Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pameran Tunggal Kang Basori Art Respone pertama di Indonesia

Pameran Tunggal  Kang Basori Art Respone pertama di Indonesia

Jogja-KoPi|Perupa Moch. Basori atau Kang Basori menampilkan karya yang ia sebut sebagai kredo Art Response dalam pameran tunggalnya di Miracle Art Shop & Studio, Selasa (5/9). Kredo ini menurut beberapa seniman sebagai pertama di Indonesia.

Kang Basori menggunakan media yang cukup variatif dalam membuat karya yang disebut Art Respone. Media tinta, akrilik, kertas,mika,kayu, Kanvas,alumunium ,kain,hingga tempat snack dan tatakan minuman. Ruangan minimalis 4X4 itu pun disulap menjadi ruang pameran berisikan lebih dari 10 buah karya buatan Kang Basori hasil merespon berbagai media yang variatif.

"Dalam pameran art respones, saya sebetulnya banyak merespon banyak bahan dari kayu,kertas ,kanvas, alumunium,kain,meja, tatakan snack hingga tatakan minuman bintang. Namun pameran ini hanya dua dimensi,karena kita terfokus pada ruangnya yang minimalis,"ujarnya.

Art Response menurutnya sudah ia geluti sejak tahun 90-an. Berawal dari kegemaran bereksperimen berbagai bahan saat masih muda ,ia pun mendapatkan banyak temuan pada media eksperimennya.

artres1

Salah satu temuannya sebagai bahan media berkarya sudah memiliki nilai artistik tersendiri sebelum diolah olehnya. Ia hanya menyalurkan idenya agar media tersebut seolah menjadi lebih hidup ditangan olahannya

"Media ini sudah memiliki bunyi,jadi saya tinggal semacam menambahi saja, mereka (media) ini obyek untuk mewakili gagasan saya seperti meja,itu saya tambahkan obyek sepeti orang agar meja ini dapat menunjukkan laku hidup saya,"katanya.

Art Response ini memberikan makna lebih saat melihat hidup,tambahnya. Ia pun menuturkan seolah setiap tingkah laku hidup manusia merupakan bentuk respon dari Sang Pemberi hidup atau Tuhan.

"Apapun laku oleh pelaku hidup adalah bentuk respon dari sang hidup, sebetulnya yang bergerak adalah sang hidup dan kita hanya merespon saja. Bentuk kepekaan pembaca oleh seniman saat melihat ruang inilah yang saya terapkan dalam berkarya,"imbuh Basori.

Sementara itu kurator Pameran, Pahlevi menyampaikan kekagumannya dari sosok Kang Basori yang produktif dalam berkarya art Response sejak dulu. Ia juga menimpali bahwa tidak banyak seniman menyadari bahwa terkadang dalam berkesenian ,art response ini berperan penting dalam proses menghasilkan karya.

Oleh karenanya,Pahlevi mengungkapkan bahwa Kang Basori yang menyadari art response membuat nilai karyanya lebih tinggi dan tidak kalah saing dari seniman lainnya.

"Inilah yang membuat Basori berbeda karena dia menyadari art response ini, dia menggelutinya dengan serius sehingga karya response nya lebih tinggi, bukan berarti dia tidak ada ide namun ia menyambungkan ide-ide yang bermunculan dikepalanya ke media yang variatif,"ungkapnya.

Karya Seni yang dipamerkan saat pembukaan juga mendapat banyak apresiasi dari pengunjung dan seniman yang datang ke Miracle Art. Salah satu seniman yang hadir sebagai pengunjung Bambang ( Ketua AORSI) mengatakan pameran Basori sangatlah unik dan jarang ditemui.


"Menurut saya pameran ini sangat unik ,biasanya seniman menggunakan art response hanya untuk eksperimen atau bahkan bermain-main saja. Sangat jarang hingga sampai ke pameran, dan disinilah yang membuat sang seniman luar biasa karena ia serius dalam menjalankan karya art response. Ini memang kebiasaan yang santai namun Mas Basori serius dalam hal ini,"jelas Bambang

Ketua Asosiasi Olahraga Sketsa Indonesia(AORSI) ini pun menyarankan kepada publik untuk datang dan melihat karya art response Kang Basori secara langsung. Pasalnya art Response ini merupakan salah satu seni bentuk baru yang mencerminkan jati diri seniman.

"Saya menyarankan agar pengunjung datang kesini, karena pada pameran ada nilai kebaruan. Terkadang orang berfikiran bahwa material yang seadaanya tak bernilai, namun pengolahan bahan semena-mena ini menjadi sebuah karya seni oleh seniman inilah yang harus dilihat,"tutupnya.

Pameran Kang Basori Art Response ini dibuka dari tanggal 5 -23 September 2017 dari pukul 10.00 hingga 18.00,pengunjung pun dapat datang ke Studio secara gratis tanpa dipungut biaya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top