Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Paguyuban Angklung Jogja : Tempat pementasan angklung yang ditawarkan Satpol PP tidak startegis

Paguyuban Angklung Jogja : Tempat pementasan angklung yang ditawarkan Satpol PP tidak startegis

Jogja-KoPi| Paguyuban Angklung Yogyakarta (PAY) merasa sembilan titik pementasan yang ditawarkan Satuan Pamong Praja DIY tidak strategis.

 

“Tempat-tempat yang diberikan untuk pementasan kami kurang strategis, hanya ramai di hari Sabtu dan Minggu”, jelas Catur Dwi Santoso, Ketua Paguyuban Angklung Yogyakarta (PAY), saat diwawancarai dalam aksi penolakan Surat Peringatan (SP) Satuan Pamong Praja DIY di depan Gedung DPRD DIY, Senin (10/4).

Satuan Pamong Praja DIY saat mengeluarkan SP 2 Nomor 1880/01525/C pada tanggal 23 Maret 2017 tentang Operasional Pengamen Angklung, berjanji memberikan sembilan tempat bagi PAY untuk melakukan pementasan. Tempat-tempat tersebut yaitu tempat-tempat wisata yang ada di Yogyakarta.

“Ada Sembilan tempat yang dijanjikan oleh Satpol PP saat mengeluarkan SP 2, dan semuanya tempat wisata. Seperti, Alun-alun Kidul, Alun-alun Utara, Gembira Loka, dan lainnya. Tapi sampai sekarang belum dipenuhi janjinya”, kata Catur.

Kemudian menurut Catur, kesembilan tempat tersebut tidak strategis untuk pementasan angklung.

“Tempat wisata hanya ramai pada hari Sabtu dan Minggu. Bagaimana dengan hari-hari sebelumnya. Selain itu, tidak semua tempat wisata buka 24 jam. Alun-alun kidul hanya bisa pas malam hari, begitu juga dengan Alun-alun utara. Kita jadi susah untuk mengatur jadwalnya”, jelasnya.

Ia menambahkan agar Satuan Pamong Praja memberikan tempat yang tepat dan strategis bagi Pemain angklung untuk bermain.

“Seharusnya Satpol PP memberikan tempat yang strategis seperti di mall-mall yang ramai setiap hari, bukan hanya di hari Sabtu dan Minggu seperti tempat wisata”, tambahnya.

 

back to top