Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pakualam IX pemimpin yang merakyat

Pakualam IX pemimpin yang merakyat

Jogjakarta-KoPi| Sosok Sri Paduka KGPAA Paku Alam IX dikenal masyarakat sebagai pribadi yang merakyat. Demikian kesaksian masyarakat terhadap Pakualam IX.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, misalnya adalah salah satu tokoh yang merasa sangat kehilangan. Di mata Hasto, KGPAA Paku Alam IX pemimpin yang mencintai rakyatnya.

"Merasa sangat kehilangan, beliau sosok yang baik walaupun dalam keadaan sakit tetap mengunjungi masyarakatnya," jelas Hasto sesusai menghadiri pemakaman Paku Alam IX di Girigondo, Temon, Kulonprogo.

Hal senada juga diungkapkan oleh mantan bupati Kulonprogp periode tahun 2001-2011, Santoso Dipo menggambarkan Paku Alam IX sosok pemimpin teladan.

hasto1

"Beliau sangat merakyat, biasa tlusup-tlusup ke kampung-kampung, biasa berbaur dengan masyarakat," kata Santoso.

Santoso juga berharap sepeninggal Paku Alam IX, Kraton Paku Alaman akan dipimpin oleh pemimpin yang memilki kepribadian selayaknyanya Paku Alam IX.

"Semoga pengganti selanjutnya bisa seperti beliau," pungkas Santoso.

KGPAA Pakualam IX lahir di Yogyakarta pada tanggal 7 Mei 1938. Almarhum merupakan putera KGPAA Pakualam VIII dengan permaisuri KBRAy. Purnamaningrum.

Beliau beristrikan GKRAy. Pakualam yang sudah meninggalkan beberapa tahun silam. Memiliki tiga orang putera yakni Kanjeng Bendoro Pangeran Hario Prabu Suryodilogo, Bendero Pangeran Hario Seno, Bendoro Pangeran Hario Danardono.

Pada 26 Mei 1999 dinobatkan sebagai KGPAA Paku Alam IX menggantikan mendiang ayahnya KGPAA Paku Alam VIII.

Pada tahun 2003 ia diangkat menjadi wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta mendampingi Sri Sultan Hamengku Bawono X sebagai Gubernur. |Winda Efanur FS|

back to top