Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Paguyuban pedagang tolak penggusuran kios Stasiun Tugu

Paguyuban pedagang tolak penggusuran kios Stasiun Tugu
Jogja-KoPi| Paguyuban Pedagang Stasiun Tugu Yogyakarta mengadu ke LBH Yogyakarta terkait rencana penggusuran kios dan wacana pembangunan pedestrian oleh PT KAI berlokasi di sisi selatan Stasiun Tugu Jalan Pasar Kembang.
Paguyuban Manunggal Karso menolak penggusuran yang akan digelar besok Rabu (5/7) pagi. Penggusuran kios ini yang dinilai oleh pihak paguyuban tidak sesuai mekanisme penggusuran dan melanggar aturan.
"Jauh sebelum pengaduan ke LBH, kami sudah diberikan surat undangan sosialiasasi penggusuran, namun mengenai sosialiasasi seharusnya ada pembicaraan sebelum rencana penggusuran namun surat undangan tersebut memberitahukan rencana penggusuran,"ujar Effriyon Sikumbang sekretaris Paguyuban di Kantor LBH,Selasa (4/7).
Pedagang kios yang berjumlah 23 direncanakan  digusur  dan akan direlokasikan ke lokasi baru di dekat Gudang Kereta Stasiun Lempuyangan.
Mereka sendiri sudah menerima 3 surat peringatan (SP) sampai hari ini  sejak SP pertama diturunkan pada 5 Juni 2017. Sebelumnya juga paguyuban mendapat undangan oleh PT KAI untuk sosialiasasi rencana penggusuran ini.
 
Pihak paguyuban pedagang sendiri menolak undangan tersebut. Ketua paguyuban ,Rudi Tripurnama menjelaskan alasan pihaknya menolak undangan tersebut karena tidak adanya korelasi antara pedagang dengan PT KAI.
 
Ia pun menambahkan pihaknya mengikuti aturan  dinas perindustrian dan pemerintah kota dalam menggelar usaha di sisi selatan Stasiun Tugu di Jalan Pasar Kembang. Ia pun mengimbuhkan seharusnya penggusuran  dilakukan oleh Pemkot bukan PT KAI.
Menanggapi aduan tersebut, LBH Yogyakarta melihat adanya keganjilan pada SP seperti tidak ditunjukkannya alamat surat  dan tidak mencantumkan nama pemilik kios. SP tersebut juga tidak menunjukkan jenis apa Surat tersebut.
LBH juga berpendapat rencana penggusuran ini  tidak sesuai dengan Perda No 1 tahun 2015 tentang rencana detail dan tata ruang dengan lampiran Kec Gedong Tengen.Lutfy Mubarok dari LBH Yogyakarta menjelaskan wilayah tersebut memang dikhususkan industri dan penjualan.
Lutfy Mubarok juga senada ketua Paguyuban yang mengatakan PT KAI tidak bisa menertibkan kios. Sehingga wacana pembangunan pedestrian tdak bisa dilakukan oleh PT KAI namun dilakukan oleh Pemkot.
"PT KAI sendiri tidak bisa menertibkan  pedestrian karena  penertiban itu wewenang pemkot bukan PT KAI,"katanya.
Lutfy juga mempertanyakan apakah PT KAI sudah menggelar diskusi bersama Pemkot terkait dengan penggusuran ini. Pasalnya pihaknya belum menerima pemberitahuan bahwa PT KAI sudah menggelar pembicaraan penggusuran tersebut atau belum.
Sementara itu,Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti saat ditemui di SMPN 5  menjelaskan bahwa rencana esok hari bukan penggusuran namun penertiban dan penataan kios.
 Ia pun mengkonfirmasi pihaknya sudah menggelar dialog dengan PT KAI terkait dengan penertiban ini dan masih dalam tahap pendalaman.
"Kami sudah berbicara denga PT KAI terkait dengan penertiban ini, selanjutnya akan kami dalami lagi,"pungkasnya. | Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top