Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Operasi-operasi memalukan CIA di penjuru dunia

Operasi-operasi memalukan CIA di penjuru dunia
KoPi| Sudah jadi rahasia umum jika badan intelijen Amerika alias CIA selalu dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa penting di dunia. Mulai dari jatuhnya penguasa, pergolakan politik, hingga operasi militer. Orang-orang tidak pernah tahu siapa yang bekerja bagi organisasi intelijen ini, namun peran mereka selalu ada. Meski demikian, tidak semua operasi CIA berjalan mulus. Ada pula yang operasi mereka yang memalukan. Apa saja itu?
 

Kudeta gagal di Albania tahun 1949

Albania mengalami masa-masa kelam di bawah pemerintahan komunis Enver Hoxha. Tahun 1949, Amerika berupaya menggulingkan pemerintahan Hoxha. Mereka mengira upaya itu akan mudah, mengingat Hoxha juga dibenci rakyatnya sendiri. CIA memutuskan menyewa rekanan untuk membantu untuk menggulingkan Hoxha, yaitu pemberontak Albania.

Namun tampaknya CIA salah memilih rekan. Yang mereka pilih adalah gerilyawan fasis dan kolaborator yang membantu Nazi menduduki Albania pada Perang Dunia II. Salah satu pimpinannya adalah mantan menteri yang mengirimkan orang-orang Yahudi ke kamp konsentrasi.

Rakyat Albania dihadapkan pada dua pilihan, antara pemerintahan diktator komunis atau sekumpulan Nazi. Dan tampaknya mereka lebih mentolerir diktator komunis daripada Nazi. Dibantu agen ganda Uni Soviet, rakyat Albania membocorkan rencana pemberontakan ke polisi rahasia Albania.

Kudeta Iran tahun 1953

Pada 2013, CIA mengakui keterlibatan mereka pada kudeta di Iran tahun 1953. Kudeta tersebut adalah upaya menggulingkan pemerintahan PM Mohammad Mosaddegh yang terpilih secara demokratis. Inggris dan Amerika ingin Mosaddegh digulingkan karena kebijakannya yang menasionalisasi industri minyak Iran. CIA memutuskan mengganti pemerintahan Mosaddegh dengan pemerintahan monarki yang dipimpin oleh Mohammad Reza Shah Pahlavi.

Kudeta tersebut merupakan operasi kudeta pertama CIA, sehingga terlihat kacau. Dalam dokumen yang dilansir oleh CIA 50 tahun setelah operasi tersebut dilaksanakan, ada sebuah peristiwa memalukan yang terjadi. Setelah pemimpin kudeta Jenderal Fazlollah Zahedi menangkap PM Mosaddegh, ia berniat menyiarkan pidato ke seluruh negeri lewat radio. 

CIA memutuskan membantu dengan menyiapkan musik pembuka yang bernada terdengar patriotik. Agen-agen CIA kemudian memilih salah satu lagu dari koleksi rekaman lama di kedutaan besar. Ketika siaran radio dimulai, ternyata lagu yang terdengar adalah “The Star-Spangled Banner”, lagu kebangsaan Amerika. Dokumen CIA menyebutkan seluruh staf kedutaan dan agen CIA sangat malu dengan kejadian itu, dan dengan cepat mengganti lagu tersebut dengan lagu lain yang tidak menimbulkan spekulasi politik.

Operasi salah tangkap

Pada tahun 2003, dalam upaya perang melawan teror, CIA menarget salah satu rekanan Al-Qaeda Khaled El-Masri. CIA berhasil menghentikan El-Masri di Macedonia dan kemudian membawanya ke Afghanistan. Di sana El-Masri diinterogasi dan disiksa.

Celakanya, CIA menangkap El-Masri yang salah.

Yang mereka tangkap adalah seorang pengusaha Jerman dengan nama sama. El-Masri yang mereka tangkap tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Al-Qaeda. Begitu tahu mereka menangkap orang yang salah, CIA justru memperpanjang penahanan El-Masri.

Akhirnya, 5 bulan setelah El-Masri diculik, agen-agen CIA menerbangkannya kembali ke Eropa membuangnya di pinggir jalan di Albania tanpa penjelasan apapun. Pada Desember 2012, Pengadilan Hak Asasi Eropa memutuskan Amerika bertanggungjawab atas penculikan tersebut. Namun, hingga 2015 El-Masri tidak mendapat permohonan maaf dari Amerika.

Kasus El-Masri ini termasuk dalam bocoran dokumen CIA tentang praktek penyiksaan pada tawanan selama operasi perang melawan teroris.

Pertemuan rahasia di Pizza Hut

Tahun 2011 merupakan puncak ketegangan Lebanon dengan dunia Barat. Hizbullah merebut pemerintahan, dan sentimen anti-Amerika dan Israel meninggi. CIA menggelar operasi lapangan dengan jaringan mata-mata mereka di Beirut. Namun CIA mengalami kegagalan besar dalam operasi tersebut.

Berdasarkan laporan kantor berita ABC, CIA melakukan blunder besar dalam operasi mereka. Pertama, CIA menggelar pertemuan rahasia untuk seluruh jaringan di Beirut di satu lokasi. Kedua, tempat yang mereka pilih adalah restoran Pizza Hut. Dan ketiga, mereka menggunakan sandi ‘PIZZA’ ketika menginfokan di mana lokasi pertemuan rahasia pada agen-agen Beirut.

Hizbullah berhasil memecahkan sandi konyol tersebut dan menangkap hampir semua jaringan CIA di Beirut. Diketahui agen-agen tersebut tidak mendapat latihan yang cukup. ABC menduga semua agen yang tertangkap tersebut dibunuh kelompok Hizbullah.|ABC News, listverse, CIA wired

back to top