Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Pak Jokowi, seriuslah memberantas korupsi

Pak Jokowi, seriuslah memberantas korupsi

Pemerintah Jokowi mulai genap satu tahun. Perjalanan tahun pertama ini dipenuhi dengan pelbagai gejolak dunia, baik ekonomi maupun krisis konflik di Timur Tengah. Indonesia sendiri, meskipun tidak banyak gejolak politik yang serius, namun rupiah sempat mengalami pelemahan hingga Rp 15.000 per US Dollar dan menguat di kisaran Rp 13.000.

Pelemahan mata uang rupiah tersebut kemudian disusul dengan melonjaknya pelbagai harga barang di pasar dan sekaligus melemahkan daya beli masyarakat dan ribuan pekerja ter-PHK. Meskipun Presiden Jokowi sudah menerbitkan Paket Ekonomi September berjilid seperti mengucurkan dana untuk Usaha Kecil Menengah, namun pada praktiknya masih banyak masyarakat kecil belum mendapat akses modal yang diinginkan dan secara umum belum memberikan hasil memuaskan.

Pemerintahan Jokowi juga diuji dengan dorongan menghimpun hutang baru dari negara-negara lain seperti Tiongkok. Hutang yang sesungguhnya akan menjadi beban bagi rakyat Indonesia di masa mendatang. Saat ini Indonesia setidaknya telah memiliki total hutang lebih kurang Rp 3.000 trilyun. Hutang-hutang itu tentu saja tidak bersifat cuma-cuma, tetapi memiliki ikatan tertentu yang seringkali menjadi masalah bagi bangsa Indonesia.

Hutang-hutang itu tentu saja pada dasarnya demi memenuhi kebutuhan APBN yang seringkali mengalami defisit. Soal ini, seringkali masyarakat mengeluhkan, mengapa ketika kondisi seperti ini, pemerintah juga memberikan persetujuannya untuk memberikan tambahan tunjangan bagi anggota DPR RI baru-baru ini. Sementara banyak program pemerintah untuk rakyatnya belum mampu ternyatakan dengan baik atau ketika kondisi rakyat tengah prihatin.

Pemerintahan Jokowi juga diuji dengan komitmennya terhadap penegakkan hukum terutama korupsi. Gagasan PDIP, Nasdem dan PPP (DPR RI) merevisi Undang-Undang KPK yang di dalamnya oleh banyak pihak dinilai sebagai pengerdilan dan pembunuhan terhadap KPK menjadi pertanyaan bagi rakyat Indonesia, apakah Jokowi benar-benar serius ingin membebaskan Indonesia dari kungkungan budaya korupsi. Dari sini, kita merasakan dan mendapati banyak kepentingan tertentu yang saling berkait di luar kepentingan untuk bangsa.

Jika mau jujur, rakyat Indonesia tentu bukan masyarakat yang terlalu miskin. Tetapi bila dinilai dari aset bangsa Indonesia, tentu ada tingkat rasio yang tidak seimbang antara penghasilan dengan kekayaan alam Indonesia. Semua itu tentu sangat erat dengan keseriusan pemerintah membersihkan dirinya dari korupsi.

Ketika Indonesia bebas dari korupsi, kita yakin, otak dan hati para pejabat menjadi lebih encer dalam mengelola negara dan sumber alamnya, sehingga Indonesia medapatkan surplus pendapatan. Bukan hanya para pengusaha dan politisi saja yang untung.

Kita berharap dan mendoakan agar Presiden Jokowi mampu bersikap seperti itu dalam sisa empat tahun pemerintahnnya mendatang. Sehingga Rakyat Indonesia mendapatkan tempat yang mulia sebagai bangsa yang beradab di di dunia. Bukan hanya sebagai retorika. Ayolah, Pak Jokowi, seriuslah berantas korupsi!

back to top