Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Paguyuban Angklung Jogja : Tempat pementasan angklung yang ditawarkan Satpol PP tidak startegis

Paguyuban Angklung Jogja : Tempat pementasan angklung yang ditawarkan Satpol PP tidak startegis

Jogja-KoPi| Paguyuban Angklung Yogyakarta (PAY) merasa sembilan titik pementasan yang ditawarkan Satuan Pamong Praja DIY tidak strategis.

 

“Tempat-tempat yang diberikan untuk pementasan kami kurang strategis, hanya ramai di hari Sabtu dan Minggu”, jelas Catur Dwi Santoso, Ketua Paguyuban Angklung Yogyakarta (PAY), saat diwawancarai dalam aksi penolakan Surat Peringatan (SP) Satuan Pamong Praja DIY di depan Gedung DPRD DIY, Senin (10/4).

Satuan Pamong Praja DIY saat mengeluarkan SP 2 Nomor 1880/01525/C pada tanggal 23 Maret 2017 tentang Operasional Pengamen Angklung, berjanji memberikan sembilan tempat bagi PAY untuk melakukan pementasan. Tempat-tempat tersebut yaitu tempat-tempat wisata yang ada di Yogyakarta.

“Ada Sembilan tempat yang dijanjikan oleh Satpol PP saat mengeluarkan SP 2, dan semuanya tempat wisata. Seperti, Alun-alun Kidul, Alun-alun Utara, Gembira Loka, dan lainnya. Tapi sampai sekarang belum dipenuhi janjinya”, kata Catur.

Kemudian menurut Catur, kesembilan tempat tersebut tidak strategis untuk pementasan angklung.

“Tempat wisata hanya ramai pada hari Sabtu dan Minggu. Bagaimana dengan hari-hari sebelumnya. Selain itu, tidak semua tempat wisata buka 24 jam. Alun-alun kidul hanya bisa pas malam hari, begitu juga dengan Alun-alun utara. Kita jadi susah untuk mengatur jadwalnya”, jelasnya.

Ia menambahkan agar Satuan Pamong Praja memberikan tempat yang tepat dan strategis bagi Pemain angklung untuk bermain.

“Seharusnya Satpol PP memberikan tempat yang strategis seperti di mall-mall yang ramai setiap hari, bukan hanya di hari Sabtu dan Minggu seperti tempat wisata”, tambahnya.

 

back to top