Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pameran Wajah dan Cerita Borobudur

Pameran Wajah dan Cerita Borobudur

Jogja-KoPiBalai Konservasi Borobudur yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan pameran yang bertemakan wajah dan cerita Borobudur di Museum Benteng Vredeburg Yogayakarata, pada tanggal 27 sampai 29 Mei 2016.


Pameran ini merupakan sebuah bentuk intruksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kepada UPT Pendidikan untuk melakukan edukasi kepada para pengunjung.

Menurut Sri Sulasih, Pelayananan Masyarakat BKB, kegiatan edukasi minggu ke empat ini sasarannya adalah masyarakat umum dan mahasiswa, sehingga diadakan kegiatan-kegiatan yang dekat sasaran. Sedangkan, sebelumnya BKB telah melakukan sosialisasi pemeliharaan candi borobudur kepada anak TK dan SD melalui dongeng maupun lomba menggambar.

“Dalam pameran ini akan dijelaskan mengenai edukasi tentang kondisi Borobudur, dari waktu penemuan hingga pemugaran yang kedua, juga sosialisasi mengenai arsip-arsip dokumentasi Borobudur yang telah dijaukan sebagai MOW (Memory of the World),” jalas Sri Sularsih.

Sementara itu, tujuan dari adanya pameran ini sendiri yaitu untuk memperkenalkan bahwa Candi Borobudur terdapat di Magelang bukan Yogyakarta, menegedukasi masyarakat akan keadaan Borobudur, serta mengajak masyarakat untuk melestarikan Borobudur dengan mentaati tata tertib.

Menurut Sri Sularsih, pemeliharaan Candi Borobudur sangat penting dilakukan oleh pengunjung dan semua masyarakat. Ini dikarenakan Candi Borobudur merupakan warisan budaya yang mengandung sejarah bangsa Indonesia. “Pemeliharaan Candi Borobudur harus dilakukan untuk mempertahankan warisan budaya agar anak cucu kita dapat mengetahuinya”, tambahnya.

back to top