Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pakde Karwo : PKK Berperan Penting Optimalkan Produktifitas Perempuan

Pakde Karwo : PKK Berperan Penting Optimalkan Produktifitas Perempuan

Batu-KoPi| Keberadaan organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga/PKK memiliki peran penting dalam mengoptimalkan produktifitas perempuan khususnya di Jatim.

Peran penting tersebut antara lain terbukti dengan tingginya kualitas gender di Jatim, sehingga selama sepuluh tahun berturut-turut Jatim memperoleh penghargaan dalam hal pengarusutamaan gender.

“Sumbang sih PKK melalui program-programnya tak bisa dipungkiri telah sangat membantu peningkatan kualitas SDM perempuan di Jatim,” demikian disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat membuka pelaksanaan Jambore/ Temu Kader PKK Prov. Jatim Tahun 2017 di Hotel Purnama, Batu, Selasa (20/09).

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menjelaskan, saat ini indeks pembangunan gender di Jatim nilainya 91,29% lebih tinggi dari rata-rata nasional. Hal ini membuktikan bahwa perempuan sangat aktif di segala bidang baik ekonomi, sosial, dan budaya.

Ditambahkan, peran perempuan sangat diperlukan dalam pembangunan diantaranya karena perempuan adalah akuntan keluarga, pembantu pencari nafkah keluarga, dan penanggungjawab pekerjaan domestik.

“Karenanya Pemprov terus mengutamakan program pengarusutamaan gender dan anggaran responsif untuk meningkatkan ketrampilan perempuan,” tegasnya,

Dalam rangka meningkatkan pembangunan SDM, lanjut Pakde Karwo, Pemprov Jatim terus bersinergi dengan PKK baik di bidang pendidikan maupun kesehatan. Apalagi dengan adanya tantangan bonus demografi yang akan dihadapai Jatim pada tahun 2019.

“Bonus ini akan menjadi bencana, jika pada masa seribu awal kehidupan manusianya serta delapan tahun awal pendidikannya tidak diurusi, dan disinilah peran penting PKK,” ungkapnya.

Terkait sinergitas program Pemprov Jatim dengan PKK di bidang pendidikan, Pakde Karwo menjelaskan, dengan menciptakan generasi unggul melaluli pendidikan formal dan informal.

Pendidikan tersebut diwujudkan dengan membentuk program Bina Keluarga Balita/BKB, taman Pos Pelayanan Terpadu/Posyandu, dan Pendidikan Anak Usia Dini/PAUD. Khusus untuk taman Posyandu saat ini jumlahnya mencapai 12.227 yang tersebar di seluruh Jatim.

“Taman Posyandu ini saya rasa adalah solusi yang bagus karena dalam kegiatannya menyertakan pendidikan parenting,” imbuh Pakde Karwo.

Di bidang kesehatan, terang Pakde Karwo, beberapa program inovatif unggulan yang dibuat diantaranya yakni pengembangan forum PENAKIB di kab/kota, pengembangan rumah tunggu kelahiran di kab/kota, dan penguatan jejaring sistem rujukan maternak dan neonatal di kab/kota.

Semua program tersebut sebagai bentuk upaya untuk menurunkan angka kematian ibu/AKI dan angka kematian bayi/AKB.

“Kami juga mendukung penuh program menuju Jatim 100% ASI eksklusif,” tukasnya.

Lebih lanjut disampaikan, kebijakan dan strategi yang harus dilakukan gerakan PKK mencakup empat hal.

Pertama melalui sinkronisasi program prioritas pemerintah dan menjalin jejaring dengan OPD serta lembaga lain. Kedua melalui prinsip gerakan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat.

Selanjutnya, gerakan harus bersifat universal dan independen, serta yang terakhir pendekatan dari hati ke hati.

“Sedangkan arah kebijakan pemberdayaan dan perlindungan perempuan yakni utamanya dengan memfasilitasi upaya penghapusan gender untuk mengurangi kemiskinan,” terang Pakde Karwo.

Di akhir, Pakde Karwo berpesan, kesejahteraan bisa terjadi jika ada kebahagiaan lahir dan batin. Faktor penentu kebahagiaan utamanya terdapat pada keharmonisan hubungan keluarga, lewat kualitas waktu yang diwujudkan bersama. Oleh sebab itu sebenarnya kebahagiaan bukan hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan.

“Dengan pembinaan keluarga melalui program PKK, mari kita wujudkan kebahagiaan semua anggota keluarga yang berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Kader PKK Terus Tingkatkan Ketahanan Keluarga

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak/TP. PKK Prov. Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo, Msi, menyampaikan, kader-kader PKK Jatim terus meningkatkan peran untuk meningkatkan ketahanan keluarga. Melalui sepuluh program pokok yang dimiliki PKK, diharapkan delapan fungsi keluarga bisa berjalan dengan optimal.

“Semua kader PKK saya harap bisa mewujudkan keluarga yang harmonis, dan mampu mewujudkan delapan fungsi keluarga diantaranya fungsi agama, sosial, cinta kasih, dan perlindungan,” ungkap Bude Karwo sapaan akrab Ketua TP PKK Prov. Jatim.

Terkait perlindungan pada anak, menurut Bude Karwo, saat ini tidak pihak yang efektif dalam membentengi anak-anak dari pengaruh atau budaya luar. Oleh sebab itu pihaknya menyambut baik adanya Perpres tentang pendidikan karakter. Dicontohkan pada pendidikan jaman dulu berapapun bagusnya nilai akademis anak, jika nilai budi pekertinya jelek maka tidak akan bisa naik kelas.

“Saat ini banyak inkonsistensi yang terjadi dalam penerapan sebuah peraturan, karenanya Perpres ini saya harap bisa menjadi pondasi bagi masyarakat,” terang Bude Karwo yang juga merupakan istri Gubernur Jatim.

Pada kesempatan yang sama, Bude Karwo berpesan pada semua peserta Jambore PKK, untuk memanfaatkan momen tersebut sebagai ajang tukar pikiran, pengalaman antar sesama kader. Selain itu juga untuk mengembangkan potensi dan kreatifitas dalam mengelola program PKK. “Mari kita gelorakan bersama semangat untuk menunjang terwujudnya keluarga yang sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara Ketua TP. PKK Prov. Jatim dan Ketua TP. PKK Kab/Kota se Jatim dengan BNN Prov. Jatim. Serta penyerahan Modul Emo Demo Inovasi di Taman Posyandu dari GAIN (Global Alliance For Improved Nutrition) kepada Ketua TP. PKK. Prov. Jatim.

Kegiatan Jambore PKK Tingkat Prov. Jatim tahun 2017 yang diikuti oleh 244 peserta tersebut mengambil tema “Kader PKK Siap Meningkatkan Ketahanan Keluarga Untuk Mewujudkan Keluarga Sehat dan Sejahtera”.

Turut hadir Wakil Ketua I TP. PKK Prov Jatim Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf, Wakil Ketua II TP. PKK Prov. Jatim Chairani Akhmad Sukardi, Plt. Walikota Batu beserta istri, serta para pejabat di lingkup Pemprov. Jatim. (Humasprovjatim:dwi)


Malang, 20 September 2017
KEPALA BIRO HUMAS DAN PROTOKOL

TTD

Drs. Benny Sampirwanto, M.Si.
NIP. 19650718 199003 1 005

back to top