Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

OPEC konstan produksi 30 juta per barrel

OPEC konstan produksi 30 juta per barrel

Vienna-KoPi| OPEC memutuskan untuk mempertahankan produksinya pada 30 juta barel per hari pada pertemuan kartel di Jakarta, Jumat ini .

Keputusan menerapkan strategi produksi minyak yang tidak dibatasi. Upaya bertempur di pangsa pasar internasional, yang dilancarkan dengan membebaskan produksi biaya tinggi  minyak AS. Bukannya memperkuat harga minyak dengan memotong biaya produksi.

Berkat teknologi canggih, serpih minyak semakin memainkan peran penting di pasar global. Perlahan mulai memeras pangsa OPEC, yang menyumbang sekitar sepertiga dari pasar dunia.

Strategi harga minyak yang rendah diharapkan untuk menahan produksi minyak serpih karena tekanan meningkatnya biaya serpih minyak. Namun, tampaknya bahwa serpih minyak ‘bisa kompetitif’ di pasaran. Hasilnya tidak tidak jauh signifikan dari minyak.

Kartel telah mengisyaratkan tidak akan memotong output sendiri tanpa pengurangan produksi terkoordinasi dengan produsen minyak non-OPEC, seperti Rusia dan Amerika Serikat.

Mohammed Bin Saleh Al-Sada, Menteri Qatar energi dan industri dan presiden alternatif dari konferensi OPEC mengatakan kepada wartawan dalam konferensi pers bahwa keputusan OPEC ini sejalan dengan ekonomi dunia dan dinamika pasar.

“Kartel yang memantau perkembangan pasar, paparnya.

Menurut perkiraan OPEC, pasokan minyak dunia akan berada di sekitar 94,10 juta barel per hari, sekitar 1,6 juta barel lebih tinggi dari permintaan.

sementara Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah el-Badri menegaskan kartel tidak memiliki "target harga," tantangan utama OPEC di masa depan adalah situasi ekonomi.

OPEC menolak untuk mengurangi output pada pertemuan November tahun lalu, dan harga minyak mulai naik kembali setelah berada di titik terendah dalam enam tahun $ 45 per barel pada bulan Januari lalu. |xinhuanet.com |Winda Efanur FS|

back to top