Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

OPSI 2014, Embrio Penelitian Indonesia

OPSI 2014, Embrio Penelitian Indonesia

Yogyakarta-KoPi.  Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2014 ajang penelitian siswa SMA se-Indonesia digelar di Yogyakarta. Perlombaan yang telah dirintis sejak tahun 2009 ini sebagai wadah meningkatkan kreativitas siswa di bidang penelitian.

Menurut koordinator acara Rasyit Ahmadi Penyelenggaraan OPSI terbagi dalam tiga tahap.  Tahap pertama seleksi awal pada September lalu menyaring sekitar 726 naskah menjadi 90 naskah yang berhak masuk tahap pameran.  Tahap kedua berupa pameran dan penjurian 90 karya terpilih diselenggarakan di Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tahap ketiga berupa presentasi finalis sekaligus pengumuman pemenang di Hotel Lotus Yogyakarta.

Dalam OPSI ini mengembangkan tiga kriteria karya. “Karya yang dipamerkan ada tiga jenis. Pertama tentang fisika dasar, kedua fisika terapan dan ketiga tentang bidang sosial”, tutur Rasyit.

OPSI menjadi pemantik siswa SMA untuk mencintai dunia penelitian sejak dini. Embrio munculnya iklim penelitian Indonesia di masa mendatang.

Reporter : Winda Efanur FS







 

 

 

back to top