Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Sleman-KoPi| Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) memulai operasi Ketupat Progo 2018 dalam rangka menyambut dan mengamankan hari raya idul Fitri 1439 H. Operasi ini akan digelar selama 18 hari dari tanggal 7 hingga 24 Juni 2018. 

 

Pada Operasi kali ini, Polda DIY mengikuti instruksi dari Kapolri Jend.Tito Karnavian untuk menitik bawahi serta mewaspadai 4 potensi kerawanan saat lebaran. Empat potensi kerawanan tersebut meliputi stabilitas harga dan persediaan bahan pangan, permasalahan kelancaran lalu lintas dan keselamatan, potensi bencana alam dan kriminalitas, dan terakhir potensi tindak pidana terorisme. 

"Disamping itu, pengamanan tempat ibadah, fasilitas umum dan mako harus menjadi perhatian khususnya dalam rangka mewujudkan rasa aman. Secara umum saya perintahkan pada semua pihak untuk terus menerus meningkatkan kerjasama dengan rekan-rekan serta stake holder masing-masing," ujar pemimpin APEL, Sri Sultan Hamengkubuwono ke X membacakan sambutan Kapolri saat Apel Gelaran Pasukan Operasi Ketupat 2018 di Mapolda DIY, Rabu (6/6).

Usai gelaran APEL, Sri Sultan Hamengkubuwono selaku Gubernur DIY memberikan tanggapan terhadap empat potensi kerawanan yang disampaikan Kapolri. Terkait masalah ketersediaan pangan dan harga, menurutnya stok Pangan di Yogyakarta dirasa sudah cukup dan harga sudah stabil. 

Pada potensi kemacetan, Sultan sudah berkoordinasi pada berbagai pihak untuk memanfaatkan jalur alternatif. Kepada pihak terkait, ia menghimbau agar jalan-jalan alternatif yang belum memiliki rambu-rambu lalu lintas agar segera dipasang rambu. 

Hal ini bertujuan untuk memudahkan para pendatang di Yogyakarta nanti. Ini juga diharapkan dapat mengurai kemacetan saat lebaran.

"Jalan jalan alternatif yang mungkin tidak ada tanda-tanda lalu lintas itu harap diberi karena orang luar Jogja itu kan butuh tahu untuk jalan-jalan di Jogja, jadi masuk Jogja bisa tidak harus lewat selalu Jalan Solo, bisalah jalan alternatif  lewat jalur Prambanan-Wonosari dan lain-lain,"tutur Sultan.

Mengenai bencana, Kriminalitas, dan Terorisme, Sultan pun menghimbau berbagai instansi untuk selalu waspada. Kepolisian juga diharapkan untuk tidak menurunkan penjagaan pada potensi terorisme selama hari raya. 

Kapolda DIY, Brigjend Ahmad Dofiri pun menimpali potensi terorisme menjadi salah satu perhatian pihaknya. Pihaknya pun akan meningkatkan keamanan di Mako dan tempat strategis ibadah. Ia juga nantinya akan melokalisir kegiatan takbir keliling untuk terbatas di sekitar tempat tinggal warga. Kapolda dan kepolisian DIY sama sekali tidak melarang kegiatan tersebut di Yogyakarta.

"Pengamanan terhadap terorisme menjadi satu perhatian kita oleh karena itu pengamanan Mako dan tempat strategis ibadah lainnya kita tingkatkan. Konvoi takbir keliling kita lokalisir dan himbau hanya di lingkungan saja bukan sampai ke Malioboro. Kita akan batasi wilayah wilayahnya seperti Malioboro itu tidak boleh. Kepolisian juga berjaga di sekitar tempat tinggalnya,"Imbuh Kapolda.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda DIY ( Dirlantas) Kombespol Latif Usman menyampaikan terdapat dua jalur yang menjadi perhatian khusus saat lebaran nanti, khususnya saat arus mudik dan arus balik. Dua jalur tersebut adalah Kulonprogo-Yogyakarta dan Tempel-Yogyakarta. Di jalur ini pula, Dirlantas menemukan kan adanya titik hitam dimana potensi kecelakaan sangat lah tinggi. 

"Kalau blackapot yang perlu kita khawatirkan dari Jalur Kulonprogo ke Gamping dan dari Tempel sampai Jombor," jelas Latif Usman.

Selain kedua jalur tersebut, Dirlantas juga mengatakan agar pengendara berhati-hati saat melewati jalur wisata di DIY. Pasalnya, seperti wilayah Bantul dan Wonosari banyak sekali jalan dimana tanjakan, tikungan, dan kemiringan tersebut berbahaya dan belum teruji aman. 

"Seperti jalan cinomati yang memang sangat rawan itu tidak boleh dilewati oleh bus atau bak terbuka. Saya akan menerapkan untuk di jalan tersebut besok akan dibatasi untuk keamanan,"jelasnya

Selain pengawasan di jalan yang rawan, Latif Usman juga akan menggelar kembali operasi pemasangan janur kuning. Janur kuning ini diharapkan dapat mengantisipasi pengemudi yang melanggar ketentuan berkendara. Seperti bak terbuka berisikan orang-orang yang tidak memakai pengaman atau yang paling sering pengendara sepeda motor berbonceng tiga orang. 

Pada operasi Ketupat tahun ini, operasi melibatkan secara keseluruhan sebanyak 173.397 personil pengamanan gabungan yang terdiri dari berbagai unsur elemen di seluruh Indonesia. Sementara untuk wilayah DIY jumlah personel yang diterjunkan sebanyak 4700 personil, 2.704 berasal dari kepolisian, sisanya merupakan gabungan dari TNI, Instansi Pemerintah, serta beberapa elemen masyarakat.

Untuk di DIY, Polda sudah menyiapkan setidaknya 37 pos pengamanan dan pos layanan terpadu tersebar di seluruh wilayah Yogyakarta.

back to top