Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Operasi patuh Progo 2018 mulai tertibkan pengendara di jalan raya.

Sleman-KoPi| Polda DIY menggelar upacara APEL dimulainya operasi patuh progo tahun 2018 di markas Polda DIY, Kamis (26/4). Operasi ini pun akan digelar selama 14 hari dari tanggal 25 April hingga 9 Mei dengan ruang lingkup di seluruh wilayah DIY. 
 
Berbeda dengan operasi keselamatan yang digelar sebelumnya, operasi kali ini lebih mengedepankan penertiban pengendara di jalan raya. Sementara operasi sebelumya lebih mengutamakan tindakan himbauan atau preemtif kepada pengguna jalan. 
 
"Operasi ini adalah tindak lanjut dari operasi keselamatan. Pada operasi ini kita menghimbau kepada masyarakat untuk tertib di jalan raya. Bagaimana pengendara pengguna jalan harus lengkap surat-suratnya, menjaga keselamatan serta mengikuti rambu-rambu jalan," ujar wakil direktur direktorat lalulintas AKBP Yugonarko usai APEL di lapangan markas Polda DIY.
 
Operasi patuh ini 50% mengedepankan tindakan preemtif dan preventif dimana tindakan meliputi kegiatan berupa teguran simpatik dan tilang terhadap pelanggaran yang potensial mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Wadir pun merinci jumlah presentase agenda operasi kali ini adalah 50% tindak represif, 5% tindak preventif dan 25% himbauan. 
 
Sementara poin-poin penindakan berbentuk seperti pelanggaran melawan arus, tidak menggunakan helm, mengendarai dalam keadaan mabuk, penggunaan safety belt atau sabuk pengaman di mobil dan anak dibawah umur yang menggunakan kendaraan. 
 
Usai gelaran APEL, Kapolda DIY Brigjend Ahmad Dofiri juga menyampaikan bahwa fokus operasi kali ini adalah keselamatan pengguna jalan. Hal tersebut ia sampaikan berdasarkan data jumlah kecelakaan di tahun 2016 pada operasi patuh progo diseluruh Indonesia yang cenderung naik setiap tahunnya.
 
Pada operasi patuh progo tahun 2016, jumlah kecelakaan terjadi sebanyak 2542 kejadian,  mengalami kenaikan 132 kejadian atau 5℅ dibanding tahun 2015. Sementara jumlah kematian dalam operasi tahun 2016, sebanyak 412 orang, mengalami penurunan sebanyak 18% dibanding tahun 2015 dengan jumlah kematian 488 orang. 
 
Pada tahun yang sama, operasi patuh progo juga menghitung jumlah pelanggaran yaitu 750107 kasus. Angka ini meningkat 18% dari tahun 2015, dengan jumlah tilang 62160 lembar dan jumlah teguran 12.034. 
 
"Kita harapkan operasi patuh Progo ini dapat meningkatkan keselamatan pengguna kendaraan serta meningkatkan ketertiban di jalan raya sehingga menekan angka-angka tersebut. Juga mewujudkan keamanan dan tertib lalu lintas menjelang idul Fitri,"ujar Kapolda usai upacara APEL.
 
Pada operasi patuh Progo ini, Polda DIY akan mengerahkan sebanyak 1000 personil yang terdiri dari satgas Polda DIY 225 personil, Polresta 170 Personil, Polres Sleman 170 Personil, Bantul 155, Polres Kulonprogo 140 dan Polres Gunungkidul 140.
back to top