Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pameran tenun stagen di Bentara Budaya

Pameran tenun stagen di Bentara Budaya

Jogjakarta-KoPi| Global Environment Facility-Small Grant Programme (GEF-SGP) menyelenggarakan Pasar Tenun Rakyat di Bentara Budaya dari tanggal 13-17 Februari 2016.
Pameran bertema 'Stagen, start again' gerakan bersama melestarikan kain tradisional tenun.

Pameran kain tenun di Bentara ini mengangkat kembali nilai tenun stagen yang mulai luntur termakan zaman. Pameran juga merupakan salah satu rangkaian kampanye "Weaving for Life" (Tenun untuk Kehidupan). Dengan acara puncak pada bulan Maret mendatang Pasar Tenun Rakyat bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional.

Koordinator Pasar Tenun Rakyat, Evaulia Nindya mengatakan kampanye tenun dengan mempopulerkan tenun stagen di Dusun Sejatidesa, Sumberarum, Yogyakarta.

"Karena itulah tema pameran ini dimulai. Dari tenun stagen sederhana semua cerita tentang tenun Indonesia dihantarkan," jelas Eva saat konferensi pers di Bentara Budaya pada Sabtu, 13 Februari 2016.

Pameran akan akan diisi alur cerita tentang perkembangan tenun di Indonesia yang meliputi sisi sejarah, sosial, budaya, ekonomi dan inovasi produk. Khususnya di Desa Sejatidesa, Yogyakarta.

Pameran ini juga didukung oleh Dreamdelion sebuah gerakan komunitas sosial anak muda Yogyakarta, House of Lawe dan JIkom (Jelajah Indi Komunikasi). |Winda Efanur FS|

back to top