Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pakar ekonomi anggap paket kebijakan I-III tidak nyambung

Pakar ekonomi anggap paket kebijakan I-III tidak nyambung

Jogjakarta-KoPi| Pemerintah telah meluncurkan paket kebijakan ekonomi jilid III pada Rabu, 7 Oktober lalu, sebagai upaya menguatkan kondisi ekonomi Indonesia yang melemah sejak anjloknya nilai rupiah di mata dollar Amerika Serikat.

Namun secara terpisah, pakar ekonomi Yose Rizal Damuri mengkritik kebijakan ekonomi paket I,II dan III tidak memiliki prospek yang jelas. Pasalnya antara paket kebijakan I, II dan III tidak memilki ketidaksambungan satu sama lain.

“Contohnya paket I tidak ada kesinambungan dan koherensinya, seperti tiap-tiap Kementrian mengeluarkan aturan yang mereka lepaskan, tidak ada kaitan antara satu dengan yang lain, tidak merucut,” jelas Yose Rizal Damuri seusai diskusi ‘Prospek Trans Pasific Partnership dan Strategi Perdagangan Bebas Indonesia’ di Wisma Syantikara pukul 12.00 WIB.

Ketiga paket kebijakan ini perlu ditekankan adanya kejelasan program. Mengenai konsep dan penjabaran dari regulasi yang telah dibuat.

Yose Rizal Damuri juga mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan adanya evaluasi dan monitoring terhadap ketiga paket kebijaan ekonomi. Pasalnya sebelumnya pada tahun 2013, Indonesia sempat meluncurkan kebijakan ekonomi yang hampir serupa, namun tidak ada kabar perkembangannya.

“Harus ada monitoringnya dong, tahun 2013 kita juga melaksanakan paket kebijakan, sekarang ini orang sudah lupa dengan paket kebijakan tahun 2013. Apa dijalankan apa tidak; tidak ada yang monitor; tidak ada yang evaluasi,” tutur Yose Rizal Damuri.

Usulan Pembentukan Satuan Tugas

Yose Rizal Damuri justru menawarkan kepada pemerintah penanganan kondisi ekonomi dengan tim khusus. Tim khusus ini meniru konsep satuan tugas dari program pengentasan kemiskinan yang dipimpin Mantan Wakil Presiden, Boediono dahulu.

“Tim nasional pengentasan kemiskinan, yang dikepalai langsung oleh Pak Buediono, dan cukup berhasil programnya jelas, studi, bagaimana ini dicontoh dalam bidang regulasi,” kata Yose Rizal Damuri.

Sehingga Yose Rizal pun mengusulkan adanya satuan tugas yang diketuai langsung oleh wakil presiden beserta jajaran timnya.

“Tingkatan presiden atau wakil presiden membuat rencana untuk deregulasi 10 tahun ke depan, mengenai reformasi yang harus dilakukan, bukan paket satu, paket dua, tapi tidak ada sistematika,” pungkas Yose Rizal. |Winda Efanur FS|

back to top