Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Pameran Wajah dan Cerita Borobudur

Pameran Wajah dan Cerita Borobudur

Jogja-KoPiBalai Konservasi Borobudur yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan pameran yang bertemakan wajah dan cerita Borobudur di Museum Benteng Vredeburg Yogayakarata, pada tanggal 27 sampai 29 Mei 2016.


Pameran ini merupakan sebuah bentuk intruksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kepada UPT Pendidikan untuk melakukan edukasi kepada para pengunjung.

Menurut Sri Sulasih, Pelayananan Masyarakat BKB, kegiatan edukasi minggu ke empat ini sasarannya adalah masyarakat umum dan mahasiswa, sehingga diadakan kegiatan-kegiatan yang dekat sasaran. Sedangkan, sebelumnya BKB telah melakukan sosialisasi pemeliharaan candi borobudur kepada anak TK dan SD melalui dongeng maupun lomba menggambar.

“Dalam pameran ini akan dijelaskan mengenai edukasi tentang kondisi Borobudur, dari waktu penemuan hingga pemugaran yang kedua, juga sosialisasi mengenai arsip-arsip dokumentasi Borobudur yang telah dijaukan sebagai MOW (Memory of the World),” jalas Sri Sularsih.

Sementara itu, tujuan dari adanya pameran ini sendiri yaitu untuk memperkenalkan bahwa Candi Borobudur terdapat di Magelang bukan Yogyakarta, menegedukasi masyarakat akan keadaan Borobudur, serta mengajak masyarakat untuk melestarikan Borobudur dengan mentaati tata tertib.

Menurut Sri Sularsih, pemeliharaan Candi Borobudur sangat penting dilakukan oleh pengunjung dan semua masyarakat. Ini dikarenakan Candi Borobudur merupakan warisan budaya yang mengandung sejarah bangsa Indonesia. “Pemeliharaan Candi Borobudur harus dilakukan untuk mempertahankan warisan budaya agar anak cucu kita dapat mengetahuinya”, tambahnya.

back to top