Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Paguyuban Angklung Jogja : Tempat pementasan angklung yang ditawarkan Satpol PP tidak startegis

Paguyuban Angklung Jogja : Tempat pementasan angklung yang ditawarkan Satpol PP tidak startegis

Jogja-KoPi| Paguyuban Angklung Yogyakarta (PAY) merasa sembilan titik pementasan yang ditawarkan Satuan Pamong Praja DIY tidak strategis.

 

“Tempat-tempat yang diberikan untuk pementasan kami kurang strategis, hanya ramai di hari Sabtu dan Minggu”, jelas Catur Dwi Santoso, Ketua Paguyuban Angklung Yogyakarta (PAY), saat diwawancarai dalam aksi penolakan Surat Peringatan (SP) Satuan Pamong Praja DIY di depan Gedung DPRD DIY, Senin (10/4).

Satuan Pamong Praja DIY saat mengeluarkan SP 2 Nomor 1880/01525/C pada tanggal 23 Maret 2017 tentang Operasional Pengamen Angklung, berjanji memberikan sembilan tempat bagi PAY untuk melakukan pementasan. Tempat-tempat tersebut yaitu tempat-tempat wisata yang ada di Yogyakarta.

“Ada Sembilan tempat yang dijanjikan oleh Satpol PP saat mengeluarkan SP 2, dan semuanya tempat wisata. Seperti, Alun-alun Kidul, Alun-alun Utara, Gembira Loka, dan lainnya. Tapi sampai sekarang belum dipenuhi janjinya”, kata Catur.

Kemudian menurut Catur, kesembilan tempat tersebut tidak strategis untuk pementasan angklung.

“Tempat wisata hanya ramai pada hari Sabtu dan Minggu. Bagaimana dengan hari-hari sebelumnya. Selain itu, tidak semua tempat wisata buka 24 jam. Alun-alun kidul hanya bisa pas malam hari, begitu juga dengan Alun-alun utara. Kita jadi susah untuk mengatur jadwalnya”, jelasnya.

Ia menambahkan agar Satuan Pamong Praja memberikan tempat yang tepat dan strategis bagi Pemain angklung untuk bermain.

“Seharusnya Satpol PP memberikan tempat yang strategis seperti di mall-mall yang ramai setiap hari, bukan hanya di hari Sabtu dan Minggu seperti tempat wisata”, tambahnya.

 

back to top