasi Borobudur yang telah dijaukan sebagai MOW (Memory of the World),” jalas Sri Sularsih.

Sementara itu, tujuan dari adanya pameran ini sendiri yaitu untuk memperkenalkan bahwa Candi Borobudur terdapat di Magelang bukan Yogyakarta, menegedukasi masyarakat akan keadaan Borobudur, serta mengajak masyarakat untuk melestarikan Borobudur dengan mentaati tata tertib.

Menurut Sri Sularsih, pemeliharaan Candi Borobudur sangat penting dilakukan oleh pengunjung dan semua masyarakat. Ini dikarenakan Candi Borobudur merupakan warisan budaya yang mengandung sejarah bangsa Indonesia. “Pemeliharaan Candi Borobudur harus dilakukan untuk mempertahankan warisan budaya agar anak cucu kita dapat mengetahuinya”, tambahnya.

back to top