Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Operasi 'Pangea' BPOM menjaring ribuan obat ilegal

Operasi 'Pangea' BPOM menjaring ribuan obat ilegal

Jogjakarta-KoPi| Balai POM berhasil menemukan 136 item produk ilegal tanpa ijin edar di kabupaten da kota Jogja. Produk berupa kosmetik, obat-obatan tradisional dan jamu tradisional.

Operasi ‘Pangea’ yang berlangsung sejak tanggal 9-16 Juni setidaknya mejaring 7.956 produk tanpa ijin edar. Kisaran nilai ekonomi sebesar Rp 221.415 juta.Temuan produk tanpa ijin edar ini melalui situs online. Baik situs produk dalam negeri maupun luar negeri.

Menurut kepala Balai POM DIY, I Gusti Ayu Adhi Aryapatmi mengenai operasi produk ini belum ditetapkan pihak tersangka. Proses hukunya selanjutnya pihak BPOM masih menunggu tindak lanjut dari penyelesaian investigasi di lapangan.

“ Hingga kini dari pihak korban belum ada pengaduan. Diduga suplyernya ada di Jogja. Misal yang sering obat kuat, itu dijual bebas, padahal untuk memkainya harus dengan resep dokter. Bisa saja konsumen overdosis, ada korban tapi tidak pernah dilaporkan”, ujar Ary saat jumpa pers di BPOM DIY pukul 09.00 WIB.

Sementara untuk melacak korban dari transaksi online, pihak BPOm masih merasa kesulitan. BPOM hanya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli produk secara online.


Sanksi produk tanpa ijin edar

Label produk tanpa ijin edar hasil temuan dari BPOM kebanyakan berupa obat pelangsing, kosmetik krim malam dan obat kuat. Jenis oabt yang setiap hari dikonsumsi oleh masyarakat.

Kepala BPOM, ary menegaskan produk yang aman telah terdaftar dan khusus produk impor terdapat terjemahan dalam bahasa Indonesia.

“ Menurut UU Kesehatan No 36 tahun 2012, diatur obat dan makanan harus mendapat ijin edar dari BPOM. Baik produk dalam negeri maupun produk impor. Prosesnya teregistrasi dulu baru diedarkan”, jelas Ary.

Sementara pelaku dan pengedar produk ilegal tanpa ijin edar bisa dijerat pasal 197 UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 dengan denda maksimal 1,5 miliar dan pidana maksimal 15 tahun. |Winda Efanur FS|

back to top