Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Paguyuban Angklung Jogja : Tempat pementasan angklung yang ditawarkan Satpol PP tidak startegis

Paguyuban Angklung Jogja : Tempat pementasan angklung yang ditawarkan Satpol PP tidak startegis

Jogja-KoPi| Paguyuban Angklung Yogyakarta (PAY) merasa sembilan titik pementasan yang ditawarkan Satuan Pamong Praja DIY tidak strategis.

 

“Tempat-tempat yang diberikan untuk pementasan kami kurang strategis, hanya ramai di hari Sabtu dan Minggu”, jelas Catur Dwi Santoso, Ketua Paguyuban Angklung Yogyakarta (PAY), saat diwawancarai dalam aksi penolakan Surat Peringatan (SP) Satuan Pamong Praja DIY di depan Gedung DPRD DIY, Senin (10/4).

Satuan Pamong Praja DIY saat mengeluarkan SP 2 Nomor 1880/01525/C pada tanggal 23 Maret 2017 tentang Operasional Pengamen Angklung, berjanji memberikan sembilan tempat bagi PAY untuk melakukan pementasan. Tempat-tempat tersebut yaitu tempat-tempat wisata yang ada di Yogyakarta.

“Ada Sembilan tempat yang dijanjikan oleh Satpol PP saat mengeluarkan SP 2, dan semuanya tempat wisata. Seperti, Alun-alun Kidul, Alun-alun Utara, Gembira Loka, dan lainnya. Tapi sampai sekarang belum dipenuhi janjinya”, kata Catur.

Kemudian menurut Catur, kesembilan tempat tersebut tidak strategis untuk pementasan angklung.

“Tempat wisata hanya ramai pada hari Sabtu dan Minggu. Bagaimana dengan hari-hari sebelumnya. Selain itu, tidak semua tempat wisata buka 24 jam. Alun-alun kidul hanya bisa pas malam hari, begitu juga dengan Alun-alun utara. Kita jadi susah untuk mengatur jadwalnya”, jelasnya.

Ia menambahkan agar Satuan Pamong Praja memberikan tempat yang tepat dan strategis bagi Pemain angklung untuk bermain.

“Seharusnya Satpol PP memberikan tempat yang strategis seperti di mall-mall yang ramai setiap hari, bukan hanya di hari Sabtu dan Minggu seperti tempat wisata”, tambahnya.

 

back to top