Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Pameran seni lukis: Retrospeksi

Pameran seni lukis: Retrospeksi

“Ribuan gambaran yang menakutkan serta mengerikan terlintas dalam pikiran saat ia kecewa dan tidak puas dengan dirinya sendiri. Perintahkan mereka untuk berdiri dan menunjukan diri, dan anda akan menegaskan kekuatan nalar atas imajinasi.”
– Sir Walter Scott seorang novelis dan penyair Skotlandia

Banyak orang yang percaya bahwa inteligensi semata sudah mampu menyelesaikan masalah dalam hidup kita. Hal ini akan mengarahkan pada keyakinan lain bahwa inovasi, penyelesaian masalah, produktivitas, dan komunikasi terbuka dapat ditangani dengan menggunakan otak. Akibatnya adalah jebakan inteligensi: merasa bersalah, gelisah, bingung yang akan menghantui kehidupan kita.1 Sebab logika tidak selamanya dapat menangani masalah hidup setiap saat. Sehingga hal tersebut akan berdampak pada bentuk refleksi diri berlebihan terhadap suatu kenyataan yang dihadapi pada masa lampau.

Hal itu merupakan realitas yang sering dilewati oleh semua insan manusia, tetapi perupa memiliki cara lain untuk menyiasati gejolak batin tersebut. Dengan kreativitas seniman mampu mengolah intuisi, gagasan, mimpi, fantasi dalam bentuk karya seni dan mampu mengubah rasa takut dan perasaan negatif menjadi kekuatan dalam dirinya. Hal inilah yang dipresentasikan oleh kelompok “913”. Dalam pameran yang bertajuk “Retropeksi”.

Dalam pameran ini, karya-karya yang diangkat berupa refleksi terhadap dinamika kehidupan yang terjadi pada masa lampau. Pengalaman pengalaman batin ataupun realitas di sekitarnya dikemas dalam rangkaian bahasa visual. Dengan mengangkat nuansa kedamaian, kegelisahan, dan pemberontakan yang kemudian dibahasakan dengan teknik dan karakter yang berbeda dari beberapa peserta dalam pameran ini.

Sembilan peserta yang tergabung dalam event ini, yaitu: Anjani C. Imaniar, Prima Andhi Kurniawan, Dadang Kurnia, Ahmad Idham, Rengga Julian Wicaksono, Bobby Destanto, Mario Viani, Sarah Kuswinarnigtias, Harind Ndaruwati. Pameran ini akan dilaksanakan di Galeri Biasa, 13-18 Maret 2014.
Semoga pameran ”Retrospeksi” ini memberikan dampak positif baik bagi peserta pameran maupun perkembangan seni rupa Yogyakarta.

Catatan akhir
1 James J. Mapes, diterjemahkan oleh Heri Winarno, Quantum Leap Thinking: Pedoman Lengkap Cara Berfikir (Surabaya, Ikon Teralitera, 2003), p. 24


Kurator: Matheus Sakeus
Reporter: Sar lee

back to top